Senator Australia Lidia Thorpe Angkat Suara Papua Barat, 64 Tahun Pasca Perjanjian New York
Pada saat rakyat Papua memperingati 64 tahun Perjanjian New York yang disepakati pada 15 Agustus 1962, Senator Australia Lidia Thorpe kembali menegaskan dukungannya bagi rakyat Papua Barat.
Papuanewsonline.com - 20 Agu 2026, 12:48 WIT
Papuanewsonline.com/ Politik & Pemerintahan
Papuanewsonline.com, Canberra — Pada saat rakyat Papua memperingati 64 tahun Perjanjian New York yang disepakati pada 15 Agustus 1962, Senator Australia Lidia Thorpe kembali menegaskan dukungannya bagi rakyat Papua Barat. Perjanjian yang ditandatangani Belanda dan Indonesia di markas PBB tersebut memindahkan pengelolaan wilayah Papua Barat dari Belanda ke bawah pengawasan PBB, lalu diserahkan kepada Indonesia pada tahun 1963 semua tanpa tanda tangan maupun persetujuan perwakilan rakyat Papua sendiri.
Lebih dari enam dekade berlalu, kesepakatan itu masih menjadi perdebatan panjang. Para pendukung kemerdekaan menegaskan bahwa penduduk asli Papua tidak pernah diberi kesempatan yang sejati untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri.
Sejak perjanjian itu disahkan, perjalanan sejarah wilayah ini terus menjadi salah satu konflik yang paling lama berlangsung di kawasan Pasifik.
Lidia Thorpe, Senator Independen dari Victoria sekaligus tokoh yang gigih memperjuangkan hak-hak Masyarakat Adat, telah berulang kali menyuarakan keprihatinan di Parlemen Australia.
Ia menyoroti laporan kematian warga sipil, pelanggaran hak asasi manusia, serta hak rakyat untuk menentukan nasib sendiri.
Suaranya kembali bergema di tengah seruan yang terus mengalir dari rakyat Papua Barat agar pengawasan internasional diperketat.
Pihak Indonesia menegaskan kedaulatannya atas wilayah tersebut dan menolak pandangan yang menyebut kehadirannya sebagai pendudukan.
Di tengah perbedaan pandangan yang tajam ini, suara-suara dari luar negeri terus mengalir, sementara rakyat Papua Barat terus menyuarakan harapan agar keadilan, kebebasan, dan martabat mereka senantiasa diperhatikan oleh dunia.
Penulis: Jid
Editor: OF