logo-website
Minggu, 19 Jul 2026,  WIT

Menko Yusril Mewakili Presiden Prabowo Di Milad Ke-10 Ponpes Dea Malela: Integrasi Ilmu Dan Akhlak

Menko Yusril menyampaikan pesan Presiden Prabowo pada Milad ke-10 PMI Dea Malela yang menekankan integrasi ilmu, akhlak, dan pembangunan SDM menuju Indonesia Emas.

Papuanewsonline.com - 19 Jul 2026, 08:33 WIT

Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan

Peringatan ulang tahun ke-10 Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Pamangong

Papuanewsonline.com, Sumbawa – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menghadiri peringatan ulang tahun ke-10 Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela di Pamangong, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/7/2026). Kehadirannya mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Yusril menyampaikan salam hangat serta apresiasi mendalam dari Presiden kepada pendiri pesantren Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, pengasuh, dan seluruh santri. Pemerintah menilai lembaga ini telah berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang berwawasan luas dan visioner di kawasan Indonesia Timur.

Dalam pesan Presiden yang dibacakannya, Yusril menegaskan harapan besar pemerintah terhadap kiprah PMI Dea Malela. “Dalam satu dekade perjalanannya, pesantren ini membuktikan komitmen mencetak generasi yang unggul secara intelektual, berwawasan global, sekaligus kokoh iman dan berakhlak mulia,” ujarnya. Visi pesantren ini dinilai sangat selaras dengan Asta Cita pemerintahan Prabowo–Gibran, terutama dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas, penguasaan sains dan teknologi, serta pemantapan ideologi kebangsaan demi terwujudnya Indonesia Emas.


Pesantren Dea Malela didirikan oleh tokoh ulama sekaligus intelektual nasional Prof. Din Syamsuddin dengan semangat “Dari Sumbawa untuk Dunia”. Namanya diambil dari ulama kharismatik Ismail Dea Malela, penyebar Islam ikonik yang pernah berjuang di wilayah ini hingga diasingkan ke Afrika Selatan oleh penjajah. Lembaga ini dirancang sebagai pusat keunggulan pendidikan yang memadukan kurikulum sains modern, pembentukan kepemimpinan, dan nilai-nilai Islam yang moderat.

Kini santrinya datang dari berbagai pelosok Indonesia hingga mancanegara seperti Rusia, Thailand, Kamboja, dan Timor Leste. Keberagaman tersebut menjadi salah satu kekuatan PMI Dea Malela dalam membangun lingkungan pendidikan yang berwawasan internasional.

Yusril juga memuji kontribusi nyata pesantren yang mampu menarik minat siswa dari berbagai negara. Keberagaman santri ini membuktikan bahwa Indonesia dapat menjadi pusat peradaban Islam yang damai dan terbuka di mata dunia.

Ia berharap semangat integrasi ilmu pengetahuan dan nilai luhur agama terus dijaga, menjadi fondasi generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijaksana, toleran, dan cinta tanah air. Semoga pesantren ini terus tumbuh menjadi pelopor pendidikan yang membawa nama harum bangsa di kancah internasional.

Peringatan satu dekade berdirinya PMI Dea Malela berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri pula oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, tokoh nasional, perwakilan negara sahabat, ulama, serta tokoh masyarakat setempat. Acara ini menjadi bukti dukungan luas terhadap peran pesantren sebagai pilar pendidikan karakter.

Semoga ke depannya, lembaga ini terus melahirkan pemimpin masa depan yang berintegritas, berdaya saing tinggi, dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa serta kemanusiaan dunia.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE