logo-website
Kamis, 23 Jul 2026,  WIT

Klaim TPNPB: 3 Helikopter TNI Tembaki Pemukiman Korowai, Warga Mengungsi ke Hutan

TPNPB Sebut Ibu Hamil, Anak dan Lansia Ikut Mengungsi. TNI Belum Beri Keterangan

Papuanewsonline.com - 23 Jul 2026, 16:52 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Helikopter TNI

Papuanewsonline.com, Jayapura – Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (KOMNAS TPNPB-OPM) mengklaim adanya operasi udara TNI di wilayah Korowai, perbatasan Kabupaten Yahukimo dan Boven Digoel, Papua Selatan, Kamis (23/7/2026).

Klaim itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB.

Dalam rilis tersebut, TPNPB menyebut informasi berasal dari pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBI. Disebutkan, tiga unit helikopter militer melakukan penembakan dari udara ke areal pemukiman warga sipil sejak pagi hari.

"Operasi udara dan penembakan brutal tersebut mengakibatkan warga sipil yang berada di Korowai, perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel mengungsi ke hutan," tulis Sebby dalam siaran pers.

Kelompok Rentan Ikut Mengungsi

TPNPB mengklaim para pengungsi terdiri dari kelompok rentan, meliputi ibu-ibu hamil, anak-anak, dan lansia.

Hingga siaran pers diturunkan, jumlah korban jiwa disebut belum dapat didata karena operasi masih berlangsung.

TPNPB juga menyatakan tidak ada tembakan perlawanan dari pasukannya saat operasi udara itu terjadi.

Desak Hentikan Penggunaan Helikopter dan Senjata Berat

Atas peristiwa yang diklaim tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB meminta aparat militer Indonesia menghentikan penembakan di pemukiman warga sipil.

Mereka juga menyerukan bantuan kemanusiaan untuk warga yang mengungsi.

Dalam rilis yang sama, TPNPB mendesak Presiden Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar menghentikan penggunaan senjata berat seperti helikopter militer, RPG, dan drone dalam operasi di Tanah Papua. Alasannya, berisiko menimbulkan korban sipil.

Belum Ada Konfirmasi Resmi

Hingga berita ini disusun, klaim TPNPB tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. 

Belum ada pernyataan resmi dari TNI, Polri, maupun Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terkait operasi udara di Korowai pada 23/7/2026.

Redaksi masih berupaya menghubungi Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Koops Habema, serta pemerintah daerah Yahukimo dan Boven Digoel untuk konfirmasi dan keberimbangan informasi.

Diketahui, wilayah Korowai merupakan kawasan pedalaman dengan akses terbatas melalui jalur udara dan sungai. Beberapa bulan terakhir, wilayah Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Boven Digoel, juga tercatat sebagai lokasi insiden penembakan pesawat sipil yang diduga melibatkan kelompok bersenjata.

Penulis: Hendrik

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE