HMI Cabang Mimika Rayakan Milad HMI ke-79, Tegaskan Komitmen Menuju Masyarakat Adil Makmur
HMI Mimika memperingati Milad ke-79 HMI pada Minggu, 8 Februari 2026. Momentum dies natalis ini diisi dengan refleksi bertema “Komitmen HMI Mimika Menuju Masyarakat Adil Makmur”
Papuanewsonline.com - 08 Feb 2026, 21:51 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Mimika — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mimika memperingati Milad ke-79 HMI pada Minggu, 8 Februari 2026. Momentum dies natalis ini diisi dengan refleksi bertema “Komitmen HMI Mimika Menuju Masyarakat Adil Makmur” serta dialog sebagai ruang konsolidasi kader dan penguatan arah gerakan organisasi.
Ketua Umum Komisariat Ekonomi HMI Mimika, Ansar Putra,
mengajak seluruh kader menjadikan Milad sebagai titik memperkuat soliditas
internal dan mengakhiri sekat-sekat ego di tubuh organisasi.
Menurutnya, HMI tidak akan bergerak maju jika terus terjebak
konflik internal dan kepentingan sempit yang melemahkan organisasi.
“Momentum Milad ke-79 ini harus menjadi pengingat untuk
memperkuat tradisi dialog dan kerja kolektif. Mari luruskan kembali orientasi
perjuangan HMI Mimika dalam independensi, ketajaman analisis, dan pengabdian
nyata. Jadikan kaderisasi sebagai jantung organisasi dan Mimika sebagai ladang
pengabdian,” ujarnya.
Ansar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan
pihak yang berkontribusi menyukseskan rangkaian kegiatan Milad. Ia berharap
peringatan tahun ini menjadi titik awal kebangkitan HMI Mimika yang lebih
solid, bermartabat, dan berdampak.
“Selamat Milad Himpunan Mahasiswa Islam ke-79. Yakin Usaha
Sampai,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Prayoga Romin
Saputra, mengajak kader untuk jujur melihat kondisi organisasi saat ini sebagai
langkah awal pembenahan. Ia menegaskan bahwa berbagai kekurangan tidak boleh
menjadi alasan untuk meninggalkan organisasi, melainkan harus menjadi dorongan
untuk kembali aktif berjuang bersama.
“Kita harus jujur bahwa HMI sedang berbenah. Banyak
kekurangan, tetapi itu bukan alasan untuk mundur. Justru ini momentum untuk
kembali pada cita perjuangan, memperkuat komitmen menuju masyarakat adil
makmur,” katanya.
Ia menekankan pentingnya membangun sistem kaderisasi dan
organisasi yang kuat agar keberlanjutan gerakan tidak bergantung pada figur
semata. Menurutnya, HMI akan besar jika seluruh kader bergerak bersama.
“Jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Jika ingin
berjalan jauh, berjalanlah bersama. Kita ingin HMI 10–20 tahun ke depan menjadi
organisasi yang menuntun masa depan Mimika melalui sistem kaderisasi yang
kuat,” jelasnya.
Prayoga juga menyebut dialog yang digelar dalam rangkaian
Milad menjadi momentum menghidupkan kembali diskursus intelektual serta
mengevaluasi sejauh mana HMI Mimika bergerak menuju tujuan bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Presidium KAHMI
Mimika, Suraya Madubun, menilai tema Milad ke-79 memiliki makna kuat dalam
merawat sejarah, menjaga nalar bangsa, dan mempertahankan semangat perjuangan.
Ia mengingatkan pentingnya keikhlasan dan komitmen untuk
menjaga soliditas organisasi di tengah perbedaan pandangan yang kerap muncul di
berbagai tingkatan.
“Perbedaan itu hal yang biasa. Yang luar biasa adalah
komitmen untuk tetap solid. Soliditas harus tampak dalam kehadiran,
keterlibatan, dan kesediaan menjalankan keputusan bersama,” ujarnya.
Suraya menegaskan bahwa kesibukan bukan alasan untuk
mengendurkan tanggung jawab berorganisasi. Semangat dan komitmen kader,
katanya, harus tetap terjaga dalam kondisi apa pun.
“Kita harus membuktikan bahwa kader hijau-hitam adalah
manusia yang bermanfaat. Tujuan ber-HMI tidak boleh tergoyahkan,” pungkasnya.
Peringatan Milad ke-79 HMI Cabang Mimika diharapkan menjadi
momentum kebangkitan organisasi untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan
pembangunan daerah.