logo-website
Senin, 27 Jul 2026,  WIT
BERITA TAG Hukum Homepage
Subsatgas Siber OMPC II 2024 Wilayah Papua Selatan Gencar Patroli Medsos Papuanewsonline.com, Merauke – Satgas Gakkum Subsatgas Siber terus memantau berbagai platform media sosial dan situs web yang berpotensi menjadi sarana penyebaran berita/informasi hoaks, ujaran kebencian, dan konten SARA yang dapat mengganggu situasi kamtibmas pada tahapan Pilkada 2024.Kasatgas Gakkum Operai Mantap Praja Cartenz (OMPC) II 2024 Wilayah Papua Selatan melalui Kasatgas Humas Kompol Nurjanah mengatakan, bahwa Patroli Siber ini merupakan bagian dari upaya Polda Papua untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama Pilkada."Kami mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak ikut menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas dan tim Subsatgas Siber akan mengambil langkah tegas terhadap siapa saja yang terbukti menyebarkan informasi hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang bersifat SARA," katanya, Sabtu (28/9).Dengan meningkatnya penggunaan media sosial sebagai platform utama informasi, patroli siber yang dilakukan oleh Subsatgas Siber OMPC II 2024 menjadi langkah preventif untuk mencegah penyebaran informasi yang dapat mengganggu proses demokrasi. Patroli ini merupakan bagian dari komitmen Polda Papua untuk memastikan bahwa Pilkada 2024 berjalan dengan aman, lancar, dan damai."Kami mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk seluruh elemen masyarakat lainnya, dapat mendukung dan bekerja sama dalam menjaga situasi yang kondusif baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kolaborasi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat akan menjadi kunci untuk mewujudkan Pemilihan Umum yang jujur, adil, dan bermartabat di Tanah Papua,” ucapnya. PNO-12 29 Sep 2024, 15:34 WIT
Kapolres Puncak Jaya Pimpin Pelaksanaan Olah TKP Kasus Penembakan Terhadap Alm. Briptu Kiki Supriyad Papuanewsonline.com, Puncak Jaya – Pasca kejadian penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata terhadap salah satu personel Polres Puncak Jaya Alm. Briptu Kiki Supriyadi yang terjadi beberapa hari lalu, Polres Puncak Jaya melakukan Olah TKP.Kepala Kepolisian Resor Puncak Jaya AKBP Kuswara, S.H., S.I.K., M.H memimpin langsung pelaksanaan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (28/9/2024).Dimana untuk tempat kejadian perkara tepat berada di Kali Pagargom Distrik Waegi Kab. Puncak Jaya dan dalam kegiatan Olah TKP siang tadi juga diikuti Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria, S.Tr.K., S.I.K dan para personel Polres Puncak Jaya serta Satgas Damai Cartenz.Kapolres Puncak Jaya saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kronologi awal kejadian bermula saat korban bersama 3 anggota lainnya hendak kembali ke Polsek Ilu dari Kota Mulia namun sesampainya di Kali Pagargom tiba-tiba korban ditembak oleh KKB dari belakang sehingga korban langsung terjatuh dari motor.Lebih lanjut AKBP Kuswara juga menjelaskan sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/21/IX/SPKT/POLRES PUNCAK JAYA/POLDA PAPUA Tanggal 26 September 2024 serta dimana tujuan pelaksanaan Olah TKP tadi guna mencari dan mengumpulkan barang bukti yang akan menjadi titik terang ataupun petunjuk bagi penyidik sehingga kasus penembakan ini dapat terungkap.“Kami akan terus mengejar dan memburu pelaku penembakan yang membuat salah satu anggota kami gugur serta kami akan terus selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga kejadian ini kami harapkan yang terakhir yang terjadi di Kab. Puncak Jaya,” pungkasnya. PNO-12 29 Sep 2024, 14:32 WIT
Subsatgas TIK OMPC II-2024 Tingkatkan Kualitas Komunikasi Personel Pengamanan Pilkada Papua Tengah Papuanewsonline.com, Nabire – Subsatgas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 Wilayah Papua Tengah memberikan dukungan penting bagi kelancaran komunikasi selama tahapan Pilkada 2024. Pada Jumat (27/9), personel TIK memasang perangkat Radio RIG di Posko Satgas OMPC II-2024 sebagai upaya untuk memperluas jangkauan dan memperbaiki kualitas komunikasi antarpersonel pengamanan.Kasubsatgas TIK, Ipda Moh. Su’uddin, menyatakan bahwa pemasangan perangkat Radio RIG bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas komunikasi, terutama di lingkungan yang berbeda dan terkadang sulit diakses. "Perangkat ini memiliki daya pancar dan daya terima yang jauh lebih baik dibandingkan Handy Talkie (HT), karena power yang lebih besar sehingga memastikan komunikasi yang lebih jernih dan berkualitas tinggi," ujar Ipda Su’uddin.Menurutnya, perangkat ini menjadi solusi penting bagi efisiensi komunikasi antarpersonel yang terlibat dalam pengamanan Pilkada di berbagai lokasi di Papua Tengah. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh personel dapat berkoordinasi dengan cepat dan tepat tanpa terputus, terutama saat menghadapi situasi darurat atau saat dibutuhkan respons yang cepat di lapangan," tambahnya.Peningkatan kualitas komunikasi ini dianggap krusial mengingat wilayah Papua Tengah yang terdiri dari berbagai medan dan tantangan geografis, mulai dari pegunungan hingga daerah pesisir. Dengan teknologi yang lebih kuat dan jangkauan yang lebih luas, diharapkan personel pengamanan dapat bekerja dengan lebih efisien dan terkoordinasi, menjaga keamanan dan kelancaran seluruh tahapan Pilkada."Dukungan teknologi ini adalah bagian dari kesiapan kami untuk memastikan Pilkada berjalan aman dan lancar. Kami terus berupaya agar personel pengamanan dapat berkomunikasi tanpa hambatan, yang tentu berdampak positif pada keseluruhan pengamanan," pungkas Ipda Moh. Su’uddin.Dengan adanya perangkat Radio RIG ini, diharapkan Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 di Papua Tengah dapat berlangsung dengan lebih baik, memastikan setiap langkah pengamanan terjalin melalui komunikasi yang cepat, jelas, dan efektif. PNO-12 29 Sep 2024, 14:23 WIT
Subsatgas TIK OMPC II-2024 Tingkatkan Kualitas Komunikasi Personel Pengamanan Pilkada Papua Tengah Papuanewsonline.com, Nabire – Subsatgas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 Wilayah Papua Tengah memberikan dukungan penting bagi kelancaran komunikasi selama tahapan Pilkada 2024. Pada Jumat (27/9), personel TIK memasang perangkat Radio RIG di Posko Satgas OMPC II-2024 sebagai upaya untuk memperluas jangkauan dan memperbaiki kualitas komunikasi antarpersonel pengamanan.Kasubsatgas TIK, Ipda Moh. Su’uddin, menyatakan bahwa pemasangan perangkat Radio RIG bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas komunikasi, terutama di lingkungan yang berbeda dan terkadang sulit diakses. "Perangkat ini memiliki daya pancar dan daya terima yang jauh lebih baik dibandingkan Handy Talkie (HT), karena power yang lebih besar sehingga memastikan komunikasi yang lebih jernih dan berkualitas tinggi," ujar Ipda Su’uddin.Menurutnya, perangkat ini menjadi solusi penting bagi efisiensi komunikasi antarpersonel yang terlibat dalam pengamanan Pilkada di berbagai lokasi di Papua Tengah. "Kami ingin memastikan bahwa seluruh personel dapat berkoordinasi dengan cepat dan tepat tanpa terputus, terutama saat menghadapi situasi darurat atau saat dibutuhkan respons yang cepat di lapangan," tambahnya.Peningkatan kualitas komunikasi ini dianggap krusial mengingat wilayah Papua Tengah yang terdiri dari berbagai medan dan tantangan geografis, mulai dari pegunungan hingga daerah pesisir. Dengan teknologi yang lebih kuat dan jangkauan yang lebih luas, diharapkan personel pengamanan dapat bekerja dengan lebih efisien dan terkoordinasi, menjaga keamanan dan kelancaran seluruh tahapan Pilkada."Dukungan teknologi ini adalah bagian dari kesiapan kami untuk memastikan Pilkada berjalan aman dan lancar. Kami terus berupaya agar personel pengamanan dapat berkomunikasi tanpa hambatan, yang tentu berdampak positif pada keseluruhan pengamanan," pungkas Ipda Moh. Su’uddin.Dengan adanya perangkat Radio RIG ini, diharapkan Operasi Mantap Praja Cartenz II-2024 di Papua Tengah dapat berlangsung dengan lebih baik, memastikan setiap langkah pengamanan terjalin melalui komunikasi yang cepat, jelas, dan efektif. PNO-12 29 Sep 2024, 14:23 WIT
Polres Keerom Laksanakan Upacara Pemakaman Jenazah Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi Papuanewsonline.com, Keerom – Personil Polres Keerom beserta Jajaran, telah melaksanakan pelaksanaan Upacara Pemakaman Jenazah Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi, Personel Polres Puncak Jaya, di TPU Kampung Yuwanain, Distrik Arso, Kab. Keerom, pada Jumat (27/09/2024).Upacara Pemakaman ini dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer. S.H., S.I.K., selaku Inspektur Upacara dan Ipda Saleh Ando, sebagai Komandan Upacara, pelaksanaan Upacara Pemakaman ini turut diikuti oleh 1 (Satu) Peleton Perwira Polres Keerom, 1 (satu) Peleton Bintara Polres Keerom, serta 1 (Satu) Peleton Dalmas Satuan Samapta Polres Keerom.Dalam amanatnya Inspektur Upacara, AKBP Christian Aer menyampaikan bahwa Upacara ini bertujuan untuk mengenang jasa-jasa almarhum dalam menjalankan tugas sebagai Personil Polres Puncak Jaya.“Saya menyampaikan pesan ini sebagai pengingat bagi seluruh anggota kepolisian untuk terus bersinergi dalam menjalankan tugas demi keamanan masyarakat,” ucapnya. Lebih lanjut Ia menambahkan bahwa Upacara ini juga menjadi momen refleksi mengenai nilai keberanian dan pengabdian Jenazah Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi dalam dunia kepolisian."Setiap kata dari amanat yang Saya sampaikan semoga menggugah semangat dan kesadaran penuh tanggung jawab, selain itu, kegiatan ini menciptakan rasa persaudaraan di antara sesama anggota," pungkas AKBP Christian Aer.Usai menyampaikan amanat, dilakukannya Penghormatan terakhir kepada Almarhum Brigpol Anumerta Kiki Supriyadi, yang dipimpin oleh Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh peserta Upacara.Adapun Kronologi kejadian yang mengakibatkan gugurnya Jenazah Alm. Brigpol Kiki Supriyadi adalah penyerangan yang terjadi pada saat personil Polsek Ilu sebanyak 4 orang kembali dari Kota Mulia yang saat itu melintasi Kali Pagargom, Distrik Kalome, Kabupaten Puncak Jaya.Penghormatan terakhir merupakan tanda kasih dan rasa kehilangan yang mendalam dari seluruh peserta upacara. Diiringi dengan doa, semua pihak berdiri dengan hikmat untuk memberikan penghormatan kepada almarhum. PNO-12 29 Sep 2024, 14:11 WIT
Satgas TNI Wujudkan Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres RI) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Papua merupakan landasan hukum pelaksanaan tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Papua. Dalam Inpres tersebut, tiga tugas yang harus dilaksanakan TNI meliputi dukungan pengamanan, mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penyediaan pelayanan dasar, serta Komunikasi Sosial yang inklusif.Sesuai landasan hukum tersebut, maka TNI menempatkan Satuan-Satuan Tugas (Satgas) di wilayah Papua guna mewujudkan percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua. Situasi keamanan yang stabil dan kondusif merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan di Papua agar seluruh stakeholder dan warga masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta perannya dengan baik dalam membangun Papua. Hal ini menjadi penting mengingat masih adanya gangguan keamanan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang masih sering terjadi di wilayah Papua. Gangguan keamanan OPM tentunya menghambat proses percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua.Banyak gangguan keamanan yang telah dilakukan oleh OPM, baik intimidasi dan kekerasan kepada warga sipil tidak bersenjata, pemerkosaan, bahkan pembunuhan juga kerap dilakukan, baik terhadap warga sipil tidak bersenjata maupun Aparat Keamanan TNI-Polri. Insiden pembunuhan OPM terhadap Glen Malcolm Conning, warga Selandia Baru yang juga merupakan Pilot Helikopter PT Intan Angkasa Air Service, pada hari Senin (5/8/2024) merupakan rangkaian kejahatan OPM yang telah mengganggu keamanan dan berdampak terhadap proses pembangunan Papua. “Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pada hari Selasa (6/8), TNI telah berhasil mengamankan Alama serta mengevakuasi jenasah Pilot Glen, Tenaga Kesehatan, Guru dan Balita, tanpa adanya permintaan lebih dahulu, baik dari pihak keluarga korban maupun Pemerintah Selandia Baru, namun murni wujud tindakan kemanusiaan”, ucap Dansatgas Media KOOPS HABEMA, Letkol Arh Yogi Nugroho, dalam pernyataan tertulisnya kepada media. Hal serupa juga telah dilakukan dalam keberhasilan pembebasan sandera Pilot Susi Air atas nama Kapten Pilot Phillip Mark Mehrtens pada hari Sabtu (21/9/2024). Pembebasan Kapten Pilot Phillip Mark Mehrtens merupakan implementasi tindakan kemanusiaan TNI bersama seluruh stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan Papua yang aman dan damai.Letkol Arh Yogi Nugroho, juga menambahkan, Aparat Keamanan TNI dan Polri terus melaksanakan tugas pengamanan wilayah Papua, sehingga Papua tetap aman, kondusif dan terbebas dari gangguan keamanan oleh OPM. Tugas keamanan wilayah Papua tersebut merupakan implementasi dukungan TNI dan Polri terhadap program Pemerintah RI dalam percepatan pembangunan kesejahteraan Papua. PNO-12 28 Sep 2024, 17:39 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT