Stok LPG Mimika Menipis Akibat Pasokan Nasional, Diperkirakan Normal Kembali pada 20 Mei
Kelangkaan elpiji atau LPG di Mimika disebabkan pasokan nasioonal yang menipis, menurut Disperindag diperkirakan normal kembali pada 20 mei 2026
Papuanewsonline.com - 11 Mei 2026, 20:12 WIT
Papuanewsonline.com/ Ekonomi
Papuanewsonline.com, Timika – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, menyampaikan keterangan usai apel pagi di Pusat Pemerintahan SP 3, Senin (11/5/2026). Ia menjelaskan bahwa kelangkaan elpiji atau LPG yang dirasakan masyarakat bukanlah masalah lokal semata, melainkan dampak dari keterbatasan pasokan secara nasional.
Kondisi ini terjadi karena sebagian kebutuhan masih
bergantung pada barang impor, ditambah lagi dengan keterlambatan jadwal
kedatangan kapal pengangkut yang membuat distribusi ke daerah menjadi terhambat
dan stok di pasaran menipis.
Kabar baiknya, situasi ini diprediksi akan berubah total
mulai tanggal 20 Mei mendatang. Pasokan untuk wilayah Mimika dipastikan kembali
normal dengan kuota mencapai 7 metrik ton setiap minggunya, sehingga masyarakat
diharapkan kembali mudah memperoleh LPG di pengecer maupun toko.
Meski demikian, kenaikan harga yang terjadi saat ini adalah
dampak logis dari lonjakan biaya pengangkutan dari Makassar maupun Surabaya
akibat mahalnya bahan bakar kapal, yang tercatat naik sekitar 12 persen atau
bertambah Rp40.000 per pengiriman.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak
dan hemat dalam menggunakan energi, mengingat tantangan ketersediaan bahan
bakar masih dirasakan di tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, pengawasan ketat terus dilakukan di kawasan
Pasar Timika oleh 20 petugas yang bekerja dalam dua shift.
“Semoga situasi pasokan dan harga ini segera kembali stabil
sepenuhnya seperti sedia kala. Mari kita saling mendukung dengan menggunakan
energi secukupnya demi kebaikan kita semua dan kelancaran bersama,” ujar
Sabelina.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas
pengertian, kesabaran, serta kerja sama seluruh masyarakat Mimika dalam
menghadapi kondisi ini dengan tertib.
Penulis: Jid
Editor: GF