logo-website
Senin, 12 Jan 2026,  WIT

Adrian Andhika Thie Resmi Pimpin DPC PDIP Mimika Periode 2025–2030

Konferensi Cabang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika berlangsung di Graha Eme Neme Yauware dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, serta menetapkan Adrian Andhika Thie sebagai ketua terpilih setelah melalui rangkaian sidang pleno dan pembahasan komisi.

Papuanewsonline.com - 18 Nov 2025, 00:48 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak para pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika berfoto bersama usai pelaksanaan Konfercab.

Papuanewsonline.com, Timika – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan memberikan perhatian khusus pada pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika. Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, yang juga anggota DPR RI, hadir langsung memimpin Sidang Pleno Penetapan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika periode 2025–2030. Acara berlangsung di Graha Eme Neme Yauware Timika pada Senin (17/11/2025).


Konfercab ini dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Ketua DPD PDIP Papua Tengah Yuni Wonda, Sekretaris DPD Mathias Refra, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Ketua DPC PDIP Mimika Yohanes Felix Helyanan, serta para kader dan simpatisan partai. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan tifa secara bersama-sama yang menambah semarak suasana.

Setelah melalui tiga kali sidang pleno dan satu kali pembahasan komisi, DPP PDI Perjuangan melalui Sekretaris DPD PDIP Papua Tengah Mathias Refra membacakan surat keputusan yang menetapkan Adrian Andhika Thie sebagai Ketua DPC PDIP Mimika Periode 2025–2030.

Penetapan tersebut disaksikan langsung oleh pimpinan sidang Komarudin Watubun, Ketua DPD PDIP Papua Tengah Yuni Wonda, serta anggota sidang Yosep Temorubun dan Demianus Samin.

Dalam arahannya, Komarudin Watubun kembali menegaskan pentingnya kaderisasi dalam tubuh organisasi politik. Ia menekankan bahwa PDI Perjuangan bukan sekadar gerombolan politik, tetapi organisasi politik dengan sistem pengkaderan yang jelas.

"Kita harus bisa membedakan gerombolan politik dengan organisasi politik. Dalam organisasi politik ada pengkaderan dan kaderisasi, bukan main comot-comot sana sini," tegas Komarudin Watubun.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE