logo-website
Sabtu, 11 Apr 2026,  WIT

Keuskupan Timika Gelar Lokakarya: Bangkitkan Pendidikan Katolik Di Tengah Krisis

Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah

Papuanewsonline.com - 11 Apr 2026, 13:25 WIT

Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan

Tampak siswa-siswi saat mengikuti proses belajar-mengajar di salah satu sekolah dasar di Timika

Papuanewsonline.com, Timika – Keuskupan Timika mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan Lokakarya Umum Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan berlangsung pada 14–16 April 2026 di Hotel Swiss-Belinn. Kegiatan ini mengusung tema "Membangun Kembali Pendidikan Katolik di Tanah Papua: Menemukan Terobosan di Tengah Krisis" sebagai upaya mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.


Lokakarya ini digelar menyusul berbagai permasalahan kompleks mulai dari kondisi geografis, keterbatasan tenaga pengajar, pendanaan, hingga dampak konflik sosial yang menyebabkan menurunnya kualitas pendidikan, terutama di daerah pedalaman. Bahkan, sejumlah sekolah yang dulu menjadi kebanggaan kini tidak lagi berfungsi secara optimal.

Forum ini bertujuan mengevaluasi kondisi terkini dan merumuskan arah kebijakan baru yang lebih adaptif.

Sekitar 100 peserta dijadwalkan hadir, mulai dari Uskup Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., para imam, tarekat, pengurus YPPK, kepala sekolah, guru, hingga perwakilan pemerintah dan dunia usaha.

Mereka akan mendiskusikan berbagai solusi berbasis karakter wilayah, baik di daerah konflik, pegunungan, pesisir, maupun perkotaan, dengan menghadirkan praktik terbaik dari tingkat nasional.

Keuskupan berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis dan roadmap yang jelas, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan pendidikan Katolik.

Melalui langkah ini, diharapkan kualitas pendidikan di Papua dapat kembali meningkat dan mencetak generasi yang beriman, berbudaya, dan mandiri.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE