logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

Rombongan Pejabat Kabupaten Puncak Diserang Panah Saat Proses Kremasi Jenazah Jori Murib

Kehadiran Wakil Bupati dan Plt Sekda untuk prosesi kremasi jenazah Jori Murib justru diwarnai ketegangan dan kekerasan di tengah konflik antar kelompok masyarakat

Papuanewsonline.com - 06 Jan 2026, 20:53 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak rombongan pejabat Kabupaten Puncak saat diserang di lokasi Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (06/01/2026),

Papuanewsonline.com, Mimika — Situasi keamanan di Distrik Kwamki Narama kembali memanas setelah rombongan pejabat Kabupaten Puncak mengalami serangan panah saat menghadiri prosesi kremasi jenazah Jori Murib di Kampung Amole, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (06/01/2026).


Rombongan yang terdiri dari Wakil Bupati Kabupaten Puncak Naftali Akawal dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Nenu Tambuni datang ke lokasi sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam proses penghormatan terakhir bagi almarhum Jori Murib, yang sebelumnya meninggal akibat terkena panah pada Minggu (04/01/2026).

Namun, kehadiran rombongan pejabat tersebut justru diwarnai aksi penyerangan dari salah satu kelompok masyarakat yang sedang terlibat bentrokan. Serangan terjadi menggunakan panah dan menargetkan area sekitar lokasi kremasi, sehingga memicu kepanikan dan ketegangan di lapangan.

“Kita sangat prihatin dengan kejadian ini yang mengganggu upaya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban,” ujar salah satu petugas keamanan yang berada di lokasi kejadian.

Pantauan langsung menunjukkan bahwa insiden tersebut terjadi tepat saat Wakil Bupati dan Plt Sekda Kabupaten Puncak hendak meninjau lokasi kremasi yang telah dipersiapkan. Situasi yang semula kondusif berubah menjadi mencekam dalam waktu singkat akibat aksi penyerangan tersebut.

Penyerangan diduga kuat berkaitan dengan penolakan terhadap pelaksanaan kremasi jenazah Jori Murib. Informasi di lapangan menyebutkan bahwa kedua kelompok yang berada di sekitar wilayah Polsek Kwamki Narama belum mencapai kesepakatan, dan salah satu pihak secara tegas menolak prosesi kremasi, sehingga memicu aksi kekerasan terhadap rombongan pejabat.

Aparat keamanan gabungan dari Batalyon B Satbrimob, Polres Mimika, dan Polsek Kwamki Narama segera bergerak cepat untuk mengamankan situasi. Upaya pengendalian dilakukan dengan pembubaran massa penyerang menggunakan gas air mata guna mencegah konflik meluas dan jatuhnya korban tambahan.

“Kami bertindak cepat untuk melindungi pejabat dan memastikan tidak ada korban tambahan,” jelas Kapolsek Kwamki Narama dalam keterangan singkatnya di lokasi.

Setelah kondisi dinyatakan relatif terkendali, Wakil Bupati Naftali Akawal dan Plt Sekda Nenu Tambuni langsung diamankan dan dievakuasi keluar dari wilayah Kwamki Narama menggunakan kendaraan dinas. Sementara itu, prosesi kremasi jenazah Jori Murib terpaksa ditunda hingga tercapai kesepakatan antara kedua kelompok yang bertikai demi menjamin keamanan dan ketertiban bersama.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE