logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT

TPNPB Kodap IV Sorong Raya Klaim Serang Pos Militer di Maybrat, 8 Aparat Tewas dan Senjata Disita

TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah melakukan serangan terhadap pos militer Indonesia di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat

Papuanewsonline.com - 27 Mar 2026, 21:15 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Satu pucuk senjata FN Minimi MK3 buatan Belgia dan satu pucuk senjata M4 yang dirampas oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya.

Papuanewsonline.com, Maybrat - TPNPB Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah melakukan serangan terhadap pos militer Indonesia di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua pada 22 Maret 2026. Dalam siaran persnya, TPNPB menyatakan bahwa serangan tersebut dipimpin oleh Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya, Mayor Manfred Fatem, dan berhasil menewaskan 8 orang aparat militer Indonesia.


TPNPB juga mengklaim telah menyita beberapa senjata dan amunisi milik militer Indonesia, termasuk satu pucuk senjata FN Minimi MK3 buatan Belgia, satu pucuk senjata M4, 2 unit magazen, dan 49 butir amunisi kaliber 5.56. Seluruh logistik militer Indonesia yang telah disita telah menjadi aset TPNPB Kodap IV Sorong Raya dan akan digunakan dalam medan perang di Papua demi merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua.

Dalam pernyataan resminya, TPNPB Kodap IV Sorong Raya menuntut agar pemerintah Indonesia mengakui TPNPB sebagai kelompok yang berjuang untuk kemerdekaan Papua dan berhenti menyebut mereka sebagai kelompok kriminal. TPNPB juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI, Agus Subianto, untuk mengakui seluruh anggotanya yang telah tewas dalam pertempuran di Maybrat.


TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga meminta bantuan kemanusiaan untuk warga sipil yang terkena dampak konflik, karena akibat dari konflik tersebut telah mengakibatkan 105.878 warga sipil mengungsi secara internal di Tanah Papua. TPNPB juga menuntut agar aparat militer Indonesia segera ditarik keluar dari pemukiman warga sipil dan berhenti melakukan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil.

TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga menyatakan bahwa mereka tidak membutuhkan pembangunan jalan, jembatan, maupun uang, karena perang yang dilakukan hanya untuk kemerdekaan bangsa Papua. Mereka juga meminta kepada seluruh warga sipil untuk tidak percaya dengan ucapan pemerintah Indonesia yang menyatakan bahwa wilayah Maybrat sudah aman, karena TPNPB masih melakukan operasi.

Dalam siaran persnya, TPNPB Kodap IV Sorong Raya juga mengultimatum kepada seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang bekerja sebagai pedagang kaki lima, tukang ojek, tukang bangunan, ASN, dan imigran Indonesia yang sedang mencuri emas dan hasil kekayaan alam Papua agar segera keluar dari wilayah perang.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE