Perekonomian Mimika Turun Drastis, Berpotensi Pengaruhi Daya Beli Masyarakat
BPS Kabupaten Mimika mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 11,33 persen
Papuanewsonline.com - 23 Jun 2026, 19:44 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tahun 2026 mengalami penurunan sebesar 11,33 persen. Angka ini menjadi salah satu yang terendah secara nasional, dipicu oleh menyusutnya produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan kontribusi lebih dari 80 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto.
Kepala BPS Mimika, Dian Sudarmanto, menjelaskan bahwa
besarnya dominasi sektor pertambangan membuat setiap perubahan kinerja PTFI
berdampak langsung dan signifikan bagi kondisi ekonomi daerah.
“Ketika ada penurunan atau perubahan pada tingkat produksi,
dampaknya akan terasa menyeluruh di seluruh lini perekonomian Mimika,” ujarnya.
Data menunjukkan penurunan produksi emas yang sangat tajam.
Pada triwulan I 2025, produksi mencapai 284 ribu ton, namun pada periode yang
sama tahun 2026 turun drastis menjadi hanya sekitar 92 ribu ton.
Penurunan inilah yang menjadi faktor utama kontraksi ekonomi
yang tercatat dalam laporan BPS.
Dampaknya tidak hanya terbatas pada sektor pertambangan,
melainkan merambah ke sektor lain seperti konstruksi, perdagangan, hingga daya
beli masyarakat.
Menurunnya pendapatan perusahaan memengaruhi besaran upah
dan tunjangan karyawan, yang pada akhirnya mengurangi tingkat konsumsi serta
pendapatan usaha di sektor jasa dan perdagangan.
Bahkan, kondisi ini berpotensi memengaruhi penentuan besaran
Upah Minimum Kabupaten ke depannya.
Penulis: Jid
Editor: GF