Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kapolda Maluku: Jaga Persaudaraan & Keamanan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Ikhlas Arbes, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (4/10/2025).Turut hadir dalam sholat yang diimami Imam Masjid Nurul Ikhlas ini yaitu Kepala SPN dan Kabid Dokkes Polda Maluku, Kapolsek Sirimau beserta personel. Sholat subuh berjamaah yang dilakukan Kapolda dan Wakapolda bersama para pejabat utama Polda Maluku menjadi wujud nyata kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya melalui pendekatan keagamaan.Kapolda menyampaikan pesan penting terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ia mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk terus menjaga dan memperkuat nilai hidup orang basudara yang sudah menjadi identitas serta kearifan lokal di daerah ini.“Mari kita terus berbuat kebaikan, saling menghargai, dan menjaga persaudaraan. Dengan kebersamaan antara masyarakat dan Polri, situasi Kamtibmas di Maluku akan tetap aman, damai, dan kondusif,” pintanya.Kapolda menekankan, pendekatan melalui peribadatan keagamaan merupakan salah satu upaya yang efektif dalam mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Melalui kegiatan keagamaan, Polri dapat lebih dekat, mendengar aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus menanamkan nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama.Kapolda juga menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak jamaah masjid serta warga sekitar untuk aktif berperan serta dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan masyarakat. Dengan kebersamaan, kita bisa mencegah potensi gangguan keamanan dan menciptakan Maluku yang damai serta penuh persaudaraan,” tambahnya. PNO-12
04 Okt 2025, 19:14 WIT
Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Fatah, Kapolda Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas dan Tebarkan Kebaikan
Papuanewsonline.com, Ambon – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H, S.I.K, M.Si, melaksanakan Sholat Jumat Berjamaah bersama ribuan umat Islam di Masjid Raya Al-Fatah Kota Ambon, Jumat (3/10).Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Presiden PKS Dr. Almuzzamil Yusuf, M.Si, Imam Masjid Raya Al-Fatah, Para Kiai, pengurus masjid, serta jamaah dari berbagai kalangan masyarakat Kota Ambon.Usai sholat, Kapolda Maluku berkesempatan menyampaikan pesan silaturahmi sekaligus mengajak jamaah untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan, dan menjadikan hidup lebih bermakna melalui kebaikan.Dalam penyampaiannya, Kapolda mengingatkan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadist sebagai fondasi hidup. Ia mengibaratkan nilai-nilai agama seperti batu karang yang kokoh meski diterpa badai, sehingga mampu menjadi pegangan di tengah tantangan zaman.“Kita tidak bisa memilih lahir sebagai apa, suku apa, atau dari bangsa mana. Tetapi kita bisa memilih untuk berbuat kebaikan. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain,” tegas Kapolda.Kapolda juga mengingatkan makna "rahmatan lil alamin", yang mencakup manusia, alam, serta lingkungan hidup. Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan bangsa yang ada di Indonesia, termasuk di Maluku, adalah anugerah yang harus dijaga.“Indonesia adalah negara yang beraneka ragam, tapi diikat oleh semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Maluku adalah cerminan kecil dari itu. Mari kita rawat keberagaman ini agar menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan,” tambahnya. Menurutnya, keamanan adalah nikmat besar yang sering kali tidak terasa sampai hilang. Keamanan tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari usaha, doa, serta tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Keamanan bukan hanya tugas TNI-Polri atau pemerintah daerah, tapi tanggungjawab semua elemen masyarakat.“Keamanan ini amanah kita bersama. Jangan mudah terprovokasi, terutama melalui media sosial. Hidup pasti ada masalah, tetapi mari kita selesaikan dengan introspeksi dan kebersamaan,” ujar Kapolda.Polri, lanjut Kapolda, dalam menjalankan tugasnya tidak luput dari kekurangan. Olehnya itu Polri selalu terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari masyarakat demi perbaikan ke depan.Kapolda meyakini Maluku akan semakin dikenal sebagai daerah yang indah, damai, dan penuh kedamaian bila masyarakat terus hidup berdampingan dengan prinsip saling menghargai.“Tugas dan tanggung jawab saya adalah amanah, yang suatu saat harus saya pertanggungjawabkan kepada Allah, bukan kepada manusia. Karena itu mari kita jadikan Maluku sebagai tanah yang damai, tempat di mana umat muslim maupun non-muslim, dari berbagai suku, bisa hidup berdampingan dengan rukun,” tutup Kapolda. PNO-12
04 Okt 2025, 19:03 WIT
Polres SBT Sikapi Isu Aduan Warga yang Diabaikan Polsek Werinama, Ini Penjelasannya
Papuanewsonline.com, SBT - Kepolisian Resor Seram Bagian Timur menegaskan tidak ada laporan aduan masyarakat ke Polsek Werinama yang diabaikan. Penegasan ini disampaikan menyikapi isu adanya aduan warga yang diabaikan terkait dugaan penipuan dan pengancaman yang dilaporkan di Polsek Werinama. Di mana, Pelapor merasa laporannya tidak direspon Polsek Werinama.Kapolsek Werinama, Iptu Sahruddin Samar, menjelaskan, pada Kamis, 2 Oktober 2025, sekitar pukul 16.00 WIT, bertempat di SPKT Polres SBT, datang Pelapor saudari AKT untuk melaporkan dugaan kasus penipuan dan pengancaman. Pihak SPKT Polres SBT selanjutnya menerima pelapor dan mendengarkan secara langsung kronologi tentang permasalahan yang dialami. Anggota SPKT kemudian memberikan pemahaman kepada pelapor tentang tahapan proses laporan/pengaduan dan prosedur yang akan dilakukan.Setelah memberikan pemahaman Piket SPKT menghubungi Polsek Werinama dan meminta agar merespon cepat dan menyelesaikan permasalahan yang dilaporkan. Piket SPKT juga meminta Polsek untuk melakukan mediasi antara kedua belah pihak dan pihak-pihak terkait dalam permasalahan tersebut.Sebelum Pelapor meninggalkan SPKT, petugas memastikan kembali apakah pengaduan tersebut akan dilaporkan di SPKT atau mediasi dengan terpelapor di Polsek Werinama sesuai permintaan Pelapor. "Saat itu Pelapor memilih untuk menyelesaikan permasalahan di Polsek Werinama dengan melibatkan pihak-pihak terkait," kata Kapolsek.Hari ini Jumat, 03 Oktober 2025, bertempat di ruang Reskrim Polsek Werinama telah dilakukan pemeriksaan terhadap saudari SHM dan saudara FK (anak). Pemeriksaan terkait dengan laporan pengaduan dari AKT.Dari hasil pemeriksaan, SHM membenarkan bahwa lahan tersebut telah dijual kepadanya pada tahun 2019 oleh saudara OH, suami dari Pelapor. Lahan tersebut telah dibuatkan sertifikat oleh ibu SHT.“Hari ini kami telah memeriksa 2 (dua) orang terkait laporan ini, besok kami akan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi lagi sekaligus pengecekan lahan sengketa tersebut,” kata Kapolsek Iptu Sahruddin Samar.Sebelumnya, lanjut Iptu Sahruddin, pada 16 September 2025 pihaknya telah melaksanakan mediasi terhadap kedua belah pihak. "Jadi tidak ada pengaduan masyarakat yang diabaikan sebagaimana isu yang berkembang di luar," tegasnya.Sementara itu, Kapolres SBT melalui Kasi Humas Polres SBT, Ipda Muhamad Ali Kelian, S.H, menegaskan komitmen Polres SBT untuk merespon setiap aduan maupun keluhan masyarakat baik melalui Polsek maupun Polres sesuai prosedur yang berlaku dalam setiap penganan kasus.“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang menjaga kamtibmas, tidak terpancing dengan isu yang belum terverifikasi dan memberikan kepercayaan kepada kami dalam menangani kasus ini, kami juga berkomitmen untuk tetap transparan dan akan mengabarkan setiap perkembangan kasus tersebut sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada, mari kita kawal proses ini secara bersama-sama,” pungkasnya. PNO-12
04 Okt 2025, 18:40 WIT
RDTR Kota Baru Mimika: Fokus Lima Distrik Perkotaan, Selaras dengan RTRW dan RPJMD
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten Mimika terus menata arah pembangunan wilayah melalui
penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Baru Mimika yang dipastikan
selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mimika serta Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kepastian ini mengemuka dalam Forum
Group Discussion (FGD) yang digelar Jumat (3/10/2025), menghadirkan pemangku
kepentingan lintas sektor untuk menyatukan pandangan dalam merancang tata ruang
kota baru. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Pieter Edoway, menegaskan bahwa
penyusunan RDTR bukanlah proses yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari
skema besar pembangunan daerah yang telah diatur dalam RTRW. “Artinya, perencanaan tidak
dibuat secara sembarangan, tetapi mengikuti arah pembangunan daerah yang sudah
ditetapkan dalam RTRW dan RPJMD sesuai visi Bupati Mimika,” jelas Pieter saat
diwawancarai awak media. Saat ini, penyusunan RDTR masih
berada dalam tahap awal atau pendahuluan. Tim perencana tengah melakukan
pengumpulan data dan menyerap masukan dari berbagai pihak, termasuk tokoh
masyarakat, instansi teknis, hingga kalangan akademisi. Ruang lingkup RDTR Kota Baru
Mimika mencakup penentuan kawasan pertanian, peternakan, industri, permukiman,
serta ruang perkotaan yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. Khusus
pada tahap ini, perencanaan difokuskan pada lima distrik perkotaan yang dinilai
sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial di Mimika. Pieter menambahkan, keberadaan
RDTR akan memastikan pembangunan permukiman, infrastruktur, hingga kawasan
industri berjalan sesuai dengan pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW.
Hal ini sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih peruntukan lahan maupun
pembangunan yang tidak sesuai dengan karakteristik wilayah. “Kesimpulannya, perencanaan saat
ini memang masih tahap awal dengan fokus pada lima distrik perkotaan, namun
tetap terhubung dengan pengembangan RTRW yang mencakup 18 distrik. Dengan
begitu, tata ruang dapat berjalan lebih terarah, konsisten, dan berkelanjutan,”
pungkas Pieter. Melalui RDTR Kota Baru Mimika,
pemerintah daerah berharap dapat menghadirkan tata ruang yang lebih teratur,
modern, serta ramah lingkungan. Selain menjawab kebutuhan pembangunan jangka
pendek, dokumen ini juga menjadi pedoman penting bagi pembangunan jangka
panjang, sehingga Mimika mampu berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan
di Tanah Papua. Penulis: Jid
Editor: GF
04 Okt 2025, 17:03 WIT
Satgas Ops Damai Cartenz Tebar Senyum dan Kepedulian: Sentuhan Humanis Bersama Anak-Anak Paniai
Papuanewsonline.com, Paniai — Di
tengah rutinitas pengamanan yang sering identik dengan ketegasan, Satuan Tugas
(Satgas) Operasi Damai Cartenz menghadirkan momen berbeda di Kabupaten Paniai.
Pada Rabu (2/10/2025), personel Satgas Ops Damai Cartenz turun langsung menyapa
anak-anak di sekitar Jalan Madi, Paniai Timur, menciptakan suasana penuh
keakraban dan keceriaan. Dipimpin oleh Ipda Syahrir
Mahyuddin, S.H., bersama dua personel Satgas Tindak lainnya, Bripda Fajri
Martono dan Bripda Torik Apgani, kegiatan ini menyatukan aparat dengan
masyarakat, khususnya anak-anak, dalam interaksi sederhana namun sarat makna. Dengan senyum ramah, anggota
Satgas tidak hanya sekadar menjaga keamanan, tetapi juga membagikan makanan
ringan dan permen yang langsung disambut antusias oleh anak-anak. Tawa, canda,
serta sapaan akrab yang tercipta menjadikan suasana sore itu terasa begitu
hangat, jauh dari kesan tegang yang biasanya melekat pada aparat bersenjata. Kehadiran aparat dengan
pendekatan persuasif ini menuai apresiasi dari masyarakat setempat. Orang tua
dan anak-anak terlihat merasa lebih dekat, bahkan nyaman, dengan kehadiran
Satgas Ops Damai Cartenz di sekitar mereka. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen
Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan
semacam ini adalah wujud komitmen aparat untuk hadir bukan hanya sebagai
penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. “Pendekatan humanis adalah kunci
dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Kehadiran kami tidak hanya sebatas
tugas menjaga stabilitas, tetapi juga memberi senyum dan harapan, khususnya
kepada anak-anak sebagai generasi penerus Papua,” ujar Brigjen Faizal. Senada dengan itu, Wakil Kepala
Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan
bahwa kegiatan seperti ini akan terus diperluas sebagai strategi membangun
kedekatan emosional dengan masyarakat. “Kami ingin anak-anak Papua
tumbuh dengan pandangan positif terhadap aparat. Melalui interaksi sederhana
seperti ini, kami berharap tumbuh rasa percaya dan saling memiliki antara
masyarakat dan Satgas Damai Cartenz,” tutur Kombes Adarma. Meski hanya berupa pertemuan
singkat di pinggir jalan, kegiatan tersebut menjadi simbol nyata bahwa
pendekatan keamanan tidak harus selalu kaku. Dengan senyuman, sapaan, dan
perhatian kecil, aparat dapat menumbuhkan ikatan emosional yang kuat dengan
masyarakat. Melalui aktivitas sederhana ini,
Satgas Ops Damai Cartenz kembali menunjukkan komitmennya untuk menjaga
kedamaian Papua dengan cara yang lebih humanis, ramah, dan penuh kasih sayang.(GF)
04 Okt 2025, 13:02 WIT
Kemenko Polkam Perluas Sasaran dan Substansi Penguatan Industri Pertahanan
Papuanewsonline.com, Jakarta –
Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI
mempertegas komitmennya dalam mendorong terwujudnya kemandirian industri
pertahanan nasional. Melalui rapat koordinasi yang digelar di Jakarta, Kamis
(2/10/2025), Kemenko Polkam menekankan pentingnya memperluas sasaran dan
substansi rekomendasi dalam Program Prioritas Pembangunan dan Pengembangan
Industri Pertahanan yang akan menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Asisten Deputi Koordinator Bidang
Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI
(Mar) Kresno Pratowo, menjelaskan bahwa arah utama kebijakan ini adalah untuk
menghadirkan industri pertahanan yang sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing,
sekaligus mampu mendukung terwujudnya postur pertahanan negara yang tangguh. “Konsep rekomendasi Penguatan dan
Pengembangan Industri Pertahanan Dalam Negeri telah menerima masukan dari
berbagai kalangan agar dapat dilaksanakan oleh K/L terkait. Rekomendasi ini
tidak hanya mendorong sinkronisasi dan pengendalian, tetapi juga memperlancar
koordinasi dalam proses tindak lanjut sehingga pelaksanaan kebijakan lebih
tepat sasaran,” ujar Brigjen Kresno. Rapat ini menjadi tindak lanjut
dari proses penyusunan draft rekomendasi Kemenko Polkam yang sebelumnya telah
dibahas bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Dalam perkembangan
terbaru, sasaran rekomendasi tidak hanya diarahkan kepada Kementerian
Pertahanan (Kemhan) atau Kementerian Perindustrian (Kemenperin), tetapi juga
diperluas kepada Kementerian Perdagangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional
(BRIN), serta para Ketua Komisi DPR RI. Selain itu, substansi rekomendasi
juga mengalami penambahan yang lebih komprehensif, mencakup aspek pendanaan,
riset, sertifikasi, hingga tata kelola industri pertahanan. Beberapa poin
tambahan ditujukan untuk Kementerian Keuangan, Kemhan, Kemenperin, serta
Sekretaris KKIP (Komite Kebijakan Industri Pertahanan). “Dengan perluasan sasaran dan
penajaman substansi, kami berharap industri pertahanan tidak hanya berkembang
secara struktural, tetapi juga berdaya guna secara fungsional. Hasil akhirnya
adalah kemandirian yang mendukung kepentingan strategis bangsa,” tegas Brigjen
Kresno. Dalam pembahasan, Kemenko Polkam
menegaskan bahwa rekomendasi ini berpijak pada PP Nomor 76 Tahun 2014 tentang
IDKLO (Industri, Definisi, Klasifikasi, dan Lingkup Obyek), serta Peraturan
Panglima TNI yang mengatur sertifikasi penelitian dan pengembangan dalam
rencana kebutuhan pertahanan. Rekomendasi final, kata Brigjen
Kresno, telah mendapatkan berbagai masukan dari K/L sehingga penyempurnaan
substansi menjadi lebih matang sebelum akhirnya diserahkan kepada para pemangku
kepentingan utama. “Langkah ini merupakan bagian
penting untuk memastikan bahwa pembangunan industri pertahanan dalam RPJMN
2025–2029 benar-benar realistis, terukur, dan memberi dampak signifikan bagi
pertahanan negara,” ujarnya menutup pernyataan. Dengan sinergi lintas sektor ini,
Kemenko Polkam optimis bahwa Indonesia akan memiliki industri pertahanan
nasional yang kuat dan mandiri, tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri,
tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional.(GF)
04 Okt 2025, 13:00 WIT
Merekam Jejak Mimika: PFI Timika Gelar Pameran Foto Transformasi Daerah, Hadirkan Potret Perubahan
Papuanewsonline.com, Timika –
Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Mimika,
Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Timika siap menggelar pameran foto bertajuk “Mimika
Photo Exhibition 2025” dengan tema besar “Merekam Jejak Mimika”. Pameran ini
akan berlangsung pada 10–12 Oktober 2025 di Lantai 2 Diana Mall Timika, dan
dipastikan menjadi salah satu agenda istimewa yang sarat nilai sejarah,
refleksi, sekaligus hiburan edukatif bagi masyarakat. Ketua Panitia Mimika Photo
Exhibition 2025, Joe Situmorang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar
ajang pamer karya, melainkan ruang bersama untuk menelusuri kembali perjalanan
panjang Mimika sejak awal berdiri sebagai kabupaten hingga kini berkembang
menjadi salah satu pusat pertumbuhan di Tanah Papua. “Dalam rangka memeriahkan HUT
ke-29 Kabupaten Mimika, kami dari Pewarta Foto Indonesia Kota Timika akan
melaksanakan kegiatan pameran foto dengan mengangkat tema Merekam Jejak Mimika.
Melalui foto-foto ini, masyarakat diajak mengenang sekaligus memahami
perjalanan Mimika dari waktu ke waktu,” ujar Joe. Pameran ini akan menghadirkan
ragam foto yang terbagi ke dalam berbagai kategori, mulai dari dokumentasi para
kepala daerah yang pernah memimpin Mimika, tokoh-tokoh berpengaruh dalam
pembangunan, hingga potret perayaan hari besar dan keagamaan. Tak ketinggalan,
foto-foto pengembangan infrastruktur, dinamika kehidupan sosial, budaya,
ekonomi, kesehatan, dan pendidikan masyarakat juga akan ditampilkan sebagai
bukti nyata perjalanan pembangunan di Mimika. Persiapan kegiatan saat ini telah
mencapai 85 persen, dengan target menghadirkan 20–25 partisipan fotografer
serta lebih dari 100 karya foto yang akan dipamerkan. “Foto-foto ini tidak hanya
menampilkan estetika, tetapi juga mengandung cerita dan sejarah. Setiap gambar
adalah fragmen perjalanan Mimika, mulai dari infrastruktur, kehidupan
masyarakat, hingga dinamika sosial yang terus berkembang,” jelas Joe. Selain menampilkan dokumentasi
visual, pameran ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat Mimika
untuk menilai sejauh mana perkembangan yang telah dicapai daerah, sekaligus
menjadi pengingat atas berbagai tantangan yang masih harus dihadapi ke depan. “Pameran ini bukan hanya sekadar
melihat foto, tetapi mengajak kita untuk merenung, mengingat, dan menghargai
setiap proses yang telah membawa Mimika hingga ke titik sekarang. Selain itu,
kegiatan ini juga menjadi wadah memperkenalkan dunia fotografi jurnalistik
serta melahirkan fotografer-fotografer muda di Kabupaten Mimika,” tambah Joe. Kegiatan Mimika Photo Exhibition
2025 mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika, PT Freeport
Indonesia, serta Diana Mall Timika sebagai tuan rumah penyelenggaraan. Dukungan
ini mencerminkan kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan sebuah perayaan
yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna edukasi dan kebudayaan. Dengan mengusung semangat “Merekam
Jejak Mimika”, pameran foto ini diharapkan mampu menghubungkan generasi
sekarang dengan jejak langkah pendahulu, sekaligus menginspirasi generasi muda
untuk terus berkarya, berkontribusi, dan menjaga Mimika sebagai daerah yang
dinamis dan penuh potensi. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:42 WIT
Sampah Jadi Uang! Pemkab Mimika Resmikan Bank Sampah, Botol Plastik Dibeli Rp3 Ribu/Kilo
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika resmi meluncurkan program Bank Sampah di
Distrik Mimika Baru, sebagai bagian dari upaya serius menangani permasalahan
sampah yang kian mengkhawatirkan. Peresmian berlangsung semarak di Lapangan
Jayanti, Kelurahan Sempan, pada Jumat (3/10/25), dengan melibatkan berbagai
elemen masyarakat, perangkat daerah, serta para pegiat lingkungan. Bupati Mimika, Johannes Rettob,
dalam sambutannya menegaskan bahwa masalah sampah di Mimika telah memasuki
tahap darurat. Data mencatat, setiap hari terdapat lebih dari 100 ton sampah
yang dihasilkan dari tiga distrik perkotaan: Mimika Baru, Wania, dan Kuala
Kencana. “Kalau 1 kilo sampah dihargai
Rp1.000 saja, maka potensi perputaran uang bisa mencapai Rp100 juta per hari.
Artinya, sampah ini bukan sekadar masalah, tetapi juga peluang ekonomi besar,”
ujar Bupati. Melalui Bank Sampah, Pemkab
Mimika ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah tidak hanya sekadar
limbah yang mengotori lingkungan, melainkan juga sumber penghasilan baru. “Kita harus mulai mengangkat,
mengumpulkan, dan mengolah sampah dengan cara yang benar. Dengan Bank Sampah,
sampah bukan lagi beban, tetapi bisa jadi uang. Inilah yang kita launching hari
ini,” tegas Bupati Johannes. Ia juga memberikan apresiasi
tinggi kepada Kepala Distrik Mimika Baru, Joel Luhukay, atas inisiatif dan
langkah cepat dalam mengawal program ini. Sebagai langkah awal, Bank Sampah
akan membeli berbagai jenis sampah anorganik dengan harga yang bervariasi.
Untuk botol plastik air mineral, harganya ditetapkan Rp3.000 per kilogram,
sementara untuk tutup botol dan jenis plastik lain memiliki harga berbeda. “Saya berharap masyarakat ke
depan tidak lagi membuang sampah sembarangan, tapi justru berburu sampah untuk
dijual ke Bank Sampah. Mulai dari rumah, mari kita pilah sampah organik,
anorganik, dan sampah kayu,” pesan Bupati dengan penuh semangat. Kepala Distrik Mimika Baru, Joel
Luhukay, menjelaskan bahwa program Bank Sampah sejatinya telah dimulai sejak 1
Juli 2025 dengan merekrut 22 tenaga pemilah sampah yang ditugaskan di
kelurahan-kelurahan. Mereka memiliki peran penting dalam memberikan edukasi,
sosialisasi, serta menggerakkan masyarakat untuk disiplin memilah sampah sejak
dari rumah tangga. “Tujuannya bukan hanya kebersihan
lingkungan, tapi juga memberdayakan masyarakat agar melihat sampah sebagai aset
ekonomi,” ungkap Joel. Program ini diharapkan dapat
menjadi momentum perubahan besar bagi Mimika dalam mengatasi masalah
persampahan. Dengan dukungan masyarakat, Pemkab Mimika optimis bahwa Bank
Sampah akan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan
Akhir (TPA), sekaligus menciptakan peluang usaha baru, terutama bagi kelompok
ekonomi kecil dan rumah tangga. Bupati menutup peresmian dengan
penuh keyakinan, “Mari kita jadikan Mimika sebagai contoh daerah yang berhasil
mengubah tantangan menjadi peluang. Dari sampah, lahirlah nilai ekonomi, dari
kebersihan, lahirlah kesehatan, dan dari kesadaran, lahirlah masa depan yang
lebih baik.” Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:37 WIT
Bapenda Mimika Gelar Bakti Sosial Kebersihan Sambut HUT Kabupaten ke-29
Papuanewsonline.com, Mimika –
Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-29, Badan
Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika menggelar aksi bakti sosial
kebersihan di lingkungan kantor pada Jumat (3/10/25). Kegiatan ini menjadi
wujud nyata komitmen Bapenda dalam menciptakan ruang kerja yang sehat, nyaman,
sekaligus meningkatkan semangat pelayanan publik yang lebih prima bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan
menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 51 Tahun 2025 yang mengimbau
seluruh perangkat daerah untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan
lingkungan kerja, sebagai bagian dari perayaan HUT Kabupaten Mimika. Aksi kebersihan difokuskan pada
area dalam maupun luar kantor Bapenda, mulai dari ruang pelayanan, taman,
halaman, hingga tempat parkir. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan
pentingnya pemilahan sampah serta pembuangan yang tertib sesuai standar kebersihan. Pegawai Bapenda turun langsung
membersihkan ruangan kerja, merapikan arsip, memangkas tanaman, hingga menata
kembali sarana pelayanan agar lebih representatif. Suasana gotong royong tampak
hidup, mencerminkan semangat kebersamaan untuk menjadikan Bapenda sebagai
institusi yang bukan hanya rapi secara administrasi, tetapi juga bersih secara
lingkungan. Pihak Bapenda Mimika menegaskan
bahwa lingkungan kerja yang bersih dan tertata akan berdampak langsung pada
peningkatan kualitas layanan publik. “Dengan lingkungan yang bersih,
kami yakin pelayanan kepada masyarakat akan semakin optimal. Ini adalah wujud
komitmen kami untuk memberikan yang terbaik bagi warga Mimika,” ujar perwakilan
Bapenda. Lebih dari sekadar rutinitas,
kebersihan kantor dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat
yang datang untuk mengurus berbagai layanan, sekaligus menciptakan suasana
kerja yang kondusif bagi pegawai. Melalui momentum ini, Bapenda
juga mengajak seluruh masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan
sejak dari lingkungan rumah, sekolah, hingga tempat kerja masing-masing.
Menurut mereka, kebersihan merupakan fondasi penting dalam membangun Mimika
yang sehat, nyaman, dan berdaya saing. “Inisiatif sederhana seperti
menjaga kebersihan tidak boleh dianggap remeh, karena dari hal kecil inilah
kita membangun budaya disiplin dan tanggung jawab bersama,” tambahnya. Selain menjadi bagian dari
rangkaian HUT Mimika ke-29, kegiatan bakti sosial kebersihan ini diharapkan
menjadi inspirasi bagi OPD lainnya untuk menjadikan lingkungan kerja sebagai
etalase pelayanan publik yang membanggakan. Dengan semangat gotong royong,
Pemkab Mimika ingin memastikan bahwa peringatan HUT bukan sekadar seremonial,
melainkan momentum nyata untuk meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan bagi
seluruh warga. Penulis: Jid
Editor: GF
03 Okt 2025, 20:27 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru