logo-website
Kamis, 02 Apr 2026,  WIT

Bripda Juventus Edowai Tewas di Dogiyai, Polisi Duga Keterlibatan OPM

Anggota Polres Dogiyai, Bripda Juventus Edowai, tewas setelah diserang dengan senjata tajam di depan Gereja Kingmi Ebenezer, Distrik Kamu, Dogiyai.

Papuanewsonline.com - 01 Apr 2026, 23:10 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Ucapan duka Kapolres Dogiyai atas gugurnya Bripda Juventus Edowai (Foto: Polres Dogiyai)

Papuanewsonline.com, Dogiyai – Suasana duka menyelimuti jajaran Polres Dogiyai setelah salah satu personelnya, Bripda Juventus Edowai, tewas akibat serangan senjata tajam di Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).


Korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka parah di depan Gereja Kingmi Ebenezer, Kampung Kimipugi, sekitar pukul 11.00 WIT. Aparat setempat menduga kelompok OPM Front Bersenjata Kodap XI Odiyai-Dogiyai pimpinan Jonathan Makituma Pigai terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Korban mengalami luka bacok pada leher dan tangan kiri (kelima jari putus)," kata sumber di Polres Dogiyai.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, sekitar pukul 11.00 WIT dua SSR anggota Polsek Kamu yang dipimpin Iptu Yusuf Apiem tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi awal dan pengamanan tempat kejadian perkara.

Selanjutnya, pada pukul 11.12 WIT, jenazah Bripda Juventus Edowai dievakuasi menuju RSUD Pratama Dogiyai untuk penanganan medis dan keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Sekitar pukul 11.35 WIT, jenazah tiba di rumah sakit, kemudian proses visum dilakukan pada pukul 12.40 WIT oleh dr. George Jules Kbarek guna memastikan penyebab kematian serta dokumentasi luka yang dialami korban.

Korban diketahui bernama Juventus Edowai dengan pangkat Bripda dan bertugas di Polres Dogiyai. Almarhum merupakan anggota kepolisian asal suku Mee dan berdomisili di Asrama Polisi Polres Dogiyai, Kampung Kimupugi, Distrik Kamu.

Peristiwa ini memicu peningkatan kewaspadaan aparat keamanan di wilayah Dogiyai. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta menghindari area-area yang dinilai berpotensi membahayakan situasi keamanan.

Jenazah korban selanjutnya direncanakan akan dibawa ke Kabupaten Nabire untuk dimakamkan. Hingga kini, aparat masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penyerangan yang menewaskan anggota polisi tersebut.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE