Jubir TPNPB Buka Suara Soal Penembakan di Pintu Masuk FBLB Wamena
Sebby Sambom, angkat bicara terkait insiden penembakan yang terjadi di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Wamena, Sabtu (8/8/2026).
Papuanewsonline.com - 08 Agu 2026, 18:31 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Wamena - Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, angkat bicara terkait insiden penembakan yang terjadi di pintu masuk Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Wamena, Sabtu (8/8/2026).
Sebby Sambom membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Namun, pihaknya belum memberikan keterangan lebih rinci mengenai kronologi versi TPNPB maupun pihak yang bertanggung jawab atas aksi itu.
Menurutnya, pihaknya masih menunggu laporan resmi dan lengkap dari pasukan TPNPB yang berada di lapangan di wilayah Wamena.
"Benar ada penembakan di Wamena, tapi untuk kronologi lengkap kami masih menunggu laporan dari pasukan di lapangan," ujar Sebby Sambom dalam keterangan yang diterima.
Lebih lanjut, Sebby menyebut perayaan festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan 17 Agustus, sehingga harus dibubarkan dengan cara apa pun.
"Kami tegaskan kepada seluruh rakyat Papua untuk tidak perlu merayakan 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan Indonesia. Karena orang Papua tidak pernah ikut berjuang di kemerdekaan Indonesia," tegasnya.
Ia menyatakan, siapa pun yang merayakan kemerdekaan 17 Agustus di tanah Papua wajib ditembak.
"Orang Papua tidak boleh mengibarkan bendera di rumah-rumah. Itu dilarang. Yang mengibarkan bendera di situ, aparat penjaga harus tembak. Begitu. Sekarang kami tegaskan semuanya. Tidak boleh ikut perayaan Indonesia merdeka. Orang tua kami tidak pernah ikut berjuang di kemerdekaan Indonesia. Itu bagian dari program perayaan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Maka kami tolak dan harus tembak, siapa pun yang terlihat," pungkasnya.
Hingga saat ini, aparat keamanan dari Polres Jayawijaya dan Brimob masih melakukan penyelidikan dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Polisi belum merilis pernyataan resmi terkait motif dan identitas pelaku yang masih dikategorikan sebagai Orang Tak Dikenal (OTK).
Editor: OF