logo-website
Rabu, 29 Apr 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Smart Air Juarai Danlanud Cup 2025, Komandan Lanud YKU Apresiasi Semangat Sportivitas Papuanewsonline.com, Timika — Turnamen futsal Danlanud Cup 2025 resmi berakhir dengan kemenangan dramatis tim Smart Air, yang berhasil menundukkan Denkav Mimika melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung di GOR SP5, Kabupaten Mimika, pada Senin malam (4/11/2025). Pertandingan puncak ini menjadi tontonan yang menegangkan dan penuh semangat sportivitas. Kedua tim tampil ngotot sejak menit awal, saling menekan dan menunjukkan kualitas permainan terbaik mereka. Skor imbang 3-3 di waktu normal membuat pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti, yang akhirnya dimenangkan oleh Smart Air dengan skor 4-2. Sementara itu, dalam laga perebutan juara tiga, tim AFT Mozes Kilangin berhasil menundukkan Brimob Mimika dengan skor meyakinkan 7-4. Komandan Lanud Yohanis Kapiyau (YKU) Timika, Kolonel Pnb Asri Efendi Rangkuti, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi. Menurutnya, turnamen ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan dan semangat sportivitas antarinstansi di wilayah Mimika. “Turnamen ini tidak semata-mata mencari pemenang, tetapi bagaimana kita semua bisa belajar dari semangat tim, disiplin, dan kebersamaan. Sportivitas yang ditunjukkan semua peserta patut diapresiasi,” ujar Kolonel Asri Efendi Rangkuti dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan oleh Lanud YKU sebagai bentuk komitmen TNI AU untuk mendukung pengembangan olahraga di daerah, sekaligus mempererat sinergi dengan masyarakat sipil dan instansi lain. Danlanud Cup 2025 merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Turnamen ini diikuti oleh berbagai instansi, baik dari unsur militer, kepolisian, pemerintahan daerah, maupun masyarakat umum. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kolaborasi dan keharmonisan antara TNI dan masyarakat dalam membangun semangat positif di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika. “Kami ingin HUT TNI tahun ini tidak hanya diperingati dengan upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat luas, seperti olahraga yang mempersatukan,” tambah Kolonel Asri. Sepanjang jalannya turnamen, antusiasme masyarakat Mimika terlihat begitu tinggi. Ratusan penonton memadati GOR SP5 setiap harinya untuk menyaksikan laga-laga seru antarinstansi. Sorakan dan dukungan penonton membuat suasana semakin meriah, menambah semangat para pemain di lapangan. Para pemain dari Smart Air menunjukkan kekompakan luar biasa, terutama di babak final. Kiper mereka tampil gemilang saat adu penalti dengan menggagalkan dua tendangan lawan, memastikan timnya meraih gelar juara pertama. “Kami bermain dengan hati dan kebersamaan. Semua pemain memberikan yang terbaik. Kemenangan ini untuk semua rekan tim dan masyarakat Mimika,” ungkap salah satu pemain Smart Air usai pertandingan dengan penuh haru. Selain menjadi ajang silaturahmi, turnamen ini juga diharapkan menjadi sarana untuk menemukan bibit-bibit atlet futsal potensial yang dapat membawa nama baik Mimika di tingkat regional maupun nasional. Kolonel Asri menegaskan bahwa Lanud YKU akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini ke depannya, bahkan membuka peluang untuk mengadakan kompetisi serupa di tingkat provinsi. “Kita berharap dari ajang ini lahir pemain-pemain berbakat yang bisa membawa nama Papua ke ajang lebih tinggi. Lanud YKU siap menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkembang lewat olahraga,” ujarnya menutup kegiatan. Keberhasilan Smart Air menjuarai Danlanud Cup 2025 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Mimika. Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang menjadi nilai utama dalam peringatan HUT ke-80 TNI. Turnamen berakhir dengan penyerahan piala, medali, dan piagam penghargaan kepada para pemenang, serta sesi foto bersama yang penuh kehangatan dan rasa persaudaraan. Dengan suksesnya penyelenggaraan Danlanud Cup 2025, Mimika kembali membuktikan diri sebagai daerah yang kaya akan potensi olahraga, solidaritas, dan semangat kebersamaan di Tanah Papua. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:20 WIT
FH Uncen Resmikan Kelas Magister Ilmu Hukum di Mimika Papuanewsonline.com, Timika — Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi membuka Program Magister Ilmu Hukum di Kabupaten Mimika, menandai babak baru dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah yang menjadi jantung ekonomi Papua. Peresmian program ini disertai kegiatan matrikulasi perdana yang berlangsung di Timika, Selasa (4/11/2025), dan dihadiri oleh jajaran akademisi, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pendidikan hukum lanjutan di Mimika, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berbasis pada supremasi hukum dan keadilan sosial. Dekan Fakultas Hukum Uncen, Dr. Yustus Pondayar, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya pembukaan kelas magister ini. Ia menegaskan bahwa kehadiran program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Uncen dalam memperluas jangkauan pendidikan tinggi berkualitas ke daerah-daerah strategis di Papua. “Kehadiran kelas magister ini adalah bukti komitmen kami untuk mendekatkan pendidikan hukum berkualitas kepada masyarakat. Kami ingin memberi ruang bagi aparatur pemerintahan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan semua pihak yang berperan dalam pembangunan daerah,” ujar Pondayar. Program ini tidak hanya sekadar memperluas kesempatan belajar, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam membangun generasi pemimpin masa depan Papua yang memiliki landasan hukum yang kuat, berpikir kritis, dan berintegritas tinggi. Kurikulum Program Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Uncen dirancang dengan tiga pilar utama, yaitu, mengembangkan kemampuan berpikir analitis dan kritis terhadap sistem hukum nasional dan global, menanamkan kepekaan etika dalam penegakan hukum dan penyusunan kebijakan publik dan memberikan ruang akademik untuk mengkaji hukum adat dan kearifan lokal Papua. Yustus Pondayar menjelaskan bahwa Mimika, sebagai pusat ekonomi yang dinamis dengan kehadiran perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia, membutuhkan pemimpin dan profesional hukum yang tidak hanya memahami peraturan, tetapi juga mampu mengelola konflik, menegakkan keadilan, dan menjaga harmoni sosial di tengah kompleksitas ekonomi daerah. “Dinamika sosial dan ekonomi di Mimika menuntut hadirnya pemimpin lokal yang berkarakter dan berwawasan hukum kuat. Kami ingin menyiapkan mereka agar mampu menjadi pengambil kebijakan yang bijak, profesional, dan berintegritas,” tegasnya. Pondayar juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan program ini. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus ditingkatkan dalam upaya memperkuat kapasitas SDM Papua di berbagai sektor. “Tanpa dukungan Pemkab Mimika dan berbagai pihak, program ini tidak mungkin terwujud. Ini adalah bukti bahwa dunia akademik dan pemerintah daerah bisa berkolaborasi membangun SDM Papua dari akar rumput,” ujarnya. Selain itu, pihak Uncen juga berencana menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga hukum, pengadilan, dan kejaksaan di Mimika agar mahasiswa magister dapat mendapat pengalaman langsung dalam praktik hukum dan penyusunan kebijakan publik. Kepada mahasiswa angkatan pertama Program Magister Ilmu Hukum Mimika, Dekan Yustus Pondayar memberikan pesan penuh makna agar menjadikan kesempatan belajar ini sebagai momentum perubahan diri dan kontribusi nyata bagi daerah. “Hadirlah sebagai pribadi pembelajar yang rendah hati namun berprinsip. Kalian adalah calon pemimpin hukum Papua masa depan. Gunakan ilmu ini untuk membangun daerah, bukan hanya untuk status,” pesannya disambut tepuk tangan hadirin. Dengan dibukanya Program Magister Ilmu Hukum Uncen di Timika, Kabupaten Mimika semakin mengokohkan diri sebagai salah satu pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Papua Tengah. Program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya sarjana hukum berkualitas, berjiwa nasionalis, dan memiliki kepedulian terhadap keadilan sosial di Tanah Papua. Langkah Fakultas Hukum Uncen ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah untuk mendistribusikan akses pendidikan tinggi ke wilayah-wilayah potensial di luar Jayapura, sehingga tidak semua mahasiswa harus ke ibu kota provinsi untuk melanjutkan studi lanjutan. Pembukaan kelas magister ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi simbol dari semangat perubahan dalam mencetak SDM Papua yang siap bersaing di tingkat nasional dan internasional. Fakultas Hukum Uncen menegaskan akan terus mendukung program-program pendidikan berbasis daerah yang berpihak pada masyarakat lokal dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan di Papua. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:17 WIT
Warga Jila Mengungsi Akibat Trauma Pasca Penindakan OPM: Masyarakat Minta TNI Ditarik Papuanewsonline.com, Timika — Suasana duka dan ketakutan masih menyelimuti Distrik Jila, Kabupaten Mimika, setelah operasi penindakan terhadap kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berlangsung Sabtu (31/10/2025). Hingga kini, lebih dari 1.500 warga dari tujuh kampung di Distrik Jila masih mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman. Mereka mengaku trauma mendalam akibat suara tembakan dan kehadiran aparat bersenjata di sekitar permukiman. Dalam suasana mencekam itu, warga menuntut agar pasukan TNI tambahan ditarik dari wilayah Jila, dan agar pemerintah turun tangan memberikan jaminan rasa aman serta pemulihan bagi masyarakat sipil. Ribuan warga melalui perwakilan mereka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, aparat TNI-Polri, dan perwakilan pemerintah daerah di Timika, Selasa (4/11/2025). Dalam pertemuan itu, perwakilan warga menyerahkan dokumen berisi sejumlah tuntutan resmi, termasuk desakan agar operasi militer di Jila dihentikan sementara demi menenangkan situasi. “Masyarakat kami dari tujuh kampung masih mengungsi karena trauma. Tidak ada korban dari warga, tapi ketakutan itu nyata. Mereka tidak berani kembali ke rumah,” ujar Oto Tsunme, perwakilan masyarakat Jila, dengan suara bergetar. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pengungsi kini menumpang di rumah kerabat di distrik tetangga, sementara sebagian lainnya bertahan di hutan karena takut akan kehadiran aparat. Dalam dokumen resmi yang diserahkan ke DPRK Mimika, terdapat beberapa poin utama yang menjadi sorotan, di antaranya: Meminta DPRK dan Pemkab Mimika meninjau langsung kondisi keamanan masyarakat sipil di Distrik Jila. Menuntut Dandim 1710/Mimika untuk menarik pasukan tambahan TNI dari wilayah tersebut demi menghindari trauma berkelanjutan. Meminta pemerintah menyediakan bantuan kemanusiaan bagi warga yang masih mengungsi. Mendorong adanya dialog damai antara aparat dan masyarakat agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal. Menjamin keamanan warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, selama masa pemulihan pasca-konflik. “Kami tidak ingin konflik ini terus berlanjut. Kami ingin hidup tenang, bisa berkebun dan bersekolah lagi seperti dulu,” tambah Ely Dolame, tokoh masyarakat Jila lainnya. Ia juga menegaskan bahwa warga akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti. Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyampaikan apresiasi atas sikap masyarakat yang memilih jalur dialog dalam menyampaikan pendapat. Ia menegaskan DPRK akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi keamanan untuk menindaklanjuti tuntutan warga. “Kami mendengar langsung keluhan masyarakat Jila dan akan segera menindaklanjutinya. DPRK akan mendorong agar ada langkah cepat, termasuk penanganan pengungsi dan evaluasi operasi keamanan,” ujar Primus. Sementara itu, Kapten Kav Dolvie, yang mewakili Dandim 1710/Mimika, menyampaikan bahwa pihak TNI memahami kekhawatiran warga dan akan meneruskan aspirasi mereka ke komando atas. “Kami akan tampung dan sampaikan aspirasi masyarakat ini. TNI hadir untuk menjaga, bukan menakuti. Semua langkah akan disesuaikan dengan kebijakan pusat,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menegaskan bahwa TNI-Polri tetap berkomitmen menjaga keamanan masyarakat, namun dengan mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis. “Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman. Tidak boleh ada lagi kekerasan, baik dari pihak mana pun,” ucap Kapolres Billyandha. Hingga kini, sebagian besar pengungsi masih berada di lokasi penampungan sementara yang difasilitasi oleh gereja dan organisasi kemanusiaan lokal. Kondisi mereka cukup memprihatinkan, dengan keterbatasan logistik, air bersih, dan layanan kesehatan. Sejumlah lembaga kemanusiaan juga mulai menyalurkan bantuan darurat, sementara pemerintah daerah tengah menyiapkan tim khusus untuk pemulihan pascakonflik dan pendataan pengungsi. Meski diliputi trauma, warga Jila berharap agar pemerintah dan aparat benar-benar menepati janji mereka untuk memulihkan keamanan dan membuka jalan bagi kepulangan warga ke kampung halaman. “Kami hanya ingin kedamaian. Jangan ada lagi suara tembakan di kampung kami,” kata seorang ibu pengungsi sambil menenangkan anaknya yang ketakutan. Rapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama dari DPRK, TNI-Polri, dan Pemkab Mimika untuk membentuk tim investigasi lapangan dan mengatur penyaluran bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Situasi di Distrik Jila kini masih dipantau dengan ketat. Pemerintah daerah berupaya memastikan agar stabilitas keamanan dapat segera pulih, sementara warga menunggu realisasi janji untuk bisa kembali hidup dalam kedamaian di tanah sendiri. Penulis: Abim Editor: GF 05 Nov 2025, 15:13 WIT
Polri Gelar FGD Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum Papuanewsonline.com, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Antar Lembaga untuk Terlindunginya Hak-Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum”, bertempat di Grand Ballroom Hotel Ambara, Jakarta, Selasa (4/11/2025).Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. sebagai narasumber utama.FGD ini merupakan bentuk kolaborasi lintas lembaga yang diinisiasi oleh Polri untuk mencari solusi terbaik dalam perlindungan hak anak, khususnya bagi anak-anak yang sempat terlibat dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.Dalam penyampaiannya, Menteri PPPA menekankan pentingnya pendekatan yang berperspektif perlindungan anak dalam setiap proses hukum yang melibatkan anak. Ia mencontohkan beberapa kasus di Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana sejumlah anak ikut dalam aksi demonstrasi tanpa memahami risiko yang ditimbulkan.“Kami menemukan banyak anak yang tidak tahu bahwa demonstrasi yang mereka ikuti bisa berujung anarki. Mereka ikut karena rasa ingin tahu, ajakan teman, atau informasi di media sosial,” ujar Arifatul Choiri.Ia menjelaskan, sebagian anak bahkan diajak dengan dalih kegiatan lain seperti konser musik atau pertandingan sepak bola, namun akhirnya justru diturunkan di lokasi aksi.Hal ini membuat banyak orang tua terkejut dan khawatir karena anak mereka harus berhadapan dengan proses hukum.Meski demikian, Arifatul menegaskan bahwa pemerintah bersama Polri dan lembaga terkait berkomitmen memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.“Berkat sinergi yang kami lakukan, anak-anak yang sedang menjalani proses hukum tetap bisa mendapatkan hak pendidikannya. Mereka tetap bersekolah secara daring,” ungkapnya.Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak sesuai dengan arahan Presiden RI.“Tidak ada satu pun kementerian atau lembaga yang bisa berjalan sendiri. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi. Hari ini kita melaksanakan semangat itu bersama,” tegas Arifatul Choiri.FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mencegah keterlibatan anak dalam situasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum serta memastikan pemenuhan hak-hak anak tetap terlindungi. PNO-12 05 Nov 2025, 14:45 WIT
Sholat Subuh di Masjid Nurul Mujahidin, Kapolda Maluku Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Keamanan Papuanewsonline.com, Ambon - Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Nurul Mujahidin, Lorong Permi, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Selasa, (04/11). Sholat subuh keliling ini merupakan salah satu program Polda Maluku dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku.Saat menjalankan sholat subuh berjamaah dengan masyarakat, Kapolda didampingi Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, S.I.K., M.H. Turut hadir Direktur Polairud, dan Dansat Brimob Polda Maluku, Kapolsek Nusaniwe dan sejumlah personel.Imam Masjid Nurul Mujahidin, serta para jamaah yang memenuhi masjid dengan penuh kekhusyukan.Sholat subuh berjamaah diimami Imam Masjid Nurul Mujahidin yang menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polda Maluku dalam mempererat silaturahmi dengan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai spiritual sebagai landasan moral dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas.Kapolda Maluku mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas yang aman, tenteram, dan harmonis di Maluku.“Mari kita jaga bersama kenyamanan dan ketentraman wilayah Maluku ini. Toleransi yang terjaga merupakan cerminan hidup orang basudara di Maluku yang menjadi identitas dan kekuatan kita. Laeng sayang laeng, laeng jaga laeng. Mari katong terus bikin bae, berbuat baik par sesama, dengan semua yang ada di Maluku ini. Maluku maju, Maluku aman,” ajak Kapolda.Pesan tersebut disampaikan dengan penuh kehangatan dan menggunakan bahasa lokal, yang mencerminkan kedekatan serta kepedulian Kapolda terhadap masyarakat Maluku. Beliau menegaskan pentingnya merawat semangat persaudaraan dan kasih sayang dalam keberagaman. Sebab, hal ini merupakan fondasi utama terciptanya perdamaian di daerah Para Raja-raja ini.Dalam kesempatan yang sama, Kapolda juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi tindakan main hakim sendiri. Ia menegaskan setiap persoalan, sekecil apa pun, hendaknya diselesaikan secara baik dan bermusyawarah, bukan dengan kekerasan.“Sikap main hakim sendiri harus kita tinggalkan. Kalau ada permasalahan sekecil apa pun, mari katong duduk sama-sama, bicara bae-bae. Kalau memang butuh polisi, katong Polri siap, dan 1 x 24 jam ada untuk masyarakat Maluku,” tegas Kapolda.Lebih lanjut dikatakan Kapolda, Polri akan selalu hadir dan siap membantu masyarakat kapan pun dibutuhkan. Ia juga mengajak seluruh warga untuk meneladani ajaran Nabi Muhammad SAW, dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup untuk menciptakan kehidupan yang damai, tenteram, dan sejahtera.“Apa yang sudah diajarkan oleh Nabi kita, mari kita pancarkan dan buktikan itu dalam kehidupan sehari-hari. Supaya hidup katong semua jadi damai, tentram, dan sejahtera,” pungkasnya.Sholat Subuh Berjamaah bersama Kapolda Maluku tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara Polri dan masyarakat, tetapi juga momentum spiritual yang memperkuat rasa persaudaraan serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di provinsi Kepulauan.Para jamaah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Maluku dan jajaran Polda Maluku yang menunjukkan kedekatan serta kepedulian nyata terhadap masyarakat.Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat terus terjalin kuat, sehingga visi Maluku yang aman, damai, dan maju dapat terwujud bersama. PNO-12 05 Nov 2025, 14:33 WIT
Gubernur Papua Umumkan Pemprov Siapkan Program Mudik Gratis Natal dan Tahun Baru 2026 Papuanewsonline.com, Jayapura — Dalam semangat menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan program mudik gratis bagi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman. Program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang selama ini kesulitan pulang akibat tingginya biaya transportasi antarwilayah di Papua. Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memastikan seluruh warga, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, dapat menikmati momen Natal dan Tahun Baru bersama keluarga tanpa beban biaya perjalanan. “Kami ingin semua warga Papua bisa merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga di kampung halaman. Banyak yang tidak bisa pulang karena keterbatasan biaya, dan pemerintah harus hadir untuk membantu,” ujar Gubernur Fakhiri saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa (4/11/2025). Menurut Gubernur Fakhiri, program mudik gratis ini akan dilaksanakan melalui kerja sama lintas lembaga, melibatkan Kementerian Perhubungan, BUMN transportasi, serta pemerintah kabupaten/kota. Pihaknya menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah menyusun mekanisme teknis pelaksanaan, termasuk rute, jadwal keberangkatan, jenis transportasi, dan kuota peserta. “Untuk teknis seperti apa nanti akan kami bahas bersama instansi terkait. Tapi intinya, pemerintah ingin memastikan semua berjalan lancar dan masyarakat benar-benar terbantu,” katanya. Selain menyediakan transportasi gratis, Pemprov Papua juga berencana menyiapkan posko pelayanan mudik dan pos pengamanan terpadu untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa pemerataan akses transportasi menjadi perhatian penting dalam program ini. Pemerintah akan memastikan agar transportasi tidak hanya terpusat di kota besar seperti Jayapura, tetapi juga menjangkau wilayah pesisir dan kepulauan di seluruh Tanah Papua. “Kami akan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan konektivitas transportasi berjalan baik, terutama di pelabuhan-pelabuhan seperti Biak dan Yapen, serta akses menuju kampung-kampung terpencil,” terang Fakhiri. Ia menambahkan, pelaksanaan program ini juga akan memperhatikan keamanan dan ketertiban selama masa libur panjang, dengan dukungan aparat TNI-Polri dalam pengawasan di terminal, pelabuhan, dan bandara. Program mudik gratis ini, menurut Fakhiri, bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Natal dan Tahun Baru adalah momen penuh kasih. Kami ingin rakyat Papua merasakannya dengan sukacita, tanpa terbebani biaya perjalanan. Pemerintah hadir untuk rakyat, bukan sebaliknya,” ujar Gubernur Fakhiri penuh empati. Ia berharap, program ini dapat terlaksana dengan baik, tertib, aman, dan transparan, serta menjadi agenda tahunan yang terus ditingkatkan kualitasnya. “Kita ingin program ini berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat nyata. Semoga bisa mempererat tali persaudaraan antarwarga di Tanah Papua,” tambahnya. Rencana program mudik gratis ini disambut antusias oleh masyarakat Papua, khususnya para perantau yang bekerja di Jayapura dan kota-kota besar lainnya. Mereka menilai program ini sangat membantu, mengingat biaya transportasi antarwilayah di Papua cukup tinggi, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. “Biasanya tiket kapal atau pesawat naik dua kali lipat menjelang Natal. Kalau ada program gratis seperti ini, tentu sangat membantu kami bisa pulang berkumpul dengan keluarga,” ujar seorang warga asal Biak yang bekerja di Jayapura. Dengan langkah ini, Gubernur Mathius Fakhiri kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang humanis, responsif, dan berpihak kepada rakyat kecil. Program mudik gratis ini diharapkan menjadi awal dari tradisi baru pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat dan memperkuat semangat persaudaraan di seluruh Tanah Papua. Penulis: Jid Editor: GF 04 Nov 2025, 23:26 WIT
Gubernur Papua Sidak Dua Dinas: Tegaskan Disiplin ASN dan Dorong Pelayanan Publik yang Bersih Papuanewsonline.com, Jayapura — Gubernur Papua Mathius Fakhiri kembali menunjukkan ketegasan dalam menegakkan disiplin aparatur sipil negara (ASN) dan membangun birokrasi bersih di lingkup pemerintahan provinsi. Pada Selasa (4/11/2025) pagi, ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua instansi penting, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Penanaman Modal Provinsi Papua. Langkah tak terduga ini sontak mengejutkan para pegawai di dua dinas tersebut. Beberapa pegawai bahkan tampak tergesa menempati posisi kerja masing-masing saat mendengar kabar kedatangan orang nomor satu di Papua itu. Dalam arahannya kepada seluruh jajaran ASN, Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa tugas utama aparatur pemerintah adalah melayani, bukan dilayani. Ia mengingatkan agar para pejabat dan pegawai tidak menyepelekan tanggung jawab yang telah diberikan. “Saya minta kepala dinas dan seluruh ASN jangan main-main dalam menjalankan tugas, apalagi soal pelayanan publik. Masyarakat harus benar-benar dilayani dengan baik dan cepat. Jangan buat rakyat menunggu karena kelalaian birokrasi,” tegas Fakhiri. Ia juga menyoroti masih adanya perilaku pegawai yang kurang disiplin, seperti datang terlambat atau meninggalkan kantor tanpa alasan jelas. Menurutnya, hal tersebut tidak mencerminkan semangat pengabdian yang diharapkan pemerintah daerah. “Disiplin itu ukuran dasar bagi ASN yang mau melayani dengan hati. Kalau hal kecil seperti waktu kerja saja tidak dijaga, bagaimana bisa dipercaya memimpin proyek atau pelayanan besar?” ujarnya menegur. Dalam sidak tersebut, Gubernur juga memberikan peringatan keras terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan kebiasaan menerima “uang kaget” dalam proses perizinan maupun proyek pembangunan. “Jangan sampai ada yang main proyek dengan cara kotor. Kalau masih ada yang melakukan pungli atau menerima uang di bawah meja, saya pastikan akan diproses secara hukum. Tidak ada kompromi untuk pelanggaran seperti itu,” tegas Fakhiri di hadapan para pejabat dan staf dinas. Ia menambahkan bahwa semua proyek pembangunan di Papua harus berjalan transparan, akuntabel, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak boleh lagi memberi ruang bagi perilaku yang mencederai kepercayaan publik. Lebih lanjut, Gubernur Fakhiri menekankan bahwa pembangunan di Papua harus berpijak pada peningkatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. “Pembangunan tidak boleh hanya jadi angka di laporan. Harus terasa oleh rakyat, terutama di kampung-kampung, di pegunungan, dan daerah terpencil. Kita ingin Papua yang maju dan berkeadilan,” ujar Fakhiri. Ia juga meminta agar Dinas PUPR dan Dinas Penanaman Modal bekerja sinergis dalam mendukung investasi yang berpihak pada masyarakat lokal dan lingkungan hidup. Sidak mendadak ini menjadi bagian dari rangkaian agenda pengawasan langsung yang rutin dilakukan Gubernur untuk memastikan sistem pemerintahan berjalan baik dan jauh dari praktik korupsi. Langkah tersebut diapresiasi oleh sejumlah pegawai dan masyarakat yang menilai bahwa gaya kepemimpinan Fakhiri mencerminkan ketegasan sekaligus kepedulian terhadap rakyat. “Kita harus membangun birokrasi yang bersih, disiplin, dan bisa dipercaya. Tidak ada lagi tempat bagi pegawai malas dan pelaku pungli di pemerintahan Papua,” tutup Gubernur Fakhiri. Dengan sikap tegasnya, Mathius Fakhiri menegaskan bahwa reformasi birokrasi Papua bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Papua. Penulis: Jid Editor: GF  04 Nov 2025, 23:22 WIT
Gubernur Papua Copot Direktur RSUD Dok II Jayapura Usai Lakukan Sidak Papuanewsonline.com, Jayapura — Langkah tegas diambil Gubernur Papua, Matius Fakhiri, dalam upayanya memperbaiki sistem kesehatan di Bumi Cenderawasih. Pada Selasa (4/11/2025), Fakhiri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Dok II Jayapura, rumah sakit rujukan terbesar di Papua. Hasilnya, ia langsung memberhentikan Direktur RSUD dan seluruh jajaran manajemen rumah sakit tersebut. Keputusan mengejutkan ini menjadi titik awal reformasi besar-besaran di sektor kesehatan Papua, yang selama ini dianggap masih tertinggal dari sisi manajemen, pelayanan, hingga distribusi tenaga medis. Dalam sidak yang berlangsung selama beberapa jam, Gubernur meninjau Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, hingga ruang administrasi pelayanan pasien. Ia mendapati berbagai persoalan mendasar, mulai dari kurangnya kebersihan, antrian pasien yang menumpuk, hingga keluhan soal lambannya pelayanan. Dengan ekspresi tegas, Gubernur Fakhiri menyampaikan keprihatinannya di hadapan para pegawai rumah sakit. “Kesehatan bagi saya sangat penting. Banyak pelayanan kesehatan tidak terjangkau bukan karena tenaga medis tidak mampu, tetapi karena manajemen rumah sakit dan dinas yang semrawut,” ujar Fakhiri dengan nada kecewa. Ia menegaskan bahwa RSUD Dok II Jayapura seharusnya menjadi simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Papua, bukan sebaliknya. “Saya pastikan hari ini seluruh manajemen saya berhentikan. Akan ada perombakan besar-besaran. Ini bukan sekadar inspeksi, ini adalah awal dari transformasi,” tegas Gubernur yang juga mantan Kapolda Papua itu. Menurut Fakhiri, persoalan utama bukan pada tenaga medis, melainkan buruknya tata kelola dan lemahnya sistem manajemen yang berdampak langsung pada kualitas layanan pasien. Karena itu, ia memutuskan untuk melakukan reformasi total mulai dari struktur kepemimpinan hingga sistem administrasi rumah sakit. “Pelayanan kesehatan tidak boleh lagi diskriminatif. Semua pasien, khususnya masyarakat Papua, harus mendapatkan pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” tegasnya. Fakhiri juga menegaskan bahwa pihaknya akan menempatkan manajemen baru yang memiliki kompetensi tinggi dan integritas kuat, agar RSUD Dok II benar-benar mampu menjadi rumah sakit rujukan regional yang membanggakan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga medis dan perawat yang tetap bekerja dengan penuh dedikasi meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas dan dukungan sistem. “Saya berterima kasih kepada para perawat dan dokter yang tetap setia melayani masyarakat. Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga nyawa dan harapan rakyat Papua,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan memperbaiki sistem distribusi tenaga kesehatan, terutama di wilayah pedalaman dan pegunungan yang selama ini sulit dijangkau. Langkah Fakhiri ini mendapat perhatian luas di kalangan masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa tindakan berani ini adalah sinyal kuat dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan disiplin dan memperbaiki kualitas pelayanan publik. Fakhiri memastikan bahwa sidak serupa akan terus dilakukan secara mendadak di berbagai rumah sakit lain di Papua, termasuk rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan tingkat kabupaten. “Reformasi kesehatan harus dimulai dari keberanian mengambil keputusan. Saya akan turun langsung memastikan pelayanan publik berjalan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. Kebijakan ini menandai babak baru dalam sistem kesehatan Papua — sebuah gerakan reformasi yang menempatkan pelayanan rakyat di atas kepentingan birokrasi. Penulis: Jid Editor: GF  04 Nov 2025, 23:15 WIT
DPR Papua Tengah Gelar Konsultasi Publik Bahas 10 Ranperdasus dan Ranperdasi di Timika Papuanewsonline.com, Timika — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berbasis kearifan lokal dan keadilan hukum bagi masyarakat adat. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan konsultasi publik untuk membahas 10 Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Ranperdasus) dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Ranperdasi) yang digelar di Hotel Horison Diana, Timika, pada Selasa (4/11/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara DPR Papua Tengah dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Mimika, yang bertujuan untuk membuka ruang partisipasi masyarakat dalam proses pembentukan peraturan daerah yang berdampak langsung bagi warga, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Mimika, anggota DPRD Mimika, akademisi STIH Mimika, perwakilan LSM dan pelaku usaha, serta tokoh masyarakat adat seperti Lembaga Masyarakat Adat Amungme (Lemasa) dan Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko). Turut hadir pula tokoh perempuan dan pemuda adat yang memberikan pandangan kritis terhadap substansi rancangan regulasi tersebut. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan produk hukum daerah yang inklusif, berpihak pada masyarakat adat, serta menjawab kebutuhan sosial dan ekonomi lokal. Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPR Papua Tengah, Ardi, ST, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap lanjutan dari proses harmonisasi yang telah dilakukan sebelumnya. “Sepuluh Ranperdasi dan Ranperdasus yang dibahas di Timika ini sudah melalui proses harmonisasi. Sekarang kami masuk pada tahap konsultasi publik untuk menyerap aspirasi dan masukan dari berbagai pihak,” ungkap Ardi. Ia juga menambahkan bahwa 19 rancangan peraturan lainnya masih dalam tahap harmonisasi, dan diharapkan seluruhnya dapat rampung sebelum masa sidang berikutnya. Beberapa Ranperdasus yang dibahas mencakup pengaturan perlindungan hak-hak OAP, tata kelola sumber daya alam berbasis masyarakat adat, pemberdayaan ekonomi lokal, pendidikan kontekstual Papua, dan kebijakan sosial budaya khas Papua Tengah. Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyoroti salah satu rancangan penting, yakni Ranperdasi tentang tugas-tugas kepolisian daerah yang menyangkut keberadaan polisi adat atau penjaga wilayah adat. “Masyarakat adat menilai keberadaan polisi adat merupakan kebutuhan hukum yang sangat penting. Karena itu, Ranperdasi ini diharapkan bisa menjadi payung hukum bagi penjaga wilayah adat,” tegas John. John juga meminta agar Polda Papua Tengah turut memberikan dukungan dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan tersebut, agar implementasinya berjalan efektif di lapangan dan tidak sekadar menjadi dokumen hukum tanpa daya guna. Melalui kegiatan ini, DPR Papua Tengah berharap proses legislasi daerah dapat menjadi lebih partisipatif, transparan, dan kontekstual dengan karakteristik sosial-budaya masyarakat Papua Tengah. Konsultasi publik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat otonomi khusus Papua, dengan memastikan bahwa setiap regulasi yang lahir benar-benar berpihak kepada masyarakat adat dan mendorong kesejahteraan mereka. “Kami ingin agar Ranperdasus dan Ranperdasi ini bukan hanya simbol otonomi, tetapi instrumen nyata untuk memperkuat eksistensi dan hak-hak Orang Asli Papua,” tutur Ardi menutup kegiatan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia penyelenggara, menandai semangat kolaborasi antara lembaga legislatif, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem hukum daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan di Papua Tengah. Penulis: Jid Editor: GF 04 Nov 2025, 20:25 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT