Transformasi Prabowo “Mencabut Duri Dalam Daging”: Hemat Rp112 T, Swasembada, Stop Impor Solar
Presiden Prabowo Subianto menyebut transformasi ekonomi yang dijalankannya ibarat "mencabut duri dalam daging". Sakit di awal, tapi hasilnya mulai terasa.
Papuanewsonline.com - 15 Agu 2026, 06:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyebut transformasi ekonomi yang dijalankannya ibarat "mencabut duri dalam daging". Sakit di awal, tapi hasilnya mulai terasa: uang negara terselamatkan, pangan mandiri, dan impor solar dihentikan.
Hal itu ditegaskan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2026.
Rp112 Triliun Uang Negara Diselamatkan
Prabowo membuka laporannya dengan capaian pengawasan. Sepanjang 2025, rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan - BPK berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp112 triliun.
"BPK menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat," kata Prabowo.
Kepercayaan dunia ke auditor Indonesia juga naik. BPK terpilih sebagai Ketua INTOSAI periode 2028–2031 dan anggota UN Board of Auditors 2026–2032.
Swasembada Pangan Tempuh 1 Tahun, Bukan 4 Tahun
Capaian kedua ada di sektor pangan. Target swasembada yang awalnya 4 tahun, berhasil dikejar dalam 1 tahun.
Caranya: pemerintah memangkas 145 aturan ribet penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk 20 persen. Hasilnya, produksi naik. PT Pupuk Indonesia bahkan catat keuntungan melonjak 252,8 persen.
"Karena kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang kita targetkan tercapai empat tahun ternyata berhasil kita capai dalam satu tahun," ujar Prabowo.
Menurutnya, ini jadi bantalan penting saat dunia menghadapi ketidakpastian pasokan dan ancaman El Niño.
Stop Impor Solar, Hemat Rp170 Triliun
Bonus ketiga datang dari energi. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia stop impor solar lewat produksi diesel B50. Devisa yang dihemat: sekitar Rp170 triliun per tahun.
"Memang Perih, Tapi Harus" Kata DPD
Transformasi ini diakui tidak mudah. Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menyebutnya sebagai proses menyakitkan tapi perlu.
"Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging. Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh," kata Sultan.
Sultan menilai integrasi kebijakan ini kini mulai berbuah. "Menuntut keberanian mengambil keputusan yang tidak mudah demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, dan berdaya saing," tuturnya.
Data Makro Menguat
Juru Bicara Gerindra Astrio Feligent menambahkan indikator ekonomi juga mendukung. Kuartal II-2026 ekonomi tumbuh 5,29 persen, inflasi 2,88 persen, pengangguran 4,65 persen.
"Capaian ekonomi harus diapresiasi, tetapi tidak meniadakan pekerjaan rumah seperti pengangguran dan kemiskinan," kata Astrio.
Penulis: Hendrik
Editor: OF