Setahun Saja! Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan & Hemat Rp170 T Dari Solar
Presiden Prabowo Subianto mengejutkan Sidang Tahunan MPR dengan pengumuman besar: Indonesia swasembada 8 komoditas pangan hanya dalam 1 tahun.
Papuanewsonline.com - 15 Agu 2026, 06:04 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengejutkan Sidang Tahunan MPR dengan pengumuman besar: Indonesia swasembada 8 komoditas pangan hanya dalam 1 tahun. Padahal target awalnya 4 sampai 5 tahun.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
8 Komoditas Tembus Swasembada
Prabowo merinci delapan komoditas yang kini sudah bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri.
"Kita sekarang swasembada beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah," sebut Prabowo.
"Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun," lanjutnya.
Menurutnya, kemandirian pangan bukan lagi pilihan di tengah dunia yang dilanda konflik geopolitik, perang dagang, dan gangguan rantai pasok global.
"Bangsa yang kuat harus mampu memberi makan rakyatnya sendiri," tegasnya.
Bongkar Belenggu Petani: 145 Aturan Pupuk Dihapus
Prabowo menyebut kunci cepatnya swasembada ada pada pembenahan di hulu. Pemerintah memangkas 145 aturan yang selama ini membelit penyaluran pupuk.
Hasilnya, harga pupuk turun 20 persen.
"Ketika kita berbicara tentang pupuk, kita berbicara tentang pendapatan petani, harga pangan, dan kedaulatan bangsa," kata Prabowo.
Pemerintah kini fokus mengejar swasembada untuk 4 komoditas tersisa: bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau. Untuk protein, Prabowo menyebut Indonesia sudah aman lewat ikan, telur, dan daging ayam.
Bonus: Swasembada Energi, Hemat Rp170 Triliun
Tak hanya pangan, Prabowo juga mengumumkan tonggak di sektor energi. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia resmi stop impor solar berkat produksi diesel B50.
Langkah itu menghemat devisa negara sekitar Rp170 triliun atau setara 9,5 miliar dolar AS dalam setahun.
Tanggapan Pimpinan MPR & DPD
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi capaian tersebut. "Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya," ujarnya.
Senada, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan agar pengelolaan sumber daya tetap berpihak ke rakyat. "Pengelolaan sumber daya alam kita harus berlandaskan pada keadilan, keberlanjutan, dan kelestarian ekologi," tegas Muzani.
Penulis: Hendrik
Editor: OF