Jelang Muktamar ke-35 NU, KH Ma'ruf Amin Tegas: Tolak Politik Uang demi Keabsahan Hasil
Suasana di lingkungan Nahdlatul Ulama kian menghangat menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35.
Papuanewsonline.com - 22 Agu 2026, 12:59 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jakarta — Suasana di lingkungan Nahdlatul Ulama kian menghangat menjelang perhelatan akbar Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur. Menyambut momen bersejarah tersebut, sejumlah ulama dan kiai sepuh berkumpul dalam pertemuan penting di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026).
Pertemuan ini melahirkan peringatan keras demi menjaga kehormatan dan kesucian organisasi tertua ini.
Rais Aam Syuriah PBNU periode 2015–2020, KH Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa segala bentuk penggalangan dukungan yang bersifat transaksional atau berbau imbalan materi guna memperoleh suara mutlak tidak boleh dibiarkan terjadi.
“Penggalangan yang sifatnya transaksional untuk memobilisir paket suara, lalu ada pembayarannya… hal semacam itulah yang kami tegaskan tidak boleh terjadi,” tegas Kiai Ma'ruf dengan lugas.
Ia meminta seluruh elemen menjaga proses suksesi agar tetap bersih dan bermartabat.
Kiai Ma'ruf mengingatkan bahwa praktik politik uang bukan sekadar mencederai tradisi keulamaan, melainkan juga berisiko meruntuhkan keabsahan seluruh hasil Muktamar.
Jika proses pemilihan kepemimpinan disusupi kepentingan materi, maka pemimpin yang lahir dari perhelatan tersebut kehilangan legitimasi moral maupun organisasi di mata warga nahdliyin.
“Jikalau itu terjadi, saya khawatir Muktamar menjadi tidak sah dan tidak diakui. Yang kita harapkan hal itu tidak terjadi, supaya Muktamar tetap sah dan diakui keabsahannya,” ujar mantan Wakil Presiden RI tersebut.
Oleh karena itu, Kiai Ma'ruf mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam bursa kepemimpinan untuk mengedepankan niat tulus serta sikap legawa. Siapa pun yang terpilih hendaklah karena keilmuan, integritas, dan kepatutan, bukan karena mahar politik.
Perhelatan di Jombang nanti diharapkan berjalan transparan dan jujur, sehingga yang terpilih diterima dengan hormat, dan yang belum beruntung pun dapat menerima keputusan dengan lapang dada tanpa menyisakan ganjalan hati.
Penulis: Jid
Editor: OF