Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
Mimika Susun RDTR Kota Baru Menuju Perkotaan Berstandar Internasional
Papuanewsonline.com, Mimika –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang (PUPR) semakin serius dalam menyiapkan wajah baru Kabupaten Mimika. Hal
ini ditandai dengan digelarnya Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana
Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Baru pada Jumat (03/10/25) di Ballroom Hotel
Horison Diana, Timika. FGD tersebut menghadirkan
berbagai unsur penting, mulai dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),
kepala distrik, tenaga ahli penyusun RDTR, perwakilan PT Freeport Indonesia
(PTFI), hingga tokoh masyarakat. Kehadiran multi-stakeholder ini diharapkan
mampu melahirkan dokumen tata ruang yang komprehensif, aplikatif, sekaligus
menjawab tantangan perkembangan kota modern di masa depan. Kegiatan dibuka oleh Asisten III
Bidang Administrasi Umum Setda Mimika, Eferth Lukas Hindom, yang menegaskan
bahwa penyusunan RDTR tidak bisa dilepaskan dari kerangka hukum yang lebih
luas, yakni Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Mimika 2011–2031. Dokumen tersebut telah menempatkan Timika sebagai
Pusat Kegiatan Nasional (PKN), sehingga pembangunan tata ruang harus diarahkan
agar selaras dengan status strategis tersebut. “Penyusunan RDTR Kota Baru
bertujuan menjaga konsistensi perkembangan kawasan dengan RTRW Kabupaten
Mimika, menyusun pedoman zonasi, hingga menentukan prioritas program
pembangunan jangka panjang. Dokumen ini diharapkan menjadi pedoman pembangunan
hingga 20 tahun mendatang,” tegas Eferth. Lebih lanjut ia menekankan bahwa
RDTR ini tidak hanya sebatas peta tata ruang, melainkan menjadi dasar bagi
perizinan, penataan zonasi, hingga acuan investasi yang mampu menjadikan Kota
Baru Mimika tumbuh sebagai kawasan perkotaan berstandar internasional. FGD penyusunan RDTR juga
menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Keterlibatan PT Freeport Indonesia, tokoh masyarakat, serta akademisi
diharapkan memperkaya masukan, terutama terkait pemetaan kebutuhan
infrastruktur, kawasan hunian, fasilitas umum, hingga ruang terbuka hijau. “Pembangunan kota tidak bisa
hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan masukan dari masyarakat yang akan
menempati dan merasakan langsung dampaknya, juga dukungan dari sektor swasta
yang punya peran dalam menggerakkan perekonomian,” ujar salah satu tenaga ahli
penyusun RDTR dalam sesi diskusi. Dengan hadirnya RDTR Kota Baru,
Mimika diharapkan tidak hanya berkembang sebagai kota pertambangan semata,
tetapi juga mampu menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan pariwisata dengan tata
ruang yang modern, tertib, dan ramah lingkungan. FGD kali ini menjadi langkah awal
menuju mimpi besar menjadikan Mimika sebagai salah satu kota baru berstandar
internasional di tanah Papua. Seluruh peserta menyepakati bahwa RDTR ini harus
menjadi dokumen visioner yang mampu mengantisipasi perkembangan kota hingga dua
dekade ke depan. Penulis: Bim Editor: GF
03 Okt 2025, 20:24 WIT
Uji Coba ALBN Jayapura–Vanimo Jadi Momentum Baru Konektivitas Perbatasan
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyambut dengan penuh optimisme uji coba
layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Jayapura–Vanimo (Papua Nugini)
yang resmi dimulai pada 2 Oktober 2025. Kehadiran moda transportasi ini
diyakini bukan hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu membuka
ruang-ruang ekonomi baru yang lebih dinamis di kawasan perbatasan Republik
Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Penjabat Sekretaris Daerah
Provinsi Papua, Suzana D. Wanggai, menegaskan bahwa kehadiran ALBN merupakan
salah satu terobosan penting dalam memperkuat interaksi sosial, budaya, dan
ekonomi lintas batas. “Angkutan lintas batas ini tidak
hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka peluang usaha,
perdagangan, dan kegiatan ekonomi baru di wilayah perbatasan RI–PNG,” ujarnya
saat menghadiri uji coba armada di Jayapura. Suzana juga memberikan apresiasi
kepada Perum DAMRI yang telah menyiapkan armada dan dukungan teknis sehingga
uji coba berjalan tanpa hambatan. Menurutnya, kesiapan operator menjadi salah
satu faktor penting dalam memastikan kelancaran pelayanan ALBN ke depan. “Oleh sebab itu kami meminta agar
pelaksanaan ALBN ini disosialisasikan secara luas kepada masyarakat kedua
negara agar berjalan tertib, lancar, dan memberi manfaat nyata,” tambahnya. Sementara itu, Konsul RI di
Vanimo, Tangkuman Alexander, menegaskan dukungan penuh terhadap operasional
ALBN Jayapura–Vanimo. Ia menyebut pihaknya telah menyiapkan fasilitas pendukung
seperti terminal, konter tiket, serta koordinasi dengan otoritas setempat di
Papua Nugini. “Kami berkomitmen memastikan ALBN
Jayapura–Vanimo dapat beroperasi dengan baik dan memberi manfaat langsung bagi
masyarakat kedua negara, terutama di wilayah perbatasan,” tegasnya. Uji coba layanan ALBN dijadwalkan
berlangsung pada 14–16 Oktober 2025 di Terminal Kota Jayapura sebelum resmi
dibuka secara penuh. Pemerintah berharap, dengan adanya transportasi lintas
batas ini, hubungan bilateral Indonesia–PNG semakin erat dan masyarakat di
kawasan perbatasan dapat merasakan manfaat langsung berupa peningkatan akses,
perdagangan, hingga peluang kerja sama di berbagai bidang. Selain itu, Pemprov Papua menilai
keberadaan ALBN akan menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan pembangunan di
kawasan perbatasan. Dengan akses transportasi yang lebih mudah, roda
perekonomian lokal diyakini akan semakin hidup, baik di sisi perdagangan
tradisional maupun dalam mendukung sektor pariwisata lintas negara. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:20 WIT
Pemprov Papua Tegaskan Urgensi Pengelolaan Sampah
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menegaskan bahwa pengelolaan sampah
merupakan isu mendesak yang harus segera ditangani demi menjaga kelestarian
lingkungan dan keberlangsungan hidup generasi mendatang. Penegasan ini
disampaikan dalam apel aksi peringatan World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2025
yang digelar di Pantai Holtekamp, Jayapura, Senin (30/9/25). Acara tersebut dihadiri oleh
jajaran pemerintah, komunitas lingkungan, mahasiswa, hingga masyarakat umum
yang bersama-sama menyuarakan pentingnya perubahan pola pikir dan tindakan
nyata dalam mengurangi timbunan sampah. Staf Ahli Gubernur Bidang
Pengembangan Otsus Provinsi Papua, Hosea Murib, dalam kesempatan itu menekankan
bahwa keterlibatan Papua dalam WCD 2025 adalah bagian dari aksi global yang
telah diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2018, dan kini diikuti
lebih dari 180 negara di seluruh dunia. “Partisipasi Papua menunjukkan
bahwa kita tidak bisa tinggal diam menghadapi masalah sampah. Ini bukan hanya
isu lokal, tetapi isu global yang menyangkut keberlanjutan bumi yang kita
tinggali,” ujar Hosea. Dalam sambutannya yang dibacakan
oleh Hosea, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa
keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam gerakan ini sejalan dengan target Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yakni tercapainya 100
persen pengelolaan sampah pada tahun 2029. Agus Fatoni menegaskan bahwa WCD
harus menjadi momentum penting untuk memperbaiki tata kelola sampah, tidak
hanya sebatas kegiatan simbolis tahunan, tetapi juga berlanjut dalam bentuk
kebijakan dan program nyata. Sebagai tindak lanjut, Fatoni
mengimbau seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Papua agar menginisiasi kerja
bakti massal sepanjang bulan Oktober 2025. Langkah ini diharapkan menjadi
bentuk partisipasi nyata Indonesia dalam WCD sekaligus memupuk kesadaran
masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Seluruh kepala daerah dan
jajaran teknis menjadikan momen WCD sebagai titik balik pembenahan tata kelola
persampahan di daerah masing-masing. Ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi
untuk masa depan lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya. Pemprov Papua berharap bahwa
dengan adanya kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat, masalah
persampahan dapat diatasi lebih sistematis. Pengelolaan sampah yang baik juga
diyakini mampu mendorong potensi ekonomi sirkular, membuka peluang usaha baru,
dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Papua. Dengan semangat WCD, Papua ingin
menegaskan diri sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam,
tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan
hidup. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:10 WIT
Pj Ketua TP PKK Papua Tyas Fatoni Kunjungi Panti Asuhan Pembawa Terang
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Suasana penuh kehangatan dan keceriaan terasa saat Penjabat (Pj) Ketua Tim
Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua, Tyas
A. Fatoni, bersama jajaran pengurus PKK Provinsi Papua mengunjungi Panti Asuhan
Pembawa Terang (Peter) Holtekamp, Sabtu (27/09/25). Kunjungan ini bukan hanya sekadar
agenda seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata kepedulian TP PKK Papua dalam
mendukung tumbuh kembang anak-anak, khususnya mereka yang tinggal di panti
asuhan. Dalam kesempatan itu, Tyas Fatoni
menyampaikan pesan penuh motivasi kepada anak-anak panti. Ia menekankan
pentingnya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam hidup. “Mama titip pesan untuk tetap
semangat belajarnya. Utamakan pendidikan agar ke depan bisa meraih cita-cita
dan menjadi orang sukses. Pendidikan itu nomor satu. Kalau kita tidak pintar,
kita akan kalah,” ujar Tyas, disambut antusias anak-anak. Pesan tersebut menjadi dorongan
moral agar anak-anak Papua memiliki keyakinan kuat bahwa pendidikan adalah
jalan untuk membuka kesempatan dan meraih masa depan yang lebih baik. Tidak hanya memberi motivasi, TP
PKK Papua juga membawa berbagai bantuan, mulai dari buku cerita, sembako,
perlengkapan mandi, susu, hingga camilan sehat. Bantuan ini diharapkan dapat
meringankan kebutuhan harian sekaligus memberi kebahagiaan bagi anak-anak. Kegiatan kunjungan pun diwarnai
dengan suasana penuh kegembiraan. Anak-anak diajak membaca dongeng bersama,
mengikuti edukasi kebersihan, hingga bernyanyi dengan iringan gitar. Canda tawa
memenuhi ruangan sederhana itu, menggambarkan ikatan kasih sayang yang terjalin
antara TP PKK Papua dan anak-anak panti. Renata, salah satu penghuni panti
yang kini tengah menempuh pendidikan di IPB, menyampaikan rasa syukur atas
perhatian yang diberikan. “Kami sangat senang dan berterima
kasih atas kunjungan ini. Semoga semakin banyak anak-anak Papua yang bisa
merasakan pemerataan akses pendidikan dan mendapatkan kesempatan untuk maju,”
ujarnya penuh harap. TP PKK Papua berkomitmen
menjadikan kunjungan sosial seperti ini sebagai bagian penting dari program
kerja, tidak hanya sekadar memberi bantuan, tetapi juga memberikan motivasi,
semangat, dan nilai positif kepada anak-anak Papua. “PKK hadir untuk berbagi
sukacita, membangun kebersamaan, dan meneguhkan harapan. Anak-anak ini adalah
generasi penerus bangsa yang harus kita dukung,” tegas Tyas. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 20:02 WIT
Pemprov Papua dan Konsulat RI di Vanimo Matangkan Border Trade Fair 2025
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua bersama Konsulat Republik Indonesia (RI) di
Vanimo, Papua Nugini (PNG), terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Border
Trade Fair (BTF) 2025 yang akan digelar pada 9–11 Oktober 2025 di Zona Netral
Wutung, perbatasan RI–PNG. Kegiatan tahunan ini
diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menggerakkan perekonomian
masyarakat di kawasan perbatasan, sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua
negara, khususnya di bidang perdagangan, pariwisata, dan budaya. Penjabat Sekretaris Daerah
(Setda) Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menegaskan bahwa BTF bukan sekadar
ajang pameran dagang, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat
diplomasi ekonomi dan sosial masyarakat lintas batas. “Border Trade Fair menjadi wadah
mempererat kerja sama. Komunikasi lintas sektor akan terus kami bangun agar
kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,” ujar Suzana dalam pertemuan
koordinasi persiapan BTF, Kamis (02/10/25). Pertemuan tersebut turut
melibatkan berbagai unsur pemerintah dari kedua negara, mulai dari sektor pariwisata,
kebudayaan, keamanan, imigrasi, bea cukai, karantina, hingga sejumlah pelaku
usaha lokal dan UMKM. Sementara itu, Konsul RI di
Vanimo, Tangkuman Alexander, menjelaskan bahwa BTF 2025 akan menghadirkan
konsep yang lebih komprehensif. Selain pameran perdagangan, acara juga akan
menggelar forum business matching antara pelaku usaha Indonesia dan PNG, dengan
fokus pada UMKM dan produk unggulan daerah. “Selain itu, kegiatan tersebut
akan diwarnai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis, khususnya
di bidang kesehatan dan sektor lainnya. Harapannya, BTF tidak hanya sukses
sebagai pameran, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi
kawasan perbatasan,” ungkap Tangkuman. Border Trade Fair 2025 juga
dipandang sebagai momentum penting untuk memperkuat hubungan dagang, budaya,
dan sosial antara masyarakat Indonesia dan Papua Nugini. Melalui kegiatan ini,
diharapkan terbuka lebih banyak peluang kerja sama bilateral yang berdampak
langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Pemprov Papua optimistis ajang
ini akan menjadi etalase ekonomi kreatif dan budaya lokal, sekaligus memperluas
jejaring kerja sama antar-pelaku usaha lintas negara. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 18:57 WIT
Melalui Call senter 110 & 112, Polsek Sirimau Gerak Cepat Bubarkan Tawuran Pelajar di Ambon
Papuanewsonline.com, Ambon – Gerak cepat aparat kepolisian kembali ditunjukkan oleh Polsek Sirimau bersama stakeholder terkait dalam merespons aksi tawuran antar pelajar SMA di kawasan Jalan Yan Paays, PGRI Ambon, pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 14.35 WIT. Aksi tidak terpuji yang melibatkan siswa dua sekolah itu berhasil dibubarkan setelah aparat menerima laporan melalui Call Center 110 dan 112.Kapolsek Sirimau, Iptu Azhari Lallo, memimpin langsung patroli rutin guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Personel gabungan dari PRC Polresta Ambon dan Polsek Sirimau segera turun ke lokasi dan mengendalikan situasi.Selain membubarkan aksi tawuran, patroli dilanjutkan dengan menyisir sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan D.I. Pandjaitan, Jalan Raya Pattimura, Jalan A. Yani, Jalan Yan Paays, hingga Jalan Sultan Hairun. Aparat juga menyambangi SMA Xaverius dan SMA PGRI sebagai langkah preventif.Dalam kunjungan ke sekolah, Kapolsek Sirimau bersama Satpol PP Kota Ambon yang dipimpin oleh Fahri R. Pellu, bertemu dengan Kepala SMA Xaverius, Ina Gerar Dina Elsoin, dan Kepala SMA PGRI, Laurens Makatipu. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pihak sekolah dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban di lingkungan pendidikan maupun di luar sekolah.“Kami sangat berharap kerja sama dari pihak sekolah untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, baik di lingkungan sekolah maupun di luar. Bila ada potensi tawuran, segera informasikan melalui Call Center 110, 112, atau nomor kontak Polsek Sirimau agar dapat kami tindak lanjuti dengan langkah pencegahan,” ujar Kapolsek.Iptu Azhari Lallo menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa yang terlibat tawuran. Jika diperlukan, sekolah juga dapat memberikan sanksi tegas sesuai kebijakan yang berlaku.Patroli yang dilakukan sepanjang wilayah hukum Polsek Sirimau berlangsung aman dan kondusif. Aparat juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat di sekitar sekolah untuk bersama-sama menciptakan suasana belajar yang damai.Sebagai tambahan, Kapolsek mengingatkan adanya imbauan dari Pemerintah Kota Ambon terkait penanganan tawuran pelajar.“Ada imbauan wali kota, apabila siswa terlibat tawuran dan tidak bisa dibina, maka yang bersangkutan dapat dikeluarkan dari sekolah,” tegasnya. PNO-12
03 Okt 2025, 18:25 WIT
Polres Buru Selatan Ungkap 20 Kasus Kekerasan Pada Tahun Ini
Papuanewsonline.com, Bursel - Sejak Januari - September 2025, aparat Polres Buru Selatan (Bursel) berhasil mengungkap sebanyak 20 kasus tindak pidana kekerasan.Demikian disampaikan Kapolres Bursel AKBP. Andi P. Lorena, S.I.K., M.H, dalam press release yang digelar di ruang vicon Markas Polres Bursel, Kamis (2/10/2025). Kapolres didampingi Kasat Reskrim, Iptu Yefta Malasa, S.H., M.H, dan Kasi Humas Polres Bursel, Ipda Dedi Limehuwey, S.H.Puluhan kasus kekerasan yang ditangani terdiri dari 11 kasus penganiayaan, 5 kasus kekerasan bersama, dan 4 kasus kekerasan terhadap anak.Dari kasus-kasus ini, 4 diantaranya dalam penyelidikan, 1 kasus telah diterbitkan surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP2LID), 3 kasus telah diterbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), 2 kasus telah P21, serta 3 kasus dalam proses penyidikan.3 kasus yang dalam proses penyidikan diantaranya 1 kasus penganiayaan, 1 kasus kekerasan bersama dan 1 kasus kekerasan fisik terhadap anak. Ketiga perkara ini sudah masuk tahap Pemberkasan atau pengiriman Berkas Perkara Tahap I (satu) ke Kejaksaan.Kapolres Bursel AKBP Andi Lorena menyampaikan komitmennya untuk terus menindak tegas pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat khususnya di Kabupaten Buru Selatan."Kami tidak akan memberi ruang bagi tindak kejahatan, apalagi yang menyangkut kekerasan terhadap anak dan merugikan masyarakat," tegas Kapolres. PNO-12
03 Okt 2025, 18:19 WIT
Anak Usia 7 Tahun Disiram Air Panas Oleh Ibu Kandungnya Sendiri
Papuanewsonline.com, Ambon - Aparat Kepolisian Daerah Maluku melalui Unit PPA Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), menangkap seorang ibu rumah tangga berinisial YT pada Rabu (1/10/2025). Wanita 30 tahun ini diduga tega menyiram anak kandungnya sendiri DKT, 7 tahun, dengan air panas.Kasus ini terungkap setelah guru korban di sekolah melihat ada kejanggalan. Korban tampak susah menyantap Makanan Bergizi Gratis. Saat dicek, ternyata dia mengalami luka bakar pada bagian leher, punggung belakang, lengan dan perutnya.Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K, mengungkapkan, perkara tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur ini dilaporkan AKT, paman korban, sebagaimana Laporan Polisi Nomor : LP/B/313/X/2025/SPKT/POLDA MALUKU, tanggal 01 Oktober 2025.Kasus kekerasan dalam rumah tangga ini terjadi di rumah korban di Kampung Mujirin Kebun Cengkih, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, 29 September 2025 sekitar pukul 15.30 WIT.Peristiwa ini berawal saat pelaku yang telah ditetapkan sebagai Tersangka, memanggil korban untuk ditanyakan mengenai kaca jendela rumah yang hampir jatuh. Korban yang ditanya menjawab tidak tahu."Saat itu ibu korban sedang memasak air panas dalam kondisi mendidih di tungku batu, dan secara spontan menimba air tersebut menggunakan gayung kemudian langsung menyiramkannya ke bagian punggung belakang korban," ungkap Kombes Rositah, Kamis (2/10/2025).Disiram air panas, korban menangis sambil berlari menuju kamar mandi yang diikuti ibunya. Korban lalu disiram dengan air dingin. "Terlapor kemudian meminta sisa air yang ada di dalam panci kepada saksi NT kemudian menyiramkannya kembali ke kaki korban," katanya. Lebih lanjut, Rositah mengatakan, akibat kejadian tersebut korban mengalami luka bakar pada bagian leher, punggung belakang, lengan dan perutnya.Peristiwa ini baru terungkap saat korban pergi ke sekolah. Saat sedang makan bergizi gratis saksi WPL, guru korban melihat anak muridnya ini sulit memasukan makanan ke dalam mulut. Sebab, tangannya susah digerakkan."Karena melihat korban sulit makan, gurunya kemudian menghampiri dan menanyakan terkait luka yang ada pada leher korban, namun korban tidak mau menjawab," jelasnya. Meski tak mau menjawab, WPL selanjutnya membawa korban ke ruang kepala sekolah untuk ditanyakan lebih lanjut. Di ruang kepala sekolah, baju korban kemudian dibuka. "Saat itu kepala sekolah memerintahkan untuk membuka baju korban, saat dibuka didapati banyak luka bakar di tubuh korban. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya.Perkara ini kemudian dibawa ke ranah hukum oleh paman korban. Setelah melalui penyelidikan hingga penyidikan, pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan."Tersangka terancam Pasal 80 Ayat 1, Ayat 2 dan Pasal 4 Jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 44 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT," jelasnya.Polda Maluku, lanjut Rositah, selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar proses belajar korban tetap berjalan seperti biasa. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar akses belajar korban tetap terlaksana," pungkasnya. PNO-12
03 Okt 2025, 18:07 WIT
PKK Papua Perkuat Kebersamaan Lewat Ibadah Oikumene Rutin
Papuanewsonline.com, Jayapura –
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Papua
kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kebersamaan dan spiritualitas
masyarakat melalui Ibadah Oikumene yang digelar secara rutin setiap bulan. Kegiatan yang menghadirkan
berbagai organisasi wanita ini telah menjadi wadah untuk mempererat ikatan
sosial, memperkuat nilai keagamaan, serta membentuk karakter generasi Papua
yang religius dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Ibadah Oikumene terbaru
dilaksanakan di Lukmen Hall, Gedung Negara, Jayapura, pada Sabtu (27/09/25).
Hadir dalam kesempatan itu, Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Agus Fatoni,
didampingi Pj. Ketua TP PKK Papua, Tyas A. Fatoni, bersama jajaran PKK serta
perwakilan organisasi wanita lintas denominasi. Dalam sambutannya, Agus Fatoni
menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Papua dalam menjaga tradisi
ibadah bulanan ini. Menurutnya, doa bersama bukan hanya ritual, melainkan juga
bentuk nyata komitmen spiritual yang berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. “Kami mengapresiasi kepada PKK
Provinsi Papua yang rutin melaksanakan ibadah dan doa bersama. Ini bukan
sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga upaya memperkuat persatuan dan kesatuan
yang berakar pada nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Fatoni. Ia juga menekankan pentingnya doa
dan pembinaan rohani sejak usia dini, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Menurutnya, kebiasaan berdoa dan beribadah akan menjadi pondasi kuat dalam
membangun generasi yang disiplin, produktif, dan bermoral. Selain itu, Fatoni menitipkan
pesan khusus kepada anak-anak dan remaja Papua yang turut hadir dalam kegiatan
ini. Ia mendorong mereka agar memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal
positif, menjauhi pergaulan buruk, serta membangun pola hidup sehat dan
disiplin. “Orang yang sukses adalah mereka
yang mampu memanfaatkan waktu dengan bijak, memiliki skala prioritas, serta
memilih lingkungan yang positif untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya. Ibadah Oikumene bulanan PKK ini
tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga simbol nyata kebersamaan dan
solidaritas perempuan Papua dalam memperkuat keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Kolaborasi berbagai organisasi wanita menunjukkan bahwa kebersatuan lintas
perbedaan mampu melahirkan energi positif untuk membangun daerah. TP PKK Papua berharap program
ibadah rutin ini dapat terus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan spiritual,
sehingga mampu membentuk generasi Papua yang religius, berkarakter, sekaligus
siap menghadapi dinamika global. Penulis: Jid Editor: GF
03 Okt 2025, 18:16 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru