logo-website
Rabu, 22 Apr 2026,  WIT

Ditjen Hubla Gandeng PSN, Layanan Digital Pelabuhan 3TP Diperkuat Berbasis Satelit

Kolaborasi strategis di Kementerian Perhubungan dorong konektivitas wilayah perbatasan sekaligus memperkuat kedaulatan data nasional melalui digitalisasi layanan kepelabuhanan di Pelabuhan Korido

Papuanewsonline.com - 21 Apr 2026, 23:18 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak foto bersama jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kantor UPP Kelas III Korido, dan PT Pasifik Satelit Nusantara usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Ruang Sriwijaya, Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Papuanewsonline.com, Jakarta — Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus memperkuat layanan digital di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) melalui pemanfaatan teknologi satelit. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido dengan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) di Ruang Sriwijaya, Gedung Kemenhub, Jakarta, Selasa (21/4).


Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, dan Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara, Heru Dwi Kartono, serta disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud.

Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam transformasi digital sektor maritim, khususnya di wilayah 3TP yang selama ini menghadapi keterbatasan akses teknologi.

"Pelabuhan Korido memiliki peran strategis di Kawasan Pasifik sebagai pintu gerbang logistik dan penggerak ekonomi. Namun, tantangan geografis seringkali menjadi kendala dalam akses teknologi informasi," ungkapnya.

Melalui kerja sama ini, berbagai kendala teknis seperti keterbatasan jaringan komunikasi yang selama ini menghambat pelaporan administrasi kapal dan aktivitas pelabuhan diharapkan dapat teratasi secara signifikan.

"Manfaat nyata dari sistem ini adalah terciptanya efisiensi operasional yang maksimal dan transparansi data secara real-time langsung dari perbatasan Pasifik ke pusat data nasional," jelas Dirjen Masyhud.

Senada dengan itu, Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi solusi konkret dalam menjawab keterbatasan infrastruktur digital di wilayah perbatasan.

"Kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan sinergitas layanan digitalisasi kepelabuhanan dan angkutan di perairan. Pemanfaatan teknologi satelit diharapkan mampu menghadirkan konektivitas digital yang andal, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial," ungkap Willem.

Ia juga menekankan bahwa penguatan kedaulatan data menjadi aspek penting dalam pengelolaan sektor maritim, mengingat data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan merupakan aset strategis negara.

"Melalui kerja sama ini, kita berharap sistem layanan menjadi lebih lancar tanpa terkendala permasalahan jaringan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Pasifik Satelit Nusantara, Heru Dwi Kartono, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi digital nasional melalui penyediaan infrastruktur satelit yang andal.

"Kerjasama ini bagi kami merupakan langkah strategis dalam mendukung transformasi digital, khususnya di sektor maritim lebih khusus lagi dalam meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di wilayah 3TP. Sebagai perusahaan yang bergerak di layanan telekomunikasi dan konektivitas, kami meyakini bahwa akses komunikasi merupakan fondasi penting bagi efisiensi operasional, keselamatan pelayaran, dan kedaulatan data nasional," kata Heru.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak luas bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

"Melalui kerjasama ini kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan. Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara," pungkasnya.

Dengan integrasi teknologi satelit ini, Ditjen Perhubungan Laut optimistis layanan kepelabuhanan akan semakin efisien, transparan, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia. (GF)

 

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE