Pangkogabwilhan III: Pendidikan Karakter Jadi Benteng Generasi Muda Papua Dari Paham Kekerasan
Pangkogabwilhan III menekankan pendidikan karakter sebagai fondasi membangun generasi Papua yang tangguh, berintegritas, dan menolak paham kekerasan.
Papuanewsonline.com - 13 Jul 2026, 19:03 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Mimika – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III), Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan pentingnya pendidikan karakter sebagai benteng utama dalam melindungi generasi muda Papua dari pengaruh paham radikalisme, terorisme, separatisme, ekstremisme, serta kekerasan yang menurutnya diajarkan oleh OPM.
"Pendidikan karakter sejatinya menjadi fondasi untuk membentuk generasi muda Papua yang tangguh, bermoral tinggi, serta berintegritas, sehingga mampu melawan paham-paham kekerasan yang diajarkan OPM."

Untuk melindungi sekaligus menangkal masuknya paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme OPM ke generasi muda Papua, Kogabwilhan III menggunakan kedekatan personel Satgas TNI dengan masyarakat khususnya para orang tua, Mama-Mama Papua untuk mengedukasi pentingnya pendidikan bagi anak-anak, sebagai jalan satu-satunya untuk mengubah nasib, bukan dengan senjata dan kekerasan seperti yang diperlihatkan OPM selama ini.
Syukur Alhamdulillah, Puji Tuhan, saat ini mulai banyak orang tua khususnya Mama-Mama Papua yang menyekolahkan anak-anaknya, apalagi negara dalam hal ini pemerintah Presiden Prabowo Subianto, telah menggelontorkan beragam program pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat hingga beasiswa kepada anak-anak, termasuk anak-anak kita di ufuk timur Indonesia.

Menurut Letjen TNI Lucky Avianto, sekolah menjadi tempat yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak Papua sehingga mereka dapat terbebas dari pengaruh paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme yang sebelumnya mereka lihat maupun diajarkan oleh OPM. Ia kembali menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang bermoral, tangguh, dan berintegritas.
Salah satu parameter keberhasilan orang tua di Papua dalam mendidik anak-anaknya, menurutnya, dapat dilihat dari semakin banyaknya putra-putri Papua yang berhasil lolos seleksi Akademi Militer. Saat ini tercatat sebanyak 25 siswa asal Bumi Cenderawasih menjadi Taruna Akmil yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin TNI di masa depan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sejalan dengan itu, Kogabwilhan III juga mempertebal pengamanan di daerah-daerah rawan agar OPM tidak memiliki kesempatan menanamkan paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme kepada anak-anak Papua. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
Menurut Pangkogabwilhan III, langkah tersebut juga menjadi wujud dukungan TNI terhadap pelaksanaan delapan program Astacita Presiden Prabowo Subianto di wilayah timur Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta penguatan stabilitas keamanan.
Penulis: Jid
Editor: OF