logo-website
Rabu, 08 Apr 2026,  WIT

Front Rakyat Papua Gelar Demo Damai Di Timika, Tolak Investasi Dan Militerisme di Papua

Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai

Papuanewsonline.com - 07 Apr 2026, 18:44 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Tampak Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai di kawasan Bundaran Petrosea, pada Selasa (7/4/2026).

Papuanewsonline.com, Timika – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Papua wilayah Timika menggelar aksi demonstrasi damai pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 09.30 WIT. Massa mulai berkumpul dan memadati kawasan Bundaran Petrosea sebagai titik awal pergerakan. Di lokasi tersebut, para pengunjuk rasa sempat menyampaikan orasi pembuka berisi sejumlah tuntutan krusial sebelum melanjutkan perjalanan menuju pusat pemerintahan.


Sambil membawa berbagai atribut seperti pduk dan pamflet, massa menyuarakan penolakan tegas terhadap investasi skala besar serta praktik militerisme di tanah Papua. Tulisan-tulisan dalam pduk tersebut mencerminkan kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat kecil.

Setelah berkonsolidasi di bundaran, massa kemudian melakukan long march dengan tertib menuju gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika di Jalan Cenderawasih.

Setibanya di kantor parlemen, massa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung di hadapan para legislator yang hadir. Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari personel Polres Mimika guna memastikan situasi tetap kondusif dan arus lalu lintas di sekitar lokasi tidak terganggu.

Petugas kepolisian tampak bersiaga penuh di sepanjang rute perjalanan hingga halaman gedung DPRK untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam orasinya, Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap), Riman Onawame, melontarkan kritik tajam mengenai legitimasi pihak-pihak yang kerap mengatasnamakan masyarakat Papua.

Ia juga menyoroti peran lembaga legislatif yang dianggap belum memberikan dampak nyata serta perlindungan maksimal bagi kepentingan warga lokal.

Aksi berlangsung dengan penyampaian pendapat yang lugas namun tetap menjaga ketertiban umum hingga seluruh rangkaian kegiatan aspirasi tersebut selesai dilaksanakan.

 

Penulis: Jid

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE