Pemkab Boven Digoel Gelar Temu Budaya 2025, Perkuat Identitas Lokal dan Dorong Ekonomi Kreatif
Temu Budaya yang berlangsung tiga hari ini menjadi wadah strategis bagi pelaku budaya dari berbagai distrik untuk memperkuat pelestarian tradisi, menumbuhkan pemahaman generasi muda, serta memajukan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Papuanewsonline.com - 05 Des 2025, 19:52 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Boven Digoel — Pemerintah Kabupaten Boven Digoel secara resmi membuka kegiatan Temu Budaya dengan Pelaku Budaya 2025 yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Desember 2025. Agenda kebudayaan ini berlangsung di halaman dan Aula Kantor Bupati Boven Digoel, menghadirkan sebanyak 50 pelaku budaya dari berbagai distrik di wilayah tersebut.
Kegiatan ini mengangkat tema “Suara
Budaya Membangun Negeri” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam
menjaga dan menghidupkan kembali budaya lokal yang menjadi identitas khas
masyarakat Boven Digoel. Tema tersebut juga dipilih untuk mendorong generasi
muda agar lebih memahami dan mencintai warisan budaya leluhur.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati
Marlinus menegaskan bahwa budaya memiliki peran vital dalam membentuk karakter
masyarakat. Menurutnya, budaya tidak sekadar peninggalan masa lalu, melainkan
fondasi moral yang memperkuat persatuan dalam keberagaman. Melalui kegiatan
ini, ia berharap masyarakat semakin menyadari nilai penting kebudayaan dalam
kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Boven Digoel
juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan budaya melalui
penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Upaya tersebut sejalan
dengan pendataan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang menjadi fokus pengembangan
dalam kebijakan kebudayaan daerah.
Selain membahas pelestarian
tradisi, kegiatan ini juga menjadi ruang penting bagi para pelaku budaya untuk
memperkenalkan karya dan kreativitas mereka. Pemerintah daerah menilai bahwa
budaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi
kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Temu Budaya 2025 diharapkan mampu
memperkuat jejaring antar-pelaku budaya, memperluas ruang ekspresi seni, dan
menghadirkan pemahaman yang lebih luas mengenai potensi budaya yang dimiliki
setiap distrik. Dengan terbangunnya kolaborasi tersebut, pengembangan
kebudayaan dinilai akan berjalan lebih adaptif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini pula,
pemerintah ingin memastikan bahwa keberagaman budaya di Boven Digoel tetap
terjaga. Kehadiran pelaku budaya dari berbagai wilayah memberikan warna
tersendiri dan memperkaya proses pertukaran budaya antarkomunitas.
Pemerintah daerah berharap Temu
Budaya 2025 dapat menjadi momentum penting dalam memperindah keberagaman
sekaligus menjadikan adat dan tradisi sebagai energi pembangunan. Dengan
pelestarian yang kuat dan pemanfaatan budaya secara kreatif, Boven Digoel diharapkan
menuju masa depan yang lebih maju, bermartabat, dan berkarakter.
Penulis: Hendrik
Editor: GF