logo-website
Kamis, 20 Agu 2026,  WIT

Titiek Soeharto dan Kapolri Dorong Swasembada Bawang Putih: Gerakan Nyata, Bukan Sekadar Seremoni

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antarlembaga untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan bawang putih secara mandiri.

Papuanewsonline.com - 20 Agu 2026, 09:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Siti Hediati Soeharto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo turut hadir dalam penanaman bawang putih serentak pada Rabu (19/8/2026).

Papuanewsonline.com, Lombok Timur— Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, turut hadir dalam penanaman bawang putih serentak, panen raya, serta peletakan batu pertama Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (19/8/2026). 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antarlembaga untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan bawang putih secara mandiri.

Titiek Soeharto menegaskan bahwa penanaman serentak ini harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni. 

“Indonesia pernah swasembada bawang putih. Saat ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengulang kejayaan tersebut,” ujarnya. 

Diperlukan kerja sama menyeluruh dari hulu hingga hilir: ketersediaan benih unggul, pupuk, alat pertanian, pendampingan, hingga kepastian pasar dan harga yang menguntungkan petani. 

Tanpa ekosistem yang kuat, peningkatan produksi belum tentu membawa kesejahteraan bagi para penggarap.

Sejauh ini, lahan terverifikasi mencapai 2.593,1 hektare tersebar di 17 Polda, di mana 927,6 hektare telah ditanami dengan potensi hasil 9.276 ton. 

Pada penanaman serentak hari ini, 279,5 hektare digarap oleh 2.174 petani dengan potensi 2.795 ton. 

Polda NTB memimpin dengan 120 hektare, diikuti Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Tiga Polda lainnya di wilayah Sulawesi akan menyusul sesuai masa tanam masing-masing. 

Hasil panen raya di 105 hektare juga diproyeksikan menghasilkan 1.050 ton bawang putih.

Kapolri menyampaikan bahwa upaya ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia berdiri tegak dalam ketahanan pangan di tengah ketidakpastian dunia. 

Saat ini kebutuhan bawang putih nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru berkisar 34.000–40.000 ton, sehingga ketergantungan impor masih mencapai 90–95 persen. 

Dengan dukungan gudang penyimpanan, alat pertanian, dan pupuk yang diserahkan, diharapkan pascapanen dapat terjaga kualitasnya dan petani memperoleh manfaat yang nyata.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE