Sorotan Tajam Pelajar Papua: Program MBG Dipertanyakan, Anggaran Besar Sebaiknya untuk Fasilitas
Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) cabang Sentani menggelar pertemuan konsolidasi yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan pada 24–25 Agustus 2026.
Papuanewsonline.com - 27 Agu 2026, 09:24 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jayapura — Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) cabang Sentani menggelar pertemuan konsolidasi yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan pada 24–25 Agustus 2026.
Kegiatan ini mengangkat dua isu utama, yakni kekerasan terhadap pelajar serta dampak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua. Suara para pelajar ini menjadi bukti kepedulian mereka terhadap keadaan yang dirasakan di lingkungan sekitar.
Dalam pertemuan tersebut, Yuven Koga terpilih sebagai koordinator melalui kesepakatan bersama.
Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus keracunan yang menimpa ratusan pelajar di Depapre, Kabupaten Jayapura.
“Sudah lebih dari 527 siswa yang terdampak, namun seakan belum mendapat perhatian serius dari pemerintah,” ungkapnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pelajar mengenai penanganan program yang seharusnya bermanfaat tersebut.
Yuven juga menyoroti alokasi anggaran program MBG yang dinilai sangat besar.
Menurut pandangan mereka, dana tersebut sebaiknya dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan serta memperbaiki fasilitas sekolah di Papua yang masih banyak belum memadai.
Ia juga menyampaikan pandangan bahwa pelaksanaan program MBG dinilai tidak lepas dari keterlibatan unsur militer, yang semakin menambah kekhawatiran di kalangan pelajar.
Pertemuan ini pun menjadi awal langkah bersama ke depan.
Para pelajar berencana memperluas ruang diskusi, membuka lapak bacaan, menyelenggarakan olahraga persahabatan, hingga menggalang kepedulian sosial.
Semua itu dilakukan untuk membangun kesadaran dan memperkuat ikatan persaudaraan antarpelajar di seluruh wilayah Jayapura.
Penulis: Jid
Editor: OF