Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Turunkan 3.572 Personel Gabungan, Polri Sukses Amankan Perhelatan Event MotoGP Mandalika 2025
Papuanewsonline.com, NTB – Perhelatan dunia MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, resmi berakhir dengan sukses. Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 3 hingga 5 Oktober 2025, seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa satu pun insiden berarti.Keberhasilan ini menjadi bukti nyata profesionalisme aparat keamanan, khususnya Polda NTB, yang menjadi garda terdepan dalam mengawal jalannya event internasional bergengsi tersebut.Untuk memastikan keamanan di setiap lini, Polda NTB menggelar Operasi Mandalika Rinjani 2025, sebuah operasi khusus pengamanan berskala besar yang dirancang khusus untuk mendukung suksesnya MotoGP Mandalika.Kasatgas Humas Operasi Mandalika Rinjani 2025, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., dalam keterangannya Minggu petang (05/10/2025) usai prosesi penyerahan trofi kepada para pembalap MotoGP, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat.“Pelaksanaan MotoGP dari tanggal 3 sampai 5 Oktober 2025 berjalan sangat aman dan lancar. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya event, baik di dalam maupun di luar area sirkuit. Ini hasil sinergi yang luar biasa antara Polda NTB, Korem 162/WB, Pemerintah Provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota se-Pulau Lombok,” ujar Kholid.*Sinergi Kuat, Pengamanan Ketat di Darat, Laut, dan Udara*Dalam operasi pengamanan ini, 3.572 personel diterjunkan di berbagai titik strategis mulai dari kawasan sirkuit hingga jalur-jalur penyangga di seluruh Pulau Lombok.Tidak hanya mengandalkan pengamanan di darat, Polda NTB juga menyiagakan pasukan dan armada di wilayah laut dan udara untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan, baik dari aspek transportasi maupun keamanan kawasan wisata.Setiap Polres jajaran di Pulau Lombok turut dilibatkan dan dikendalikan langsung oleh Kapolres masing-masing melalui sistem komando berlapis, demi memastikan setiap jalur menuju Mandalika bebas hambatan dan aman bagi wisatawan serta peserta MotoGP. “Langkah preventif dan preemtif juga kami lakukan sejak awal, termasuk pengawasan di seluruh pintu masuk Pulau Lombok, baik pelabuhan maupun bandara. Tujuannya untuk memastikan situasi tetap kondusif dan bebas dari ancaman yang dapat mengganggu jalannya event,” jelasnya.*MotoGP Mandalika, Citra Positif bagi NTB dan Indonesia*Kesuksesan MotoGP 2025 tak hanya menjadi kemenangan bagi penyelenggara dan para pembalap, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat NTB dan Indonesia.Dengan situasi keamanan yang terkendali, seluruh penonton, tim, dan kru MotoGP dapat menikmati gelaran ini dengan nyaman dan aman.“Keamanan adalah kunci utama dalam setiap event besar. Tanpa keamanan, kemeriahan tidak akan berarti. Karena itu kami sangat bersyukur MotoGP Mandalika 2025 dapat berjalan dengan sempurna,” tambah Kombes Kholid.Ia juga menyebut, meski masih ada sejumlah hal teknis yang perlu dievaluasi untuk penyempurnaan di masa mendatang, namun secara umum Operasi Mandalika Rinjani 2025 dinilai sangat sukses.*Polda NTB Tunjukkan Kesiapan Event Dunia*Dengan keberhasilan ini, Polda NTB kembali membuktikan kemampuannya dalam menangani pengamanan event berskala internasional. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa NTB siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dunia, dengan dukungan keamanan yang solid, profesional, dan humanis.“Semoga kesuksesan ini menjadi citra positif bagi NTB dan Polda NTB, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kita tunjukkan bahwa Lombok dan Mandalika siap menjadi ikon dunia yang aman, damai, dan penuh keramahan,” tutup Kasatgas Humas Ops Mandalika Rinjani 2025. PNO-12
07 Okt 2025, 07:24 WIT
Penonton MotoGP Mandalika Tembus 140 Ribu, Polisi Sukses Urai Kemacetan
Papuanewsonline.com, Lombok Tengah - Keberhasilan kepolisian dalam mengelola arus lalu lintas dan menjaga keamanan saat itu ajang MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika terpampang nyata. Selama tiga hari ajang internasional itu digelar, jalanan menuju kawasan Mandalika ramai lancar tanpa kemacetan yang berarti.Padahal, perhelatan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Sirkuit Mandalika sukses mencetak sejarah baru dengan kehadiran 140.324 penonton. Angka ini menunjukkan peningkatan luar biasa sebesar 36,3 persen dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan paling tajam terjadi pada tahun 2025, bertambah 19.072 orang atau sekitar 15,7 persen dibandingkan tahun 2024. Lonjakan ini bahkan terasa hingga ke area Paddock dan VIP Village, yang mengalami peningkatan 36 persen pengunjung dalam satu tahun.Kabidhumas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid S.I.K, mengungkap bahwa meskipun terjadi lonjakan penonton hingga puluhan ribu orang, kondisi di jalanan tetap terkendali. Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi pengaturan lalu lintas yang tepat dan kerja keras aparat kepolisian."Meskipun jumlah penonton tembus 140 ribu dan kendaraan berjubel masuk ke kawasan Mandalika, Polisi berhasil mengurai arus kendaraan sehingga jalanan tetap ramai lancar tanpa kemacetan yang berarti," jelas Kombes Pol. Kholid, Minggu (4/10/25)Pihak kepolisian menerapkan rekayasa dan pengaturan lalu lintas yang ketat di berbagai titik krusial. Mobilisasi penonton, mulai dari pintu masuk hingga area parkir, dapat berjalan mulus.Tindakan kepolisian yang proaktif dan terkoordinasi menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran akses menuju sirkuit, sehingga ribuan kendaraan dapat terdistribusi secara efektif dan tidak menumpuk di satu titik. Selain mengurai kemacetan, fokus utama kepolisian juga diarahkan pada pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) selama perhelatan berlangsung.Kabidhumas Polda NTB menambahkan, kondisi secara keseluruhan tetap aman dan kondusif berkat pemantauan situasi yang ketat dan akurat. Aparat kepolisian bekerja siang dan malam untuk mengantisipasi segala potensi gangguan Kamtibmas, baik di dalam maupun di luar area sirkuit.“Keberhasilan Polda NTB dalam mengelola lonjakan penonton yang memecahkan rekor sambil mempertahankan arus lalu lintas yang lancar dan Kamtibmas yang kondusif membuktikan profesionalisme aparat keamanan dalam mendukung suksesnya event kelas dunia di Pertamina Mandalika International Circuit,” ungkapnya. PNO-12
07 Okt 2025, 07:17 WIT
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria Melakukan Persekusi dan Penculikan Terhadap Wartawan
Papuanewsonline.com, Timika- Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Rian Oktaria bersama sejumlah anggotanya melakukan persekusi dan penculikan terhadap 4 Wartawan Media Papuanewsonline.com, di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, pada Jumat (3/10/2025) malam.Selain persekusi dan penculikan, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria dan Kanit I Ipda Ahmad beserta sejumlah anggota Polres Mimika juga melakukan intimidasi dan pengancaman secara fisik maupun psikis kepada ke-4 Wartawan Media Papuanewsonline.com.Penanggungjawab Media Papuanewsonline.com Ifo Rahabav membenarkan peristiwa tersebut." Benar, Kami diperlakukan seperti teroris, oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria beserta sejumlah anggota Polres Mimika," Ujarnya.Ifo mengatakan pada Jumat pagi di telepon oleh Kanit Ipda Ahmad untuk mengantar panggilan agar pengambilan keterangan terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media Papuanewsonline.com, yang di laporkan oleh kadistrik Jita pada Sabtu tanggal 4 Oktober besok harinya." Waktu itu saya minta ke Pak Kanit Ipda Ahmad bahwa Sabtu tanggal 4 Oktober, saya ke Jayapura, sehingga kalau bisa panggilanya dimajukan Jumat siang, namun Pak Kanit sampaikan Pak Kasat sudah tanda tangan untuk Sabtu jam 10 pagi, kemudian saat itu saya tawari lagi agar bisa diambil keterangan Jumat siang, namun Kanit Ipda Ahmad mengirim panggilan kedua dan langsung menyampaikan bahwa pada malam jam 19:00 Jumat (3/10/2025) malam," ujar Ifo.Lanjut Ifo Mengingat jam 19:00 malam, sehingga meminta pengambilan keterangan di Polres Kota, namun Kanit Ipda Ahmad mengharapkan agar ke Polres 32." Karena Malam jadi waktu itu saya meminta kakak saya Edward Rahawadan (Ketua Komunitas Pemuda Kei) dan 3 Orang wartawan mendampingi ke Polres 32," Terangnya. Ifo menyampaikan Pengambilan keterangan dilakukan sekitar pukuk 19:32 diruangan Unit satu Reskrim Polres Mimika." Pengambilan keterangan terkait laporan Polisi pencemaran nama baik yang dilaporkan Kadistrik Jita Suto Rontini dalam pemberitaan Media Papuanewsonline.com, tentang perjalanan dinas fiktif sesuai hasil audit BPK Tahun 2024," Tegasnya.Sementara pengambilan keterangan di depan penyidik, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria, masuk ke dalam ruangan dimana di dalam ruangan pemeriksaan Saat itu Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria sempat menanyakan beberapa pertanyaan tentang pemberitaan tersebut." Wajah Kasat Reskrim saat itu terlihat marah, dan sempat pukul meja dan langsung keluar dari dalam ruangan," Jelas Ifo.Setelah sampai di depan halaman Mapolres Mimika, Saat itu Kasat Reskrim sebelum masuk di dalam mobil, sambil melihat ke langit lalu mengeluarkan kalimat, " Malam ini malam yang panjang, tidak lama sa tembak kepala" setelah itu Kasat Reskrim langsung masuk dalam mobil dan meninggalkan halaman Mapolres Timika." Ucapan Kasat Reskrim " Malam Ini Malam yang panjang, tidak lama sa tembak kepala" di dengar oleh dua orang wartawan, yang sementara berada diluar, saat itu saya masih mengambil keterangan di dalam ruangan penyidik," ucap Ifo.Ifo mengatakan dicecar 20 pertanyaan, terkait pemberitaan di Media Papuanewsonline.com tentang perjalanan dinas fiktif di Distrik Jita tahun 2024, sesuai hasil audit BPK yang dilaporkan Kadistrik Jita, dan lebih spesifik tentang berita dengan judul Diduga Kadistrik Jita merasa super karena ada Irwasada Polda Papua Kombes Pol Jeremias Rontini.Lanjut Ifo pengambilan keterangan selesai sekitar pukul 22:00 Malam, sehingga bersama Bung Edward keluar dari ruangan penyidik ke halaman Mapolres menemui 3 wartawan diluar." Sampai diluar, dua orang wartawan menceritrakan apa yang mereka dengar dan lihat saat Kasat Reskrim Rian Oktaria menyampaikan kalimat tersebut," sorot Ifo.Lanjut Ifo merasa jangan sampai kalimat tersebut ditujukan kepada dirinya dan rekan-rekan Wartawan karena sudah larut malam, sehingga berinsiatif menghubungi Kasat Reskrim via WhatsApp saat keluar dari halaman Mapolres 32, untuk balik ke Kota." Situasi dalam keadaan malam lalu sepanjang jalan dari Polres 32 ke Kota cukup jauh dan sepi, sehingga pasti ada perasaan takut, walaupun kalimat " Malam ini malam panjang, Sa tembak kepala boleh" dari Kasat Reskrim ini belum tentu ke Kami namun pasti ada perasaan takut," Jelas Ifo.Karena belum makan, sehingga kami ber-5 dengan dua mobil sepakat makan di Pua-pua Cave jalan Budi Utomo." Sementara makan, saya sudah di telepon secara berulang-ulang oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria dan Kanit Ipda Ahmad, namun karena belum selesai makan, sehingga saya berinsiatif selesai makan baru telepon balik, namun karena Kasat Reskrim menelpon terus sehingga saya angkat, dan langsung diancam dengan kalimat " Anjing kamu dimana, mari kita duel satu lawan satu ayo" kita dua sendiri saja setan" kamu dimana? Saat itu saya mencoba meredam suasana, dengan menyatakan " Maaf Abang Kasat besok baru kita telepon, biar dijelaskan, sehingga tidak ada salah paham" namun Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria tetap tersulut emosi dan mengeluarkan kalimat kotor," jelas Ifo.Ifo melanjutkan saat itu dirinya dan rekan-rekan merasa baik-baik saja, karena jangan sampai Pak Kasat banyak pekerjaan sehingga gampang tersulut emosi, sehingga selesai makan kakak-nya Bung Edward balik ke kediamanya, sedangkan dirinya beserta 3 wartawan sepakat tidur di kantor Redaksi Media Papuanewsonline.com di Sp1, Distrik Wania." Saat dalam perjalanan ke Kantor Redaksi waktu itu, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria dan Kanit Satu Reskrim Polres Mimika, Ipda Ahmad terus menelpon, sehingga saya berinsiatif mematikan handphone, dan kami-pun tiba di kantor dan langsung mau beristirahat sambil baring-baring, berselang beberapa lama kemudian pintu pagar kantor dibuka, dan kami mendengar ada keributan diluar, sehingga kami ber-4 keluar dari dalam kantor dan melihat Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria didampingi Kanit Ipda Ahmad bersama sejumlah Anggota Polres Mimika," Jelas Ifo." Saya keluar didampingi 3 wartawan didepan pintu untuk mempertanyakan ada masalah apa, namun sontak kami langsung dihardik oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria " Hey Kamu semua naik" sambil hendpone kami ber-4 diambil oleh Anggota," ujar Ifo.Kata Ifo saat itu Kasat Reskrim beserta anggota menumpangi 3 Unit mobil dan 2 sepeda motor.Ifo menyampaikan dirinya dan ke-3 Wartawan dibawa secara paksa oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria beserta sejumlah anggota secara terpisah ke Polres Kota sekitar jam 12 Malam." Sebelum kami dibawa secara paksa, Kasat Reskrim memerintahkan para anggota Polisi mengambil semua handphone kami dan diisi dalam satu tas," jelas Ifo.Lanjut Ifo saat sampai di Polres, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria memerintahkan anggotanya mengumpulkan dirinya beserta 3 wartawan berdiri di teras Polres, tepat dibelakang baliho Kapolda Papua Tengah dan Kapolres Mimika." Kami diintimidasi, diancam oleh Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria, hingga diajak duel menggunakan tangan kosong, sambil berkata "Saya ini orang Mabes, saya ini asli dari kesatuan, kalian mau liat saya punya psikopat muncul ya," kutip Ifo seperti yang dialami.Lanjut Ifo, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria Sampai ajak berhantam dengan golok, " Ada parang di mobil saya, ada pisau juga, kalau kalian tidak mau duel, ya kita baku potong atau baku tikam saja." Disaat yang sama, anggota polisi lain juga menarik dua wartawan sampai ke tengah lapangan untuk ajak duel satu lawan satu," ucap Ifo.Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria selain mengintimidasi dan mengancam juga mengeluarkan kalimat anjing secara berulang-ulang."Kalian mau liat saya punya Psikopat ya Anjing-anjing," ujar Ifo mengutip ulang ucapan kalimat Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria saat itu.Tepat pukul 3:30 pagi, Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria terus naik pitam dengan mengeluarkan kalimat kotor sambil berkata " Kalau Psikopat saya muncul, maka saya tinggal telepon Jenderal bahwa saya undur diri, saya nekat PTDH, sambil memegang kepala kami dan menanduk masing-masing sebanyak satu-satu kali.Setelah puas, Kasat Reskrim AKP menyerahkan kami kepada Kanit Reskrim Ipda Ahmad dan Anggota lain namun kami tetap diancam dan diintimidasi hingga pukul 4:37 pagi, di halaman Polres Mimika."Hingga Pukul 5:00 pagi berlanjut sampai jam 5:47 baru kami dibiarkan untuk pulang," tegas Ifo.Ifo mengatakan Kasat Reskrim AKP Rian Oktaria sudah menyampaikan permohonan maaf melalui pesan via WhatsApp, namun peristiwa tersebut merupakan diluar nalar kemanusiaan, sehingga sudah melaporkan langsung kepada Kapolda Papua Tengah." Apa yang kami alami memang sesuatu yang mengerikan, semoga ada efek jera dan tidak lagi terjadi bagi wartawan dan rekan-rekan Media lain ke depan," Pungkasnya.(red)
06 Okt 2025, 11:51 WIT
HUT ke-80 TNI di Mimika Berlangsung Meriah: Wujud Semangat Kebersamaan Prajurit dan Rakyat
Papuanewsonline.com, Timika —
Suasana penuh kebanggaan dan semangat kebersamaan menyelimuti Lapangan Apel
Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika ketika Kodim 1710/Mimika bersama
satuan TNI se-Garnisun Timika menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun
(HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Minggu (5/10/2025). Dengan mengusung tema “TNI Prima,
TNI Rakyat, Indonesia Maju”, upacara ini dipimpin langsung oleh Inspektur
Upacara Letkol Inf Indra Luthfi Wibisono, S.E., yang juga menjabat sebagai Komandan
Batalyon Infanteri 754/ENK. Dalam kesempatan itu, Dandim
1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., M.A., menyampaikan
bahwa tema HUT ke-80 TNI tahun ini memiliki arti mendalam. TNI lahir dari
rakyat, berjuang bersama rakyat, dan terus berbakti demi kepentingan rakyat. “Tema ini mengingatkan kita semua
bahwa kekuatan utama TNI ada pada dukungan rakyat. Karena itu, sinergi dan
soliditas dengan seluruh komponen bangsa harus terus dijaga, apalagi di tengah
perubahan lingkungan strategis yang berkembang begitu cepat, baik global maupun
nasional,” tegas Dandim. Dalam amanat tertulis Panglima
TNI yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, terdapat empat pesan penting yang
menjadi penekanan bagi seluruh prajurit maupun PNS TNI, yaitu memperkokoh iman
dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar moral dan etika pengabdian,
memperkuat soliditas TNI serta kemanunggalan TNI-rakyat, agar selalu sejalan
dengan kepentingan bangsa, bersikap bijak dalam menggunakan media sosial, tidak
mudah terprovokasi, dan selalu menjaga marwah TNI dan melaksanakan tugas dengan
tulus dan ikhlas, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merugikan
rakyat. Panglima TNI juga memberikan
apresiasi tinggi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian seluruh prajurit di
seluruh penjuru tanah air. Ia mengingatkan bahwa TNI tidak boleh lengah, dan
harus terus berbenah agar selalu menjadi garda terdepan dan benteng terakhir
kedaulatan NKRI. Momentum HUT ke-80 TNI di Mimika
bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi pengingat tentang sejarah
panjang perjuangan TNI dalam menjaga keutuhan bangsa. Kehadiran masyarakat
dalam upacara ini turut memperlihatkan eratnya hubungan antara prajurit TNI dan
rakyat yang dilayaninya. Semarak peringatan HUT TNI kali
ini juga menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan persatuan akan
terus menjadi kekuatan utama dalam menjaga Mimika, Papua, dan Indonesia. Penulis: Jid Editor: GF
06 Okt 2025, 00:30 WIT
Perketat Keamanan MotoGP Mandalika 2025, Astamaops Kapolri Pimpin Patroli Udara
Papuanewsonline.com, Mataram – Untuk memastikan kesiapan pengamanan MotoGP Mandalika 2025, Astamaops Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., memimpin langsung pemantauan dari udara personel pengamanan Operasi Mandalika Rinjani 2025, Jumat (03/10/2025).Pemantauan dilakukan secara menyeluruh, baik di darat maupun melalui patroli udara menggunakan helikopter. Dalam kegiatan ini, Komjen Fadil didampingi Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., Wakapolda Brigjen Pol. Hari Nugroho, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Polda NTB.Selain meninjau kawasan sekitar Sirkuit Mandalika, rombongan juga melakukan pengecekan ke Posko Command Center Operasi Mandalika Rinjani 2025 yang menjadi pusat kendali pengamanan.Kasatgas Humas Operasi Mandalika Rinjani 2025, Kombes Pol. Mohammad Kholid, SIK., menegaskan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh personel pengamanan bekerja sesuai rencana dan standar operasional yang telah ditetapkan.“Kunjungan dan pengecekan ini dalam rangka memastikan kesiapan Operasi Mandalika Rinjani 2025, yang menjadi bagian penting dari pengamanan ajang balap internasional MotoGP Mandalika 2025,” jelasnya.Dengan pemantauan langsung dari Mabes Polri, diharapkan seluruh rangkaian balapan MotoGP di Mandalika dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi penonton maupun peserta. PNO-12
05 Okt 2025, 20:19 WIT
Komisi III DPR RI Apresiasi Polri Atas Kesuksesan Pengelolaan SPPG
Papuanewsonline.com, Jakarta - Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kepada Polri atas berbagai upaya yang dilakukan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai Polri mampu mengelola Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan standar tinggi.Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut, keterlibatan Polri menunjukkan bukti nyata komitmen selalu hadir di tengah masyarakat. Sebab, Polri tak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mendukung kebijakan sosial pemerintah. "Atas nama Komisi III DPR RI, kami mengapresiasi kinerja Polri yang ikut menyukseskan program Makan Bergizi Gratis dengan mengelola SPPG berstandar tinggi," ujar Habiburokhman, Minggu (5/10/25).la mengungkap, SPPG di bawah naungan Polri telah mencapai lebih dari 600 unit. Dari pemantauan yang dilakukan selama ini, tidak ada laporan keracunan karena pengelolaan dilakukan ketat."Setiap makanan melalui dua tahap rapid test-cek bau, rasa, tekstur, dan penggunaan reagen-sehingga potensi kerusakan terdeteksi lebih awal," jelasnya.Lebih lanjut ia menyampaikan harapan agar jumlah SPPG Polri terus diperbanyak. Tak hanya itu, Habiburokhman juga mendorong standar tata kelola SPPG Polri menjadi acuan nasional."Dengan standar ini, kasus keracunan bisa ditekan bahkan dihentikan," ujarnya.Menurutnya, keberhasilan SPPG mencerminkan komitmen Polri mendukung program pemerintah. Kehadiran Polri pun dipandang selalu ada, terutama di masa-masa krisis, seperti Covid-19."Polri selalu hadir di saat kritis dan memberi kontribusi maksimal bagi bangsa dan negara. Ini bentuk nyata reformasi Polri yang terus berjalan," ungkapnya. PNO-12
05 Okt 2025, 20:13 WIT
Anti-Drone Action, Polri Pastikan MotoGP Mandalika Aman dari Ancaman Udara
Papuanewsonline.com, Mandalika - Astamaops Kapolri Komjen. Pol. Dr. H. Muhammad Fadil Imran, M.Si., Sabtu (4/10/2025), meninjau langsung pos pantau dan pengamanan drone di Bukit Jokowi. Pos khusus tersebut disiapkan untuk mendukung jalannya pengamanan MotoGP 2025, di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).Dalam tinjauannya, Komjen. Fadil Imran memastikan seluruh peralatan dan personel Satgas Drone Mabes Polri, siap siaga mengantisipasi potensi ancaman dari drone liar, yang dapat mengganggu jalannya balapan internasional tersebut.“Pengamanan jalannya MotoGP Mandalika tidak hanya di darat dan udara dengan patroli biasa, tetapi juga dengan sistem pertahanan udara ringan yang bisa melumpuhkan drone liar. Hal ini penting demi keamanan pembalap, ofisial, maupun penonton,” jelas Komjen. Fadil Imran.Astamaops Kapolri menambahkan, kehadiran teknologi anti-drone yang dioperasikan personel khusus, menjadi salah satu langkah preventif, untuk menjaga kelancaran dan keselamatan event kelas dunia ini.Di pos pantau, para personel memperagakan cara kerja alat pelumpuh drone yang mampu mendeteksi, sekaligus menonaktifkan drone tak berizin dalam hitungan detik. Langkah itu mendapat apresiasi dari Astamaops Kapolri.“Alat dan personel sudah terlatih dengan baik. Kami pastikan keamanan ajang MotoGP Mandalika 2025 menjadi prioritas utama, sehingga masyarakat dan wisatawan bisa menikmati balapan dengan tenang,” tegasnya.Pos pantau Bukit Jokowi sendiri memiliki posisi strategis, karena berada di titik ketinggian dengan pandangan luas ke arah sirkuit dan area sekitarnya. Dengan sistem itu, aparat dapat memantau pergerakan drone secara real-time, sekaligus melakukan tindakan cepat bila ada potensi gangguan. PNO-12
05 Okt 2025, 20:06 WIT
Kapolda Maluku Lakukan Pemeriksaan Kendaraan Dinas
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si melakukan pengecekan secara langsung terhadap kesiapan personel dan kendaraan dinas pada Direktorat Lalulintas Polda Maluku, Jumat (3/10/25).Sebagai pendukung dalam pelayanan masyarakat, Kapolda mengingatkan para personel agar dapat menjaga dan merawat kendaraan dinas yang digunakan secara baik."Kendaraan dinas yang digunakan baik roda dua maupun roda empat, agar dapat dilakukan perawatan secara berkala, sehingga dapat menunjang kegiatan pelayanan kepada masyarakat," pinta Kapolda saat mengecek kesiapan personel dan kendaraan bermotor di halaman parkir Markas Polda Maluku. Hadir mendampingi Kapolda dalam pengecekan kesiapan personel dan kendaraan yaitu Karo Logistik, Direktur Lalulintas, Kabid Propam dan Wadir Lantas Polda Maluku.Kendaraan dinas, kata Kapolda, merupakan pemberian negara untuk mendukung tugas kepolisian dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat. "Olehnya itu setiap kendaraan yang digunakan harus dapat dijaga dengan baik," harapnya.Terhadap kendaraan yang mengalami kerusakan, Kapolda meminta agar dapat diperbaiki, sehingga bisa kembali difungsikan seperti biasa."Kendaraan ini mendukung pelaksanaan tugas kita di lapangan, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti adanya laporan tentang terjadinya kecelakaan atau ada orang mabuk yang berbuat onar maka respon time kita benar-benar singkat. Dengan begitu maka kehadiran kita dengan cepat akan mendapatkan dukungan dari masyarakat," jelasnya.Kepada setiap personel, Kapolda menekankan terkait pentingnya pelayanan cepat kepada masyarakat. Kehadiran atau respon cepat Polisi menindaklanjuti setiap laporan saat ini menjadi perhatian masyarakat. "Saya minta hal ini menjadi perhatian kita bersama jangan sampai masyarakat hanya menganggap kehadiran Polisi Lalulintas cuma mau tilang padahal banyak tugas yang dapat kita lakukan untuk melayani masyarakat," tegasnya. PNO-12
05 Okt 2025, 19:46 WIT
Cek Kesiapan Samapta, Kapolda Maluku: Jadilah Penetralisir Dalam Menangani Konflik
Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto S.H., S.I.K., M.Si mengunjungi Markas Direktorat Samapta Polda Maluku, Tantui, Kota Ambon, Jumat (3/10/25).Di hadapan seluruh personel, Kapolda mengingatkan bahwa kehadiran mereka sangat dibutuhkan masyarakat untuk menetralisir gangguan kamtibmas yang akan terjadi maupun tengah bergejolak."Saya ingin mengingatkan kembali bahwa kalian adalah Polisi tugas umum, kehadiran kalian itu sangat dibutuhkan masyarakat, kalian yang menetralisir situasi di lapangan saat akan terjadi permasalahan," kata Kapolda saat memberikan arahan kamtibmas kepada personel Dit Samapta dan Dit Tahti, di lapangan apel Dit Samapta Polda Maluku. Dalam penyampaian pengarahan, Kapolda didampingi Karo Logistik, Direktur Samapta, Direktur Tahti, Kabag RBP Biro Rena dan Kabag Dalpers Biro SDM Polda Maluku.Seluruh personel Polda Maluku ditekankan agar wajib menanamkan sikap profesionalisme dalam menjalankan tugas. Sebab, masyarakat saat ini memiliki harapan yang tinggi terhadap Polri. "Kehadiran kalian di tengah-tengah masyarakat dengan senyum adalah wujud dari profesionalisme dan masyarakat akan sangat bangga dengan sosok Polisi yang demikian," ungkapnya. Sebaliknya, lanjut Kapolda, orang-orang yang bermental penjahat akan menganggap Polisi sebagai penghambat mereka dalam menjalankan aksi kejahatan. "Olehnya itu laksanakan tugas dengan baik dan ikhlas sebab kehadiran kalian di tengah-tengah masyarakat merupakan wujud kehadiran Negara, maka tampilkan wajah kalian yang simpatik dan menaungi baik dalam tugas Patroli, mengamankan kegiatan masyarakat dan sebagainya," pintanya.Saat menjalankan tugas, Kapolda kembali mengingatkan pentingnya memberikan pengamanan kepada masyarakat. "Tunjukkan sifat mengayomi dan melindungi kalian agar kehadiran kita selalu dinantikan masyarakat namun bagi mereka yang akan melakukan tindakan kekerasan dan melawan hukum dan aturan maka lakukanlah tindakan tegas terukur sesuai SOP yang kita miliki," tegasnya.Dalam bertindak melakukan pengamanan, Kapolda juga meminta setiap personel agar dapat mengedepankan hak asasi manusia. Menurutnya, setiap tindakan yang diawali dengan baik akan berakhir baik. "Wujud profesional kita diukur dari kesabaran dan ketenangan kita menghadapi setiap permasalahan," katanya. Mantan Ketua STIK Lemdiklat Polri ini juga menekankan pentingnya setiap personel dapat mengendalikan diri saat bertugas di lapangan. "Ketika kita tidak sabar dan emosi meluap, maka logika fikiran kita pun tidak akan bekerja dengan baik, dan ketika itu terjadi maka kita tidak dapat bertindak dengan baik dan saat itulah kita tidak profesional," jelasnya.Kapolda mengingatkan setiap personel agar dapat menjaga nama baik Polri dan Negara. "Sebab diseragam kalian ada lambang Polri dan Negara yang kalian bawa kemana-mana. Tugas Kepolisian adalah tugas yang mulia. Kalau kita ingin mengajak masyarakat untuk menjadi baik, maka kita yang harus baik dulu, kita berikan contoh terbaik dulu kepada masyarakat," pungkasnya. PNO-12
05 Okt 2025, 19:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru