logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

Pemprov Papua Tengah Perkuat Pendidikan Vokasi, Tekan Pengangguran Orang Asli Papua

Pelatihan berbasis keterampilan dan teknologi diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi serta memperluas kesempatan kerja bagi OAP di berbagai sektor pembangunan

Papuanewsonline.com - 07 Jan 2026, 07:13 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai, saat memberikan pernyataan kepada awak media di ruang kerjanya, Papua Tengah, Selasa (6/1/2026).

Papuanewsonline.com, Papua Tengah — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mengintensifkan program pendidikan dan pelatihan vokasi bagi Orang Asli Papua (OAP) sebagai strategi utama menekan angka pengangguran yang hingga akhir 2025 tercatat mencapai sekitar 14 ribu orang.


Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai, menyampaikan bahwa penguatan vokasi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi juga memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri.

Dalam pernyataannya kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (6/1/2026), Borai menjelaskan bahwa pemerintah telah melaksanakan berbagai program pelatihan vokasi yang mencakup bidang mekanik, pengelasan, komputer, serta menjahit berbasis teknologi. “Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan, mereka bisa membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja lain,” kata Borai.

Ia menilai bahwa pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi kunci agar lulusan pelatihan mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Borai juga menekankan pentingnya peran perusahaan swasta dalam mendukung penyerapan tenaga kerja lokal. Perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah diharapkan memberi prioritas kepada masyarakat setempat, khususnya OAP, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama rendahnya minat masyarakat terhadap sektor-sektor tertentu seperti perkebunan kelapa sawit. Dari ribuan lowongan yang tersedia, jumlah pendaftar dari masyarakat lokal dinilai masih sangat terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut, Borai mendorong adanya regulasi khusus yang mengatur komposisi tenaga kerja, misalnya dengan porsi 80 hingga 90 persen tenaga kerja lokal, agar Orang Asli Papua tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Selain faktor sumber daya manusia, aspek keamanan juga disebut sangat memengaruhi iklim investasi. Stabilitas keamanan dinilai menjadi prasyarat utama agar investor bersedia menanamkan modal, yang pada akhirnya akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Papua.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen menyusun kebijakan ketenagakerjaan jangka panjang agar dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, masyarakat Papua mampu menempati posisi strategis di berbagai sektor pembangunan dan menjadi pelaku utama dalam perekonomian daerah.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE