Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan Kesehatan Mental Masyarakat Prafi, Papua
Layanan kesehatan mental di wilayah pedalaman Papua masih menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari minimnya tenaga kesehatan hingga jarak tempuh yang jauh ke fasilitas pelayanan.
Papuanewsonline.com - 26 Agu 2026, 22:39 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Manokwari — Layanan kesehatan mental di wilayah pedalaman Papua masih menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari minimnya tenaga kesehatan hingga jarak tempuh yang jauh ke fasilitas pelayanan.
Menyadari hal tersebut, Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga hadir di Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, dengan membawa program pemberdayaan Pos Pelayanan Keluarga Mandiri guna meningkatkan kualitas kesehatan psikologis masyarakat desa transmigrasi.
Ketua Tim, Prof. Endang Retno Surjaningrum, menjelaskan bahwa program ini secara khusus menyasar penguatan kesehatan mental yang selama ini belum mendapat perhatian layanan secara memadai.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan skrining kesehatan mental sebenarnya sudah mulai dilakukan, namun pemahaman tenaga kesehatan mengenai langkah selanjutnya masih belum mendalam.
Oleh karena itu, tim hadir tidak hanya untuk mengedukasi, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan jiwa.
Program akan berjalan bertahap selama empat bulan. Diawali dengan survei kesejahteraan mental masyarakat, kemudian dibentuk manajemen di sepuluh lokasi Posyan-Ga.
Di setiap lokasi akan dilatih tiga kader remaja dan dua kader dewasa agar mampu menjadi pelopor kesehatan mental di lingkungannya.
Materi mencakup kesehatan mental remaja, pembentukan kepercayaan diri, serta kesehatan mental ibu dan anak. Modul dan buku manual pun disiapkan agar ilmu dapat terus diwariskan.
Kendala yang dihadapi tidak hanya berupa medan yang berjauhan dan pegunungan, tetapi juga pemahaman masyarakat yang masih baru terhadap konsep kesehatan mental.
Tim pun menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Dukungan penuh dari pihak puskesmas, kepala kampung, dan karang taruna menjadi kunci agar program ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi bagian dari pelayanan rutin masyarakat.
Penulis: Jid
Editor: OF