Pj Bupati Mappi Hadiri Musrenbang RKPD Provinsi Papua Selatan
Papuanewsonline.com - 19 Apr 2023, 20:32 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, MAPPI – Penjabat Bupati Mappi, Michael R. Gomar S.STP,M.,Si menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Papua Selatan dan Musrenbang Otsus Provinsi Papua Selatan.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka
oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo di
Merauke, Senin ( 17/4/2023).
Adapun tema dalam kegiatan
tersebut yakni,“Mewujudkan ketersediaan Penyelenggaraan Pemerintahan
Infrastruktur penunjang ekonomi dan peningkatan SDM serta akses pelayanan
Publik”.
Pj. Gubernur Papua Selatan, Apolo
Safanpo dalam sambutannya mengatakan, ini merupakan Musrenbang pertama di
Provinsi Papua Selatan. Maka perencanaan pembangunan itu dilakukan secara
berjenjang.
“Kami atas nama pemerintah dan
masyarakat mengucapkan terima kasih banyak atas kepedulian bapak/ibu dalam
melaksanakan dan mensukseskan musrenbang provinsi Papua selatan yang pertama
ini,” ungkapnya.
Pj Gubernur menerangkan,
perencanaan pembangunan kemudian dilakukan secara bottom up. Maka perencanaan
pembangunan itu dilakukan secara berjenjang yang dimulai dari Musrenbang
Kampung setelah itu Musrenbang Distrik, Musrenbang Kabupaten, Musrenbang
Provinsi dan Musrenbang Nasional.
Pj Gubernur menyebutkan,kalau
misalnya musrenbang kampung merumuskan 10 program prioritas yang kita
identifikasi sebagai program dasar yang dibutuh masyarakat Kampung namun
keuangan kampung atau desa yang tersedia hanya mampu membiayai lima program
saja. Maka lima program lainnya dinaikan ke Pemerintahan Distrik, selanjutnya
setelah ditelaah dan dikaji oleh kepala
distrik hanya mengakomodir hanya tiga program, maka tiga program lainnya
dinaikan ke musrenbang Kabupaten, kalau di musrenbang kabupaten hanya mampu
membiayai satu program saja maka dinaikkan ke musrenbang provinsi. Nanti di
tingkat provinsi hanya mampu mengakomodir satu program saja, maka satu program
lainnya diserahkan ke APBN. Maka dengan demikian akan mendapatkan program kerja
pembangunan yang terintegrasi.
Lebih jauh dikatakan Pj Gubernur
tetapi sebaliknya kalau kampung membuat program sendiri, Distrik juga buat
program sendiri, begitupun dengan Kabupaten, Provinsi hingga pusat buat program
sendiri. Maka seluruh rancangan sistem pembangunan menjadi tidak terintegrasi.
Pj Gubernur menerangkan, oleh
karena itu koordinasi dan konsultasi dalam perencanaan pembangunan sangat
diperlukan Kehadiran bapak/ibu dalam setiap musrenbang secara berjenjang sangat
menentukan integrasi dari program perencanaan pembangunan tersebut.
"Sekalai lagi atas nama
pemerintah dan masyarakat provinsi papua selatan, kami mengucapkan terimakasih
atas kehadiran bapak/ ibu sekalian, semoga kegiatan Musrenbang pada hari ini
dalam rangka menyusun RKPD Provinsi Papua Selatan dapat dimanfaatkan dengan
baik dan memberikan hasil yang optimal dalam melaksanakan pembangunan dimasa
yang akan datang,"tegasnya.
"Penyusunan RKPD pada hari
ini mesti kita dasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor
86 tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan
daerah, tata cara evaluasi rancangan peraturan daerah yang sudah
dijabarkan dalam instruksi Mendagri
nomor 52 tahun 2022 tentang penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah
bagi daerah dengan masa jabatan
kepala daerah berakhir pada tahun 2023 dan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Kedua instrument perangkat
peraturan ini menjadi pegangan supaya kita dapat menghasilkan rancangan RKPD
dengan demikian dapat kita input kedalam sistem
informasi Pembangunan Daerah (SIPD)," pungkasnya. (Redaksi)