Pemprov Papua Tengah Perkuat Pendidikan Vokasi, Tekan Pengangguran Orang Asli Papua
Pelatihan berbasis keterampilan dan teknologi diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi serta memperluas kesempatan kerja bagi OAP di berbagai sektor pembangunan
Papuanewsonline.com - 07 Jan 2026, 07:13 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Papua Tengah — Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mengintensifkan program pendidikan dan pelatihan vokasi bagi Orang Asli Papua (OAP) sebagai strategi utama menekan angka pengangguran yang hingga akhir 2025 tercatat mencapai sekitar 14 ribu orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Tengah, Frets James Borai, menyampaikan
bahwa penguatan vokasi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak hanya
bergantung pada lapangan kerja formal, tetapi juga memiliki kemampuan membangun
usaha secara mandiri.
Dalam pernyataannya kepada awak media di ruang kerjanya,
Selasa (6/1/2026), Borai menjelaskan bahwa pemerintah telah melaksanakan
berbagai program pelatihan vokasi yang mencakup bidang mekanik, pengelasan,
komputer, serta menjahit berbasis teknologi. “Harapan kami, setelah mengikuti
pelatihan, mereka bisa membuka lapangan kerja baru dan menyerap tenaga kerja
lain,” kata Borai.
Ia menilai bahwa pengembangan keterampilan praktis yang
relevan dengan kebutuhan pasar kerja menjadi kunci agar lulusan pelatihan mampu
bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.
Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Borai juga
menekankan pentingnya peran perusahaan swasta dalam mendukung penyerapan tenaga
kerja lokal. Perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah diharapkan memberi
prioritas kepada masyarakat setempat, khususnya OAP, sebagai bagian dari
tanggung jawab sosial dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan,
terutama rendahnya minat masyarakat terhadap sektor-sektor tertentu seperti
perkebunan kelapa sawit. Dari ribuan lowongan yang tersedia, jumlah pendaftar
dari masyarakat lokal dinilai masih sangat terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, Borai mendorong adanya
regulasi khusus yang mengatur komposisi tenaga kerja, misalnya dengan porsi 80
hingga 90 persen tenaga kerja lokal, agar Orang Asli Papua tidak hanya menjadi
penonton di tanahnya sendiri.
Selain faktor sumber daya manusia, aspek keamanan juga
disebut sangat memengaruhi iklim investasi. Stabilitas keamanan dinilai menjadi
prasyarat utama agar investor bersedia menanamkan modal, yang pada akhirnya
akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat Papua.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen
menyusun kebijakan ketenagakerjaan jangka panjang agar dalam lima hingga
sepuluh tahun mendatang, masyarakat Papua mampu menempati posisi strategis di
berbagai sektor pembangunan dan menjadi pelaku utama dalam perekonomian daerah.
Penulis: Hend
Editor: GF