Angkutan Batu Bara KAI Cetak Rekor Bulanan Tertinggi 2026, Capai 5,13 Juta Ton
Volume angkutan batu bara pada Juli 2026 meningkat 6,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, memperkuat distribusi energi nasional.
Papuanewsonline.com - 10 Agu 2026, 22:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Palembang — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan batu bara mencapai 5.127.674 ton sepanjang Juli 2026. Capaian tersebut menjadi volume angkutan batu bara bulanan tertinggi yang dibukukan KAI selama 2026.
Jumlah tersebut meningkat 6,05 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat sebanyak 4.835.202 ton. Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya peran transportasi kereta api dalam mendukung distribusi komoditas energi dan kebutuhan logistik dalam jumlah besar.
Secara kumulatif, KAI telah mengangkut 31.661.769 ton batu bara selama Januari hingga Juli 2026. Sebagian besar aktivitas angkutan tersebut berlangsung di wilayah Sumatra bagian selatan yang menjadi salah satu kawasan penting dalam rantai pasok komoditas energi.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan volume tersebut tidak terlepas dari penguatan kapasitas layanan yang dilakukan perusahaan secara bertahap. Penguatan mencakup kesiapan lokomotif, gerbong, jalur, terminal, fasilitas perawatan, pola operasi, hingga sumber daya manusia.
“Capaian 5,13 juta ton pada Juli menunjukkan kapasitas layanan logistik KAI terus meningkat. Fokus kami adalah memastikan komoditas dapat bergerak dalam jumlah besar secara aman, terjadwal, dan konsisten sehingga dapat mendukung kebutuhan pelanggan serta kegiatan ekonomi nasional,” ujar Anne.
Menurutnya, angkutan batu bara memiliki peran strategis karena berkaitan dengan kebutuhan energi dan aktivitas industri. Kelancaran distribusi dari wilayah produksi menuju titik penerimaan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan rantai pasok.
Transportasi berbasis rel memiliki keunggulan dalam mengangkut muatan besar melalui satu rangkaian perjalanan. Selain kapasitas angkut yang tinggi, pola perjalanan yang terjadwal membuat distribusi komoditas dapat dilakukan secara lebih teratur dan efisien.
Untuk mengimbangi pertumbuhan volume, KAI terus meningkatkan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Upaya tersebut mencakup penguatan kapasitas lintas, ketersediaan lokomotif dan gerbong, fasilitas bongkar muat, perawatan sarana, serta pengaturan perjalanan.
Di wilayah Sumatra bagian selatan, KAI telah menyelesaikan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 dari Progress Rail. Lokomotif tersebut dipersiapkan untuk memperkuat operasional di Divisi Regional III Palembang dan diterima secara bertahap sejak Agustus 2025 hingga Mei 2026.
Selain lokomotif, KAI bersama PT INKA juga melakukan pengadaan 1.125 gerbong datar untuk mendukung kebutuhan angkutan logistik di Sumatra Selatan. Penambahan sarana tersebut dilakukan sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan kesiapan infrastruktur.
Anne menegaskan bahwa peningkatan kapasitas tidak dapat dilakukan hanya dengan menambah sarana. Kesiapan jalur, terminal, fasilitas perawatan, serta pola perjalanan juga harus diperkuat agar pertumbuhan angkutan tetap berlangsung aman dan andal.
“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh. Lokomotif, gerbong, jalur, terminal, perawatan, dan pola perjalanan harus sama-sama siap. Dengan cara itu, pertumbuhan volume dapat tetap diikuti oleh pelayanan yang aman dan andal,” kata Anne.
Dari sisi logistik, penggunaan kereta api untuk mengangkut batu bara dalam jumlah besar juga dapat mengurangi kebutuhan perjalanan kendaraan berat di jalan raya. Aktivitas angkutan tersebut turut melibatkan awak sarana, petugas operasional, teknisi, pekerja terminal, pemasok, hingga berbagai usaha pendukung di sepanjang rantai pelayanan.
Kelancaran distribusi batu bara juga berhubungan dengan sektor hilir, khususnya pembangkitan energi dan kegiatan industri. Ketika distribusi berlangsung secara teratur, kebutuhan komoditas di titik penerimaan dapat dipenuhi sesuai jadwal sehingga mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi.
KAI menyatakan akan terus memperkuat kapasitas angkutan barang, meningkatkan produktivitas sarana, serta memperluas sinergi dengan pelanggan dan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut diarahkan untuk memperbesar kontribusi kereta api terhadap sistem logistik nasional.
“Semakin kuat layanan logistik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh sektor energi, industri, pekerja, dan masyarakat. KAI ingin terus memperbesar peran kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Anne.
Editor: OF