TPNPB Klaim Penembakan 2 Agen Intelijen Militer Indonesia di Yahukimo
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalion Yamue, kopi Heluka klaim penembakan di Dekai.
Papuanewsonline.com - 16 Feb 2026, 22:27 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Yahukimo - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Komandan Batalion Yamue, kopi Heluka, bahwa penembakan yang terjadi di jalan poros Dekai kearah Lopon pada 12 Februari 2026 kemarin yang mengakibatkan dua orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang bekerja sebagai sopir tangki air minum mengalami luka tembak, itu benar kami yang lakukan.
Heluka juga melaporkan bahwa penyerangan tersebut dipimpin
langsung oleh Komandan operasi Batalion Yamue, Dejen Heluka bersama pasukan
atas perintah saya karena wilayah perang kami sudah larang bahwa imigran
Indonesia segera tinggalkan wilayah kami.
"Truk tangki dan kedua korban penembakan tersebut kami sudah pastikan bahwa mereka adalah agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang bekerja sama dengan aparat militer Indonesia lalu masuk di wilayah konflik dengan alasan penjualan air tangki," kata kopi Heluka.

Komandan Operasi Batalion Yamue, Dejen Heluka juga
melaporkan bahwa pernyataan Panglima Tinggi Agus Subiato yang mengatakan bahwa
Guru, Dokter dan pekerja sipil lainnya yang ditugaskan di Papua adalah anggota
TNI sehingga kami ketemu dimana saja kami siap tembak entah pejual sayur, sopir
taksi, tukang ojek, tukang bakso dan lainnya kami tetap tembak mati karena itu
bagian dari aparat militer Indonesia.
Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau agar warga
imigran Indonesia yang sedang berada di Yahukimo, Nduga, Intan Jaya, Puncak,
Puncak Jaya, Lanny Jaya, Tembagapura, Dogiyai, Paniai, Deiyai, Maybrat, Sorong,
Nabire, Asmat, dan wilayah konflik bersenjata lainnya agar segera tinggalkan
wilayah tersebut dan tutup semua permainan judi, tempat seks, kios-kios dan
lainnya jika melanggar maka kami siap tembak mati pemiliknya bahkan orang
imigran Indonesia.
Penulis: Hend
Editor: GF