Delapan Fraksi DPRK Mimika Bersatu Kawal APBD 2026 yang Pro-Rakyat di Tengah Tantangan Fiskal
Rapat Paripurna II Masa Sidang III seluruh fraksi menegaskan pentingnya APBD yang berorientasi pada kepentingan masyarakat
Papuanewsonline.com - 27 Nov 2025, 02:31 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika menunjukkan kekompakan dengan delapan fraksi yang menyampaikan pandangan umum terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026.
Pada Rapat Paripurna II Masa Sidang III yang berlangsung
Rabu (26/11/2025), seluruh fraksi menegaskan pentingnya APBD yang berorientasi
pada kepentingan masyarakat. APBD harus menjamin keberlanjutan pelayanan
publik, serta mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh
wilayah Mimika.
Mariunus Tandiseno dari Fraksi Golkar menekankan agar
pemerintah daerah serius menindaklanjuti berbagai peraturan daerah dan program
yang telah disepakati.
"Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian
serius, baik dari sisi penganggaran maupun pelaksanaannya, terhadap
program-program yang telah kita sepakati bersama," ujarnya.
Fraksi Golkar juga
menyoroti pentingnya peningkatan sumber daya manusia, dukungan bagi pengusaha
Orang Asli Papua (OAP), serta penyertaan pemegang saham bagi pemilik hak ulayat
dan masyarakat terdampak aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia.
Benyamin Sarira dari Fraksi PKB menyoroti fluktuasi target
pendapatan daerah dan perlunya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kenaikan PAD
harus disertai dasar perhitungan yang realistis dan berbasis data tren
pendapatan beberapa tahun terakhir," tegasnya.
PKB meminta pemerintah daerah menjelaskan sektor-sektor
penyumbang PAD serta strategi peningkatan pendapatan tanpa membebani
masyarakat. Fraksi ini juga menyoroti tingginya ketergantungan terhadap
pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi.
Simson Gujangge dari Fraksi PDI Perjuangan menyoroti
rendahnya realisasi APBD 2025.
Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis
untuk memaksimalkan realisasi program serta menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
(RKA) secara matang.
"Kami menegaskan agar pembahasan dan penetapan APBD
dilakukan tepat waktu sesuai ketentuan Permendagri," ujarnya.
PDI Perjuangan juga menekankan penyelesaian konflik tapal
batas di Kapiraya, pemerataan pembangunan wilayah perbatasan, serta fokus
pembangunan infrastruktur bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.
Seluruh fraksi berharap agar APBD 2026 menjadi instrumen
yang efektif untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Mimika.
Secara keseluruhan, delapan fraksi DPRK Mimika menyuarakan
komitmen bersama untuk mengawal APBD 2026 agar benar-benar pro-rakyat. Mereka
menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan anggaran yang
transparan dan akuntabel, serta pelaksanaan program yang tepat sasaran demi
mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Mimika.
Dengan dukungan penuh dari seluruh fraksi, diharapkan APBD
2026 dapat menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Mimika, serta
memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.
Penulis: Jid
Editor: GF