Gelar Dialog Publik Divisi Humas Polri Memberikan Inspirasi Dan Motivasi Pada Anggota Polri
Sosok Hoegeng Yang Mewariskan Nilai-nilai Kepemimpinan Agar Dapat Menjadi Pedoman Bagi Anggota Polri Di Masa Kini Dan Masa Yang Akan Datang
Papuanewsonline.com - 17 Mei 2023, 15:10 WIT
Papuanewsonline.com/ Pendidikan & Kesehatan
Papuanewsonline.com, Jayapura - Polda Papua mengikuti Zoom Meeting
bersama Divisi Humas Polri terkait kegiatan Dialog Publik "Hoengeng:
Keteladanan Melintas Zaman" yang diikuti Kepala Humas (Kabidhumas) Polda
seluruh Indonesia di Jakarta, Selasa (16/5).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua AKBP Yohanes Buttu Kaka, Kasubbid Penmas Kompol Bambang Suranggono, S. Sos., Perwira Polda Papua perwakilan PJU. Pdt MPA Maury, Tokoh Agama, KNPI Provinsi Papua, Siswa SMA/SMK.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum menyampaikan, diskusi tersebut bertujuan untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada anggota Polri dalam menjalankan tugas mereka, mewujudkan integritas, serta mengimplementasikan Polri yang Presisi.

“Nilai-nilai kepemimpinan Hoegeng
harus dijadikan teladan oleh anggota Polri, sehingga semangat kepemimpinan yang
diwariskan oleh sosok Hoegeng dapat terus hidup dan menjadi pedoman bagi
anggota Polri di masa kini dan masa mendatang,” kata Kadiv.
Dirinya mengungkapkan kegiatan
tersebut menjadi penting karena dapat memberikan stimulus kepada seluruh
jajaran Polri, untuk meneladani nilai-nilai dalam kepemimpinan Hoegeng sebagai
spirit yang melandasi terjadinya transformasi
Kadiv Humas Polri juga mengumumkan
bahwa pihaknya akan menyelenggarakan Hoegeng Award pada tanggal 14 Juli 2023.
Acara tersebut bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang
telah menunjukkan integritas tinggi dan keteladanan dalam menjalankan tugasnya.
“Spirit meneladani Hoegeng pada era
ini dapat menjadikan transformasi menuju Polri Presisi sebagai ‘standard of
excellence’ yang merupakan agenda besar, dan perlu dimimplementasikan untuk
terwujudnya pelayanan kepolisian yang lebih terintegrasi, modern, mudah, dan
cepat,” tambahnya.
Tampil menjadi pemateri antara lain
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dan Wakil Ketua MPR RI-Dr. H. Arsul Sani,
S.H., M.Si., Pr.M., guru besar Universitas Bhayangkara Prof. Hermawan Sulistyo,
dan Jurnalis Alfito Deanov Ginting
Dalam kesempatannya Poengky Indarti
mengatakan bahwa Integritas artinya kualitas jujur dan memiliki prinsip moral
yang kuat.
“Integritas harus diajarkan sejak
kecil dan harus dikembangkan di dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan. Contoh
sederhananya: di sekolah tidak menyontek,” jelasnya.
Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M,
juga dalam kesempatannya mengatakan bahwa Polisi adalah bagian dari dan tidak
terpisah dari masyarakat dan sebagian besar waktu Polisi dihabiskan untuk tugas
yang berorientasi layanan daripada tugas penegakan hukum.
“Berdasarkan penelitian Universitas
Kristen Satya Wacana, terdapat beberapa aspek penting yang harus diperhatikan
dalam upaya menciptakan Polisi yang humanis. Aspek-aspek tersebut antara lain
menghormati hak asasi dan martabat manusia, perubahan peran Polisi yang
berorientasi pada community-oriented policing, perhatian terhadap hak-hak
korban dan tersangka dengan memberikan akses keadilan dan perlakuan yang adil,”
ucapnya.
Lebih lanjut, dalam menciptakan citra
Polisi yang humanis, Dr. H. Arsul mengatakan prioritas utama adalah aspek
pelayanan kepada masyarakat daripada tugas penegakan hukum. Polisi diharapkan
dapat menjadi teman, mitra, dan pembela warga masyarakat. Karakteristik Polisi
yang humanis meliputi integritas, yaitu tidak melakukan tindakan koruptif yang
merugikan masyarakat.
“Dari kunjungannya ke sejumlah
daerah, dan dari kunjungan masyarakat terhadap Hoegeng Award, ternyata anggota
Polri yang baik itu jauh lebih banyak. Dari sekitar 450 ribu anggota Polri,
hanya Serse atau Bareskrim yang bertugas melakukan penegakan hukum itu
jumlahnya sedikit,” tambahnya.
Prof. Hermawan Sulistyo dalam dialog
tersebut juga menyampaikan bahwa ada gelar baru dikalangan Polisi yang terjadi
saat ini adalah perubahan cepat diantaranya perubahan lokal, tradisional, dan
juga nasional bahkan internasional, untuk membawa ke institusi Polisi yang baik
dan humanis.
Peningkatan SDM Polisi harus terus
dilakukan dan saat ini sudah terjadi dan hal itu akan mampu membentuk karakter
Polisi yang baik dan bahkan tidak sedikit sekarang Polisi sudah tahu banyak hal
dan mampu melakukan tugas tugas yang harus dilakukan meski diluar tugasnya.
Adapun terkait munculnya wujud nyata
dari adanya polisi baik di Negeri ini, disampaikan oleh Alfito Deanov Ginting,
selaku Jurnalis Senior di Metro TV, dan ketua Panitia Hoegeng Award, bahwa
berawal dari diskusi ini untuk melakukan penjaringan dari masyarakat sehingga
dilakukan Hoegeng Award 2023.
“Banyak nama yang muncul untuk
Hoegeng Award 2023, namun kita melakukan verifikasi dari nama nama Polisi baik
yang muncul tersebut,” (PNO-11)