FH Uncen Resmikan Kelas Magister Ilmu Hukum di Mimika
Program pascasarjana ini hadir untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi aparatur pemerintahan, penegak hukum, dan tokoh masyarakat di Mimika sebagai pusat pertumbuhan ekonomi Papua.
Papuanewsonline.com - 05 Nov 2025, 15:17 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Timika — Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi membuka Program Magister Ilmu Hukum di Kabupaten Mimika, menandai babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah yang menjadi jantung ekonomi Papua. Peresmian program ini disertai kegiatan matrikulasi perdana yang berlangsung di Timika, Selasa (4/11/2025), dan dihadiri oleh jajaran akademisi, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Langkah strategis ini diharapkan
mampu menjawab kebutuhan pendidikan hukum lanjutan di Mimika, sekaligus
mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada supremasi hukum dan keadilan
sosial.
Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr.
Yustus Pondayar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas
terselenggaranya pembukaan kelas magister ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran
program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Uncen dalam memperluas
jangkauan pendidikan tinggi berkualitas ke daerah-daerah strategis di Papua.
“Kehadiran kelas magister ini
adalah bukti komitmen kami untuk mendekatkan pendidikan hukum berkualitas
kepada masyarakat. Kami ingin memberi ruang bagi aparatur pemerintahan, aparat
penegak hukum, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan semua pihak yang berperan
dalam pembangunan daerah,” ujar Pondayar.
Program ini tidak hanya sekadar
memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam
membangun generasi pemimpin masa depan Papua yang memiliki landasan hukum yang
kuat, berpikir kritis, dan berintegritas tinggi.
Kurikulum Program Magister Ilmu
Hukum Fakultas Hukum Uncen dirancang dengan tiga pilar utama, yaitu, mengembangkan
kemampuan berpikir analitis dan kritis terhadap sistem hukum nasional dan
global, menanamkan kepekaan etika dalam penegakan hukum dan penyusunan
kebijakan publik dan memberikan ruang akademik untuk mengkaji hukum adat dan
kearifan lokal Papua.
Yustus Pondayar menjelaskan bahwa
Mimika, sebagai pusat ekonomi yang dinamis dengan kehadiran perusahaan besar
seperti PT Freeport Indonesia, membutuhkan pemimpin dan profesional hukum yang
tidak hanya memahami peraturan, tetapi juga mampu mengelola konflik, menegakkan
keadilan, dan menjaga harmoni sosial di tengah kompleksitas ekonomi daerah.
“Dinamika sosial dan ekonomi di
Mimika menuntut hadirnya pemimpin lokal yang berkarakter dan berwawasan hukum
kuat. Kami ingin menyiapkan mereka agar mampu menjadi pengambil kebijakan yang
bijak, profesional, dan berintegritas,” tegasnya.
Pondayar juga memberikan
apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, yang telah memberikan dukungan
penuh terhadap pembukaan program ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah
daerah dan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan dalam upaya memperkuat
kapasitas SDM Papua di berbagai sektor.
“Tanpa dukungan Pemkab Mimika dan
berbagai pihak, program ini tidak mungkin terwujud. Ini adalah bukti bahwa
dunia akademik dan pemerintah daerah bisa berkolaborasi membangun SDM Papua
dari akar rumput,” ujarnya.
Selain itu, pihak Uncen juga
berencana menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga hukum, pengadilan, dan
kejaksaan di Mimika agar mahasiswa magister dapat mendapat pengalaman langsung
dalam praktik hukum dan penyusunan kebijakan publik.
Kepada mahasiswa angkatan pertama
Program Magister Ilmu Hukum Mimika, Dekan Yustus Pondayar memberikan pesan
penuh makna agar menjadikan kesempatan belajar ini sebagai momentum perubahan
diri dan kontribusi nyata bagi daerah.
“Hadirlah sebagai pribadi
pembelajar yang rendah hati namun berprinsip. Kalian adalah calon pemimpin
hukum Papua masa depan. Gunakan ilmu ini untuk membangun daerah, bukan hanya
untuk status,” pesannya disambut tepuk tangan hadirin.
Dengan dibukanya Program Magister Ilmu Hukum Uncen di Timika, Kabupaten Mimika semakin mengokohkan diri sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Papua Tengah.
Program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya sarjana hukum berkualitas,
berjiwa nasionalis, dan memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial di Tanah
Papua.
Langkah Fakultas Hukum Uncen ini
juga sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mendistribusikan akses
pendidikan tinggi ke wilayah-wilayah potensial di luar Jayapura, sehingga tidak
semua mahasiswa harus ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan studi lanjutan.
Pembukaan kelas magister ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi simbol dari semangat perubahan dalam mencetak SDM Papua yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Fakultas Hukum Uncen menegaskan akan terus mendukung program-program pendidikan berbasis daerah yang berpihak pada masyarakat lokal dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Papua.
Penulis: Abim
Editor: GF