logo-website
Rabu, 13 Mei 2026,  WIT

Indonesia–Australia Perkuat Keselamatan Transportasi Lewat Forum Strategis di Canberra dan Sydney

Pemerintah Indonesia dan Australia kembali mempererat kerja sama bilateral di sektor keselamatan transportasi melalui Indonesia-Australia Transport Safety Forum

Papuanewsonline.com - 13 Mei 2026, 11:03 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Suasana forum strategis Indonesia-Australia Transport Safety Forum yang berlangsung di Australia.

Papuanewsonline.com, Australia — Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia kembali menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama keselamatan transportasi melalui penyelenggaraan Indonesia-Australia Transport Safety Forum yang berlangsung di Canberra dan Sydney, Australia, pada 4–8 Mei 2026.


Forum tersebut menjadi agenda strategis tingkat pejabat tinggi di sektor transportasi dalam kerangka kerja sama Indonesian Transport Safety Assistance Package (ITSAP) antara Indonesia dan Australia. Pertemuan ini menjadi wadah penting memperkuat kolaborasi bilateral demi mendukung sistem transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan.

Delegasi Republik Indonesia dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Arif Toha. Ia didampingi Kepala Pusat Fasilitasi Kemitraan dan Kelembagaan Internasional (PFKKI) Amiruddin, Pelaksana Tugas Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP) Triono, serta perwakilan dari Basarnas, KNKT, AIRNAV, dan sejumlah unit kerja terkait lainnya.


Sementara itu, delegasi Australia dipimpin Secretary of the Department of Infrastructure, Transport, Regional Development, Communications, Sport and the Arts, Jimm Betts. Forum tersebut juga dihadiri perwakilan otoritas keselamatan transportasi, regulator maritim, serta para pemangku kepentingan dari kedua negara.

Dalam forum itu, kedua negara membahas evaluasi kerja sama keselamatan transportasi yang telah berjalan sekaligus menyusun action plan kerja sama periode 2026–2027. Berbagai isu strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan maritim, koordinasi pencarian dan pertolongan (SAR), hingga investigasi insiden transportasi.

Selain itu, penguatan kebijakan dan regulasi keselamatan transportasi serta peningkatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di sektor transportasi juga menjadi agenda utama yang dibahas secara mendalam.

Pelaksana Tugas Direktur KPLP, Triono, mengungkapkan bahwa dalam rangkaian forum tersebut juga dilaksanakan Subworking Group Meeting antara Direktorat KPLP dan Australian Maritime Safety Authority (AMSA).

“Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah program tindak lanjut di bidang perlindungan lingkungan maritim yang akan dilaksanakan secara kolaboratif,” ujar Triono.

Adapun sejumlah program kerja sama yang akan ditindaklanjuti meliputi Basic Equipment Operation (BEO Training), OILMAP Training, SPILL ASIA, National Plan Exercise Australia, Regional MARPOL Exercise, hingga Oil Sampling Training. Program-program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas penanganan keselamatan dan pencemaran laut di kawasan regional.

Menurut Triono, kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi kedua negara dalam menghadapi tantangan sektor transportasi modern yang semakin kompleks, terutama di kawasan maritim Indo-Pasifik.

“Melalui forum ini, Indonesia dan Australia menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama di sektor transportasi, khususnya dalam mewujudkan sistem transportasi yang selamat, aman, dan berkelanjutan demi mendukung konektivitas regional dan pertumbuhan ekonomi kedua negara,” tutup Triono.

Forum Indonesia-Australia Transport Safety Forum sendiri menjadi bagian penting dalam hubungan bilateral kedua negara yang selama ini aktif menjalin kerja sama di bidang transportasi laut, udara, dan keselamatan publik. Selain memperkuat koordinasi antarotoritas, forum ini juga diharapkan mampu mendorong transfer pengetahuan dan teknologi keselamatan transportasi yang lebih modern dan terintegrasi. (GF)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE