logo-website
Senin, 04 Mei 2026,  WIT

KONI Mimika Terancam Dualisme, Tokoh Muda Soroti Dugaan Permainan Pihak Ketiga

Dianu Omaleng Desak Dialog dan Transparansi Legalitas Kepengurusan demi Mencegah Konflik Berkepanjangan yang Dinilai Bisa Mengganggu Persatuan serta Pembinaan Atlet di Mimika

Papuanewsonline.com - 04 Mei 2026, 21:40 WIT

Papuanewsonline.com/ Olahraga

Tokoh muda Mimika, Dianu Omaleng.

Papuanewsonline.com, Mimika — Potensi dualisme kepengurusan di tubuh KONI Mimika mencuat ke publik. Dianu Omaleng, tokoh muda yang menamakan diri “Pelur Anak Negeri”, mempertanyakan siapa dalang di balik potensi perpecahan tersebut.


“Menjaga persatuan sesama anak negeri di Tanah Amungsa Bumi Kamoro jauh lebih baik daripada sekadar urusan struktural,” tegas Dianu dalam pernyataan tertulisnya, 2 Mei 2026. Pada media Papuanewsonline,com.

Rawan Dimanfaatkan Pihak Ketiga 

Dianu mengingatkan, potensi perpecahan di KONI Mimika rawan dimanfaatkan pihak ketiga. Ia menawarkan empat langkah antisipasi agar konflik tidak melebar:

1. Dialog dimediasi akademisi – Pengurus lama dan baru perlu duduk bersama dengan dimediasi tokoh akademisi untuk menetralisir ketegangan sebelum menjadi konflik terbuka.

2. Klarifikasi legalitas transparan – Status SK kepengurusan harus diperjelas secara administratif melalui KONI Provinsi atau Pusat. “Jika administrasi rapi dan transparan, pihak ketiga tidak punya celah hukum untuk memancing di air keruh,” kata Dianu.

3. Fokus pada prestasi atlet – Pihak ketiga biasanya masuk saat ada kekosongan aktivitas akibat konflik. Dengan tetap fokus pada pembinaan atlet dan agenda olahraga, energi masyarakat terarah pada hal positif.

4. Tutup ruang provokasi media – Perpecahan sering diperparah opini di media sosial. Dianu mengusulkan kesepakatan tidak saling menyerang di ruang publik untuk menjaga marwah anak negeri.

Persatuan Benteng Terkuat 

“Persatuan adalah benteng terkuat. Selama komunikasi antar pengurus tetap berjalan dengan kepala dingin, niat pihak ketiga untuk memecah belah tidak akan berhasil,” ujarnya.

Dianu menambahkan, semangat memajukan KONI Mimika di bawah kepemimpinan baru harus dibarengi penyelesaian masa jabatan lama secara terhormat. “Agar tidak meninggalkan api dalam sekam,” tutupnya.

Hingga berita ini dirilis, Papuanewsonline.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pengurus KONI Mimika lama, pengurus baru, serta KONI Provinsi Papua Tengah terkait status kepengurusan dan langkah rekonsiliasi.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE