logo-website
Jumat, 09 Jan 2026,  WIT

Bupati Jayapura Gelar Lomba Pondok Natal 2025 yang Libatkan Juri dari Umat Muslim

Bupati Jayapura Tegaskan Lomba Pondok Natal Tahun Ini Bukan Sekadar Perayaan Keagamaan, Tapi Simbol Kebersamaan, Kreativitas, dan Toleransi Antarumat Beragama di Tanah Papua

Papuanewsonline.com - 16 Okt 2025, 15:54 WIT

Papuanewsonline.com/ Seni & Budaya

Bupati Jayapura saat diwawancarai awak media usai memberikan keterangan tentang pelaksanaan Lomba Pondok Natal 2025 di Jayapura, Kamis (16/10/2025).

Papuanewsonline.com, Jayapura — Menjelang perayaan Natal tahun 2025, suasana di Kabupaten Jayapura mulai terasa hangat dan penuh semangat. Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar Lomba Pondok Natal yang digelar serentak mulai dari Distrik Airu hingga Kaureh, melibatkan partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya.


Kegiatan tahunan ini bukan hanya ajang mempercantik lingkungan dengan hiasan Natal yang meriah, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas, mempererat kebersamaan, dan meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama yang telah lama menjadi ciri khas kehidupan di Bumi Kenambai Umbai.

Dalam keterangannya kepada awak media, Bupati Jayapura menegaskan bahwa pelaksanaan lomba tahun ini mengandung pesan mendalam tentang kebersamaan lintas iman. Menurutnya, panitia penilai atau dewan juri bukan berasal dari umat Kristen, melainkan dari kalangan umat Muslim yang turut berperan aktif dalam proses penilaian lomba pondok Natal.

“Ini merupakan bentuk nyata dari toleransi umat beragama di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura,” ujar Bupati Jayapura dengan penuh semangat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Jayapura bisa hidup berdampingan, saling menghormati, dan bekerja sama tanpa melihat perbedaan keyakinan.”

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak karena dinilai mencerminkan semangat keberagaman yang kuat di Papua. Lomba ini menjadi bukti bahwa semangat Natal tidak hanya milik umat Kristen, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat persaudaraan antarwarga.

Selain menjadi ajang perayaan rohani, lomba pondok Natal juga diharapkan dapat mendorong inovasi dan kreativitas masyarakat. Setiap peserta ditantang untuk menampilkan konsep pondok Natal yang tidak hanya indah dan menarik, tetapi juga memiliki pesan moral, lingkungan, atau sosial yang kuat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin semua masyarakat Jayapura — tanpa memandang agama atau latar belakang — bisa berpartisipasi dan menunjukkan semangat gotong royong dalam menyambut Natal,” lanjut Bupati.

Bupati Jayapura juga menekankan bahwa panitia akan menilai kreativitas berdasarkan unsur artistik, kekompakan tim, pesan sosial, serta kebersihan lingkungan. Dengan begitu, lomba ini tidak hanya berfokus pada dekorasi, tetapi juga nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya.

Lomba pondok Natal 2025 ini akan berlangsung selama beberapa hari di berbagai distrik. Puncak acara akan digelar di Distrik Jayapura, tempat para pemenang diumumkan dan mendapatkan penghargaan langsung dari pemerintah daerah.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial menjelang pergantian tahun, sekaligus menunjukkan wajah Jayapura sebagai daerah yang damai dan penuh harmoni.

“Semangat Natal tahun ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menyalakan lilin kasih dan toleransi di hati setiap warga Jayapura,” tutup Bupati dengan penuh harapan.




Penulis: Hendrik
Editor: GF

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE