logo-website
Rabu, 11 Feb 2026,  WIT

Pemkab Boven Digoel Gelar Temu Budaya 2025, Perkuat Identitas Lokal dan Dorong Ekonomi Kreatif

Temu Budaya yang berlangsung tiga hari ini menjadi wadah strategis bagi pelaku budaya dari berbagai distrik untuk memperkuat pelestarian tradisi, menumbuhkan pemahaman generasi muda, serta memajukan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Papuanewsonline.com - 05 Des 2025, 19:52 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Tampak para pelaku budaya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Boven Digoel berfoto bersama usai pembukaan Temu Budaya 2025 yang digelar di halaman dan Aula Kantor Bupati Boven Digoel, Tanah Merah, pada Kamis, 5 Desember 2025.

Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel secara resmi membuka kegiatan Temu Budaya dengan Pelaku Budaya 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2025. Agenda kebudayaan ini berlangsung di halaman dan Aula Kantor Bupati Boven Digoel, menghadirkan sebanyak 50 pelaku budaya dari berbagai distrik di wilayah tersebut.


Kegiatan ini mengangkat tema “Suara Budaya Membangun Negeri” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal yang menjadi identitas khas masyarakat Boven Digoel. Tema tersebut juga dipilih untuk mendorong generasi muda agar lebih memahami dan mencintai warisan budaya leluhur.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Marlinus menegaskan bahwa budaya memiliki peran vital dalam membentuk karakter masyarakat. Menurutnya, budaya tidak sekadar peninggalan masa lalu, melainkan fondasi moral yang memperkuat persatuan dalam keberagaman. Melalui kegiatan ini, ia berharap masyarakat semakin menyadari nilai penting kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Boven Digoel juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan budaya melalui penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Upaya tersebut sejalan dengan pendataan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menjadi fokus pengembangan dalam kebijakan kebudayaan daerah.

Selain membahas pelestarian tradisi, kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi para pelaku budaya untuk memperkenalkan karya dan kreativitas mereka. Pemerintah daerah menilai bahwa budaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Temu Budaya 2025 diharapkan mampu memperkuat jejaring antar-pelaku budaya, memperluas ruang ekspresi seni, dan menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai potensi budaya yang dimiliki setiap distrik. Dengan terbangunnya kolaborasi tersebut, pengembangan kebudayaan dinilai akan berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini pula, pemerintah ingin memastikan bahwa keberagaman budaya di Boven Digoel tetap terjaga. Kehadiran pelaku budaya dari berbagai wilayah memberikan warna tersendiri dan memperkaya proses pertukaran budaya antarkomunitas.

Pemerintah daerah berharap Temu Budaya 2025 dapat menjadi momentum penting dalam memperindah keberagaman sekaligus menjadikan adat dan tradisi sebagai energi pembangunan. Dengan pelestarian yang kuat dan pemanfaatan budaya secara kreatif, Boven Digoel diharapkan menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkarakter.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE