logo-website
Rabu, 11 Mar 2026,  WIT

TPNPB Klaim Tembak Aparat Militer Indonesia dalam Kontak Senjata di Intan Jaya

Kontak tembak antara pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan aparat militer Indonesia dilaporkan terjadi di tiga titik berbeda di Distrik Sugapa pada Senin (9/3/2026) pagi hari

Papuanewsonline.com - 11 Mar 2026, 22:00 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Anggota TPNPB saat menyampaikan pernyataan terkait klaim kontak tembak antara pasukan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dan aparat militer Indonesia di wilayah Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengklaim telah menembak satu aparat militer Indonesia dalam kontak tembak yang terjadi di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Senin (9/3/2026) pagi.


Klaim tersebut disampaikan melalui Siaran Pers Ke IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang dirilis pada Rabu (11/3/2026). Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa kontak tembak terjadi sekitar pukul 05.00 WIT di tiga titik berbeda di Distrik Sugapa.

Menurut keterangan yang disampaikan, peristiwa tersebut mengakibatkan satu aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan disebut berpotensi meninggal dunia akibat insiden tersebut.

TPNPB menyatakan bahwa kontak tembak tersebut melibatkan pasukan dari Pos Tanah Merah yang berada di bawah komando Marten Tigau bersama pasukannya.

"Kontak tembak tersebut melibatkan pasukan TPNPB dari Pos Tanah Merah dibawa pimpinan Marten Tigau dan pasukannya. Tidak ada korban jiwa dari pihak TPNPB, namun aparat militer Indonesia melakukan penembakan secara brutal ke pemukiman warga sipil, mengakibatkan pengungsian berkali-kali bagi warga sipil," kata Sebby Sambom, Juru Bicara TPNPB, dalam siaran persnya.

Selain insiden pada Senin pagi tersebut, TPNPB juga melaporkan adanya aktivitas operasi militer yang terjadi sehari sebelumnya di wilayah yang sama.

Menurut laporan mereka, pada Minggu (8/3/2026) terdengar bunyi tembakan yang disebut berlangsung secara intens di Kampung Yoparu, Distrik Sugapa, yang disebut menyebabkan warga sipil meninggalkan kampung mereka untuk mengungsi.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam pernyataannya juga menyampaikan pandangan bahwa konflik bersenjata di Papua berkaitan dengan persoalan politik antara masyarakat Papua dan pemerintah Indonesia yang hingga kini dinilai belum menemukan penyelesaian.

Selain itu, mereka juga menyinggung keberadaan operasi militer Indonesia yang disebut berkaitan dengan penguasaan sumber daya alam di wilayah Papua.

Dalam pernyataan yang sama, pihak TPNPB juga menyampaikan seruan kepada komunitas internasional agar memberikan perhatian terhadap situasi konflik yang terjadi di Papua.

TPNPB mengimbau kepada PBB dan komunitas internasional untuk hentikan seluruh investasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kolonialisme Indonesia di atas Tanah Papua.

 

Penulis: Hendrik

Editor: GF

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE