Bupati Jayapura Gelar Lomba Pondok Natal 2025 yang Libatkan Juri dari Umat Muslim
Bupati Jayapura Tegaskan Lomba Pondok Natal Tahun Ini Bukan Sekadar Perayaan Keagamaan, Tapi Simbol Kebersamaan, Kreativitas, dan Toleransi Antarumat Beragama di Tanah Papua
Papuanewsonline.com - 16 Okt 2025, 15:54 WIT
Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya
Papuanewsonline.com, Jayapura — Menjelang perayaan Natal tahun 2025, suasana di Kabupaten Jayapura mulai terasa hangat dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar Lomba Pondok Natal yang digelar serentak mulai dari Distrik Airu hingga Kaureh, melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya.
Kegiatan tahunan ini bukan hanya
ajang mempercantik lingkungan dengan hiasan Natal yang meriah, tetapi juga
menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, mempererat
kebersamaan, dan meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama
menjadi ciri khas kehidupan di Bumi Kenambai Umbai.
Dalam keterangannya kepada awak
media, Bupati Jayapura menegaskan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini mengandung
pesan mendalam tentang kebersamaan lintas iman. Menurutnya, panitia penilai
atau dewan juri bukan berasal dari umat Kristen, melainkan dari kalangan umat
Muslim yang turut berperan aktif dalam proses penilaian lomba pondok Natal.
“Ini merupakan bentuk nyata dari
toleransi umat beragama di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati
Jayapura dengan penuh semangat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura bisa hidup berdampingan,
saling menghormati, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan keyakinan.”
Kebijakan tersebut mendapat
apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai mencerminkan semangat
keberagaman yang kuat di Papua. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat Natal
tidak hanya milik umat Kristen, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat
persaudaraan antarwarga.
Selain menjadi ajang perayaan
rohani, lomba pondok Natal juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan
kreativitas masyarakat. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan konsep
pondok Natal yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki pesan
moral, lingkungan, atau sosial yang kuat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin
semua masyarakat Jayapura — tanpa memandang agama atau latar belakang — bisa
berpartisipasi dan menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut Natal,”
lanjut Bupati.
Bupati Jayapura juga menekankan
bahwa panitia akan menilai kreativitas berdasarkan unsur artistik, kekompakan
tim, pesan sosial, serta kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lomba ini tidak
hanya berfokus pada dekorasi, tetapi juga nilai kebersamaan yang terkandung di
dalamnya.
Lomba pondok Natal 2025 ini akan
berlangsung selama beberapa hari di berbagai distrik. Puncak acara akan digelar
di Distrik Jayapura, tempat para pemenang diumumkan dan mendapatkan penghargaan
langsung dari pemerintah daerah.
Kegiatan ini juga diharapkan
menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial menjelang pergantian tahun,
sekaligus menunjukkan wajah Jayapura sebagai daerah yang damai dan penuh
harmoni.
“Semangat Natal tahun ini bukan
hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menyalakan lilin kasih dan
toleransi di hati setiap warga Jayapura,” tutup Bupati dengan penuh harapan.
Penulis: Hendrik
Editor: GF