logo-website
Rabu, 26 Agu 2026,  WIT

Hadapi Cuaca Ekstrem, Kabupaten Puncak Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Senin, 24 Agustus 2026.

Papuanewsonline.com - 25 Agu 2026, 12:12 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Dokumentasi

Papuanewsonline.com, Ilaga — Pemerintah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, resmi menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari terhitung sejak Senin, 24 Agustus 2026. Penetapan ini diambil untuk menangani dampak cuaca ekstrem berupa kemarau berkepanjangan, hujan es, serta kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah tersebut. 


Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S.Sos., menyampaikan hal itu seusai rapat bersama jajaran Forkopimda, TNI, dan Polri di Gome.

Dampak cuaca ekstrem akibat fenomena El Niño kini dirasakan di hampir seluruh 25 distrik di Kabupaten Puncak. 

Hujan es telah merusak tanaman warga, sementara kekeringan memicu kebakaran hutan dan lahan yang asapnya kini melanda ibu kota kabupaten. 

Api bahkan sempat merambat hingga ke permukiman dan mengancam rumah warga. 

Selain itu, ketersediaan air bersih mulai terancam karena wilayah ini sangat bergantung pada aliran air pegunungan yang debitnya terus menurun.

Pemerintah daerah segera membentuk tim terpadu yang melibatkan BPBD, dinas terkait, TNI, dan Polri. Tim akan mendata kerusakan sekaligus menyalurkan bantuan beras dan kebutuhan pokok secara langsung kepada warga yang terdampak, bukan sekadar penyerahan simbolis. 

Dinas Kesehatan juga telah diminta menyiapkan obat-obatan guna mengantisipasi lonjakan gangguan pernapasan akibat asap kebakaran. 

Status tanggap darurat pun terbuka kemungkinan diperpanjang apabila kondisi belum membaik.

Pemerintah daerah pun mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan secara sembarangan. 

Tanaman yang telah rusak akibat hujan es lalu mengering karena panas membuat setiap titik api dapat meluas dengan sangat cepat. 

“Rumput yang terkena es lalu terpapar panas, jika dibakar bagai disiram bensin. Api dapat menyambar ke mana-mana,” tegasnya.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
T
tes | 26 Agu 2026, 12:01 WIT
tes
T
tes | 26 Agu 2026, 11:57 WIT
tes