logo-website
Jumat, 27 Mar 2026,  WIT

Kericuhan Maluku Tenggara Memanas, Dua Perwira Polisi Terluka Akibat Panah Wayer

Bentrok dini hari di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, menyebabkan Wakapolres dan Kasat Reskrim Maluku Tenggara terkena panah wayer, sementara laporan awal menyebut adanya korban jiwa dan kerusakan rumah warga

Papuanewsonline.com - 27 Mar 2026, 14:36 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Aparat kepolisian yang mengalami luka akibat panah wayer tampak mendapatkan penanganan medis usai insiden kericuhan di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Jumat (27/3/2026).

Papuanewsonline.com, Maluku Tenggara - Kericuhan yang terjadi di wilayah Maluku Tenggara pada Jumat (27/3/2026) dini hari menyebabkan dua pejabat kepolisian mengalami luka serius akibat serangan panah wayer.

Insiden tersebut berlangsung di Desa Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, dan langsung mendapat penanganan aparat keamanan yang bergerak cepat ke lokasi kejadian.

Dua perwira yang menjadi korban adalah Wakapolres Maluku Tenggara, Kompol Jufri Djawa, serta Kasat Reskrim, AKP Barry Talabessy. Keduanya mengalami luka akibat terkena panah wayer saat berada di lokasi kericuhan.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut situasi di lapangan bermula dari keributan yang kemudian berkembang menjadi bentrokan.

"Benar, biasalah ribut-ribut, saya sekarang ada di TKP," ujarnya.

Setelah kejadian, kedua korban segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.


Selain korban dari pihak kepolisian, informasi awal dari lapangan juga menyebutkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Setidaknya dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Kericuhan juga mengakibatkan kerusakan cukup besar, dengan puluhan rumah warga dilaporkan terbakar dan mengalami kerusakan akibat bentrokan yang terjadi.

Hingga saat ini, motif pasti di balik kericuhan tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab serta pihak-pihak yang terlibat.

Sementara itu, situasi di lokasi kejadian masih dalam pengamanan ketat aparat gabungan untuk mencegah terjadinya kericuhan lanjutan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE