Doli Kurnia: Tanpa Klarifikasi, Pernyataan Budi Arie Bisa Ditafsirkan Pengkhianatan Konstitusi
Ahmad Doli Kurnia, menyatakan rasa kagetnya atas pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang sempat menyinggung adanya dorongan "percepatan" pergantian pemerintahan sebelum tahun 2029.
Papuanewsonline.com - 27 Agu 2026, 09:46 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Jakarta — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan rasa kagetnya atas pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang sempat menyinggung adanya dorongan "percepatan" pergantian pemerintahan sebelum tahun 2029.
Doli menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum, sehingga masa kepemimpinan presiden telah diatur secara tegas dan jelas dalam konstitusi.
“Saya pun merasa kaget mendengar pernyataan tersebut, apalagi disampaikan di hadapan Presiden ke-7, Joko Widodo. Kita sama-sama paham bahwa aturan tertinggi kita, Undang-Undang Dasar 1945, menetapkan masa jabatan presiden selama lima tahun untuk satu periode,” ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (26/8/2026).
Konstitusi, tegasnya, menjadi pedoman utama yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun.
Doli menyambut baik adanya klarifikasi yang kemudian disampaikan Budi Arie.
Menurutnya, seandainya pernyataan tersebut dibiarkan tanpa penjelasan, hal itu berpotensi memicu kegaduhan dan tafsir politik yang sangat berbahaya bagi stabilitas negara.
“Pernyataan itu bisa ditafsirkan bermacam-macam, bahkan bisa dianggap sebagai upaya pengkhianatan terhadap konstitusi. Oleh karena itu, klarifikasi yang ada saat ini patut disyukuri,” jelasnya.
Terkait posisi Partai Golkar, Doli menegaskan sikap partai yang berlambang pohon beringin tersebut tetap teguh memegang aturan hukum dan konstitusi.
“Golkar akan berada di barisan terdepan membela konstitusi apabila ada pihak yang berupaya melanggarnya. Kami berkomitmen mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga masa jabatan berakhir sesuai ketentuan,” tegas Doli.
Lebih lanjut, Doli menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah menyukseskan seluruh program pemerintahan selama lima tahun ke depan, bukan terjebak dalam spekulasi pergantian kekuasaan yang belum tentu benar.
“Kita harus konsentrasi membantu Bapak Presiden Prabowo menjalankan amanah konstitusional demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.
Penulis: Jid
Editor: OF