logo-website
Selasa, 31 Mar 2026,  WIT

Anggota Polisi di Dogiyai Tewas Dibunuh OTK, Aparat Tingkatkan Kewaspadaan

Insiden pembunuhan terhadap seorang anggota Polres Dogiyai di Papua pada Selasa siang memicu peningkatan pengamanan dan imbauan kewaspadaan bagi seluruh personel untuk tidak beraktivitas seorang diri selama situasi masih dalam penyelidikan

Papuanewsonline.com - 31 Mar 2026, 18:39 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak jenazah korban anggota kepolisian yang menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal di Kabupaten Dogiyai, Papua, Selasa (31/03/2026)

Papuanewsonline.com, Dogiyai – Suasana duka menyelimuti jajaran kepolisian di Kabupaten Dogiyai, Papua, setelah seorang anggota polisi dilaporkan tewas dibunuh oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Selasa (31/3/2026). Peristiwa ini langsung memicu peningkatan kewaspadaan di kalangan personel kepolisian setempat.


Informasi yang diterima menyebutkan, korban merupakan anggota Polres Dogiyai bernama Yupentus Edowai. Insiden tersebut sontak mengejutkan rekan-rekan sesama aparat, mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut memang kerap menjadi perhatian.

Dalam pesan yang beredar melalui grup komunikasi internal dan diterima media ini melalui WhatsApp, salah satu rekan korban menyampaikan imbauan agar seluruh personel meningkatkan kewaspadaan.

"Selamat siang komandan, Senior dan Rekans... Hari ini rekan kita Polres Dogiyai di Bunuh oleh OTK untuk itu Rekan-Rekan jangan ada yang bepergian sendiri-sendiri," demikian pernyataan dari salah satu rekan polisi yang diterima media papuanewsonline,com. via WhatsApp.

Korban diketahui bernama Yupentus Edowai yang disebut tinggal di wilayah Barang Barat. Hingga kini, motif di balik pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.


Menyusul kejadian ini, seluruh personel di wilayah Dogiyai diminta untuk tidak bepergian seorang diri, terutama saat bertugas di lapangan maupun di luar jam dinas. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, pengamanan di sejumlah titik rawan juga dikabarkan telah diperketat. Aparat melakukan patroli dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang menimpa aparat keamanan di wilayah pegunungan Papua, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat terkait kronologi lengkap, identitas pelaku, maupun langkah lanjutan yang sedang dilakukan.

Media ini akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak berwenang.

 

Penulis: Hend

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE