logo-website
Jumat, 28 Agu 2026,  WIT

Sentimen Positif Dorong pengesahan RUU Perampasan Aset, IHSG Menguat 1,81% ke Level 6.521,75

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), naik sebesar 1,81% atau 116,07 poin ke posisi 6.521,75.

Papuanewsonline.com - 28 Agu 2026, 13:41 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

IHSG.

Papuanewsonline.com, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), naik sebesar 1,81% atau 116,07 poin ke posisi 6.521,75. Pergerakan ini didorong oleh sentimen positif dari dalam negeri, meskipun sempat bergerak terbatas pada awal sesi dan ditutup menguat 0,7% di sesi pertama. 

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp264 miliar pada sesi pertama perdagangan.

Seluruh indeks sektoral bergerak kompak menguat hingga akhir sesi, dipimpin oleh sektor industri yang naik tajam hingga 3,95%. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatat nilai transaksi tertinggi, masing-masing mencapai Rp607,36 miliar dan Rp525,99 miliar. 

Analis Phintraco Sekuritas menilai respons positif pasar muncul setelah demonstrasi damai yang menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset berjalan tertib, meredam kekhawatiran pelaku pasar yang sebelumnya cenderung berhati-hati.

Secara teknikal, IHSG berhasil ditutup di atas level MA5 dengan indikator histogram MACD yang tetap bertahan di area positif. 

Namun, indikator Stochastic RSI terlihat bergerak turun di area pivot, sehingga pergerakan IHSG diprediksi cenderung bergerak mendatar pada kisaran 6.450 hingga 6.580 menjelang akhir pekan. 

Pelaku pasar tetap disarankan untuk mencermati perkembangan sentimen dalam negeri yang dapat memengaruhi arah indeks ke depan.

Di pasar valuta asing, rupiah justru tercatat melemah 0,11% ke posisi Rp17.744 per dolar AS. Pelemahan ini sejalan dengan penguatan indeks dolar Amerika Serikat yang juga menekan sejumlah mata uang negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. 

Sementara itu, indeks saham kawasan bergerak beragam: KOSPI Korea Selatan naik 1,53%, TWSE Taiwan menguat 0,31%, namun PCOMP Filipina justru turun 2,16%, Hang Seng melemah 0,34%, dan FBMKLCI Malaysia turun 0,39%.


Penulis: Jid

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE