logo-website
Kamis, 16 Jul 2026,  WIT

SPBU Tertib, Rakyat Dicekik Harga BBM Botolan

Penertiban distribusi Bahan Bakar Minyak BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU di Kabupaten Mimika diapresiasi warga.

Papuanewsonline.com - 16 Jul 2026, 15:33 WIT

Papuanewsonline.com/ Ekonomi

Ilustrasi

Papuanewsonline.com, Mimika - Penertiban distribusi Bahan Bakar Minyak BBM di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum SPBU di Kabupaten Mimika diapresiasi warga. Langkah itu dinilai berhasil mengurangi antrean panjang dan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Namun kondisi berbeda justru terjadi di tingkat pengecer. Harga BBM eceran dalam botol dan jeriken di berbagai titik Kota Timika dilaporkan terus merangkak naik dan memberatkan masyarakat.

Ketua Pemuda Muslim Mimika, Arifin Letsoin, menilai pemerintah tidak boleh berhenti hanya di penertiban SPBU. Pengawasan juga harus menyentuh rantai distribusi hingga ke pengecer. Hal itu disampaikan Arifin dalam rilis tertulis kepada _papuanewsonline.com_, Kamis 16 Juli 2026.

"Ketika SPBU mulai tertib, jangan sampai masyarakat justru menjadi korban di tingkat pengecer. Harga BBM botolan yang terus melonjak sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat kecil yang dalam kondisi tertentu tidak memiliki akses langsung ke SPBU," ujarnya.

DESAK DISPERINDAG TURUN LAPANGAN

Pemuda Muslim Mimika mendesak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kabupaten Mimika segera melakukan inspeksi dan pengawasan harga BBM eceran. 

Selain itu organisasi ini meminta Pemda membangun mekanisme pengawasan terpadu bersama Pertamina, aparat penegak hukum, dan instansi terkait agar distribusi BBM berjalan adil dari hulu ke hilir.

"Jika pengawasan hanya difokuskan pada SPBU tanpa menyentuh pengecer, maka persoalan masyarakat tidak akan pernah selesai. Tujuan penertiban adalah menghadirkan keadilan, bukan memindahkan beban," tegas Arifin.

MINTA PENDATAAN DAN TINDAKAN TEGAS

Arifin juga meminta Disperindag melakukan pendataan terhadap pengecer BBM, mengevaluasi pola distribusi, serta menindak tegas apabila ditemukan praktik penjualan dengan harga tidak wajar.

"Masyarakat membutuhkan kepastian BBM tersedia dengan harga wajar. Jangan sampai SPBU tertib, tetapi rakyat justru semakin tercekik oleh harga BBM eceran yang tidak terkendali," tutupnya.

Penulis: Hendrik

Editor: OF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE