logo-website
Kamis, 20 Agu 2026,  WIT

Markas TPNPB di Puncak Jaya Diserang Drone, Dihancurkan Sebagian Bangunan Namun Tak Ada Korban Jiwa

Markas Komando TPNPB-OPM di wilayah Puncak Jaya dilaporkan mengalami serangan udara menggunakan pesawat tak berawak atau drone militer Indonesia sejak tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026.

Papuanewsonline.com - 20 Agu 2026, 12:32 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Markas TPNPB di Puncak Jaya Diserang Drone

Papuanewsonline.com, Puncak Jaya — Markas Komando TPNPB-OPM di wilayah Puncak Jaya dilaporkan mengalami serangan udara menggunakan pesawat tak berawak atau drone militer Indonesia sejak tanggal 16 hingga 19 Agustus 2026. 

Hal tersebut disampaikan dalam siaran pers resmi yang dikeluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM pada Kamis, 20 Agustus 2026, berdasarkan laporan langsung dari Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

Serangan pertama dilancarkan pada hari Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sekitar pukul 06.30 hingga pukul 10.00 WIT menggunakan 10 unit drone. 

Serangan berlanjut hingga Rabu, 19 Agustus 2026, kali ini menggunakan 9 unit drone yang melancarkan pengeboman berulang kali sejak pukul 09.19 WIT. 

Bom-bom dijatuhkan dari arah pos militer yang berada di bukit seberang, namun sejauh ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari pihak TPNPB.

Akibat ledakan dan getaran yang sangat kuat, halaman markas rusak berat, dinding-dinding bangunan retak dan runtuh, serta atap sebagian bangunan ikut hancur terkena serpihan bom. 

Serangan udara ini hanya menghancurkan bangunan dan fasilitas markas, namun tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa. 

Pihak TPNPB juga melampirkan bukti berupa sisa-sisa serpihan bom yang ditemukan di lokasi serangan.

Merespons peristiwa tersebut, pihak TPNPB mendesak pemerintah Indonesia agar segera mematuhi ketentuan hukum humaniter internasional dalam setiap operasi militer di Tanah Papua. 

Penggunaan kekuatan senjata harus seimbang dan tetap menjauhi pemukiman warga sipil agar tidak menimbulkan korban di kalangan penduduk tak bersalah. 

Pihak TPNPB juga meminta agar pos-pos militer segera dipindahkan dari lingkungan pemukiman warga.

Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE