Mentan Amran: Bangun Kemandirian Pangan Papua, Bukan Ambil Alih Lahan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Papua bertujuan mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan.
Papuanewsonline.com - 30 Jun 2026, 21:47 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Papua bertujuan mewujudkan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Menurutnya, kebutuhan pangan warga Papua harus dipenuhi dari hasil produksi lokal, dengan mengembangkan komoditas seperti beras, sagu, ubi, dan tanaman unggulan lainnya.
Ia menekankan bahwa program Cetak
Sawah Rakyat bukanlah bentuk penguasaan lahan milik warga.
Sebaliknya, pemerintah hadir
untuk membantu masyarakat adat mengoptimalkan lahan yang mereka miliki melalui
penyediaan alat pertanian, jaringan irigasi, benih unggul, serta pendampingan
teknologi budidaya secara langsung.
Dukungan tersebut mulai
menunjukkan hasil nyata. Produktivitas gabah yang sebelumnya hanya sekitar 3
ton per hektare kini meningkat menjadi 7 ton.
Siklus tanam pun bertambah dari
satu kali menjadi hingga tiga kali dalam setahun, sehingga produksi dan
pendapatan petani terus meningkat. Harga beras di pasar yang sempat mencapai
Rp30 ribu per kilogram juga turun menjadi sekitar Rp12 ribu per kilogram.
Pemerintah telah menyalurkan
total anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan pertanian di Papua, yang
meliputi bantuan tahun lalu sebesar Rp2 triliun dan Rp3,2 triliun pada tahun
ini.
Dana tersebut digunakan untuk
pengadaan traktor, perbaikan irigasi, serta penyediaan bibit kakao, kopi, ubi,
dan sagu. Luas lahan tanam pun kini mencapai sekitar 80 ribu hektare.
Penulis: Jid
Editor: GF