logo-website
Sabtu, 18 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
KTT G20 Terlaksana Dengan Sukses, Polri Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat & Wisatawan Papuanewsonline.com, Bali-Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali sudah selesai. Selama beberapa hari penyelenggaraan, polisi menyebut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berjalan kondusif dan aman.Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, selama proses KTT G20 secara umum situasi berjalan kondusif dan tak ada kejadian yang menonjol. Menurutnya, ada beberapa serangan siber namun sudah diatasi oleh Satgas Gakkum."Secara umum saya rasa tidak ada. Ada serangan-serangan siber yang bisa dimitigasi Satgas Gakkum dan sudah berkoordinasi dengan BSSN dan BIN itu semua bisa diantisipasi. Alhamdulilah semua berjalan dengan baik," kata Dedi di Bali, Kamis (17/11/2022).Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan wisatawan yang turut serta menyukseskan penyelenggaraan KTT G20. Menurutnya, peran serta masyarakat yang ikut menjaga situasi kamtibmas juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan KTT G20."Kami Polri terkait situasi di Bali dalam pengamanan KTT G20 ini banyak ucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali maupun wisatawan di Bali atas partisipasi membantu menjaga situasi Bali menjadi kondusif," katanya.Tak hanya masyarakat dan wisatawan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pecalang dan instansi terkait lainnya yang ikut terlibat langsung membantu pengamanan di Bali.Menurutnya kehadiran pecalang menjadi penting lantaran bisa mengomunikasikan dengan masyarakat lokal."Ini dengan kehadiran pecalang yang mampu mengomunikasikan dengan masyarakat alhamdulilah masyarakat sangat membantu dan mensupport kelancaran acara KTT G20," katanya.Tak hanya ucapkan terima kasih, Polri juga meminta maaf jika terjadi kemacetan selama penyelenggaraan KTT G20. Sebab selama beberapa hari pelaksanaan KTT ada beberapa ruas jalan yang dilakukan penutupan saat delegasi melintas."Kita juga mohon maaf dalam kegiatan ini banyak kegiatan yang kita tutup kemudian kegiatan masyarakat juga ada yang dibatasi," katanya.Dalam hal pengamanan, Dedi menuturkan Polri juga berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga lainnya seperti BSSN, BIN, BNPB, BMKG dan lainnya. Hal itu dilakukan agar semua pengamanan terkoneksi dengan baik.Dengan suksesnya penyelenggaraan KTT G20, ia berharap akan lebih banyak wisatawan yang datang ke Bali. Hal ini lantaran kesuksesan pengamanan KTT G20. "Penyelenggaraan KTT G20 ini bisa berjalan dengan sukses dan aman sehingga Bali memang benar-benar aman dikunjungi. Peningkatan wisatawan juga sejalan dengan peningkatan ekonomi," ujarnya.(Redaksi) 17 Nov 2022, 13:11 WIT
Irjen Pol Mathius D. Fakhiri Hadiri Rapat Koordinasi Pengurus Bhayangkari Polda Papua Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menghadiri Rapat Koordinasi Pengurus Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Daerah Papua dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja Tahun 2022 yang dikoordinir oleh Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Eva Mathius D. Fakhiri bertempat di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (16/11).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Papua selaku Pembina Harian Kombes Pol I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Yuli Ramdani Hidayat, seluruh anggota Bhayangkari Daerah Papua dan yang mengikuti secara virtual.Kapolda Papua Mathius D. Fakhiri dalam sambutanya menyampaikan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pengurus Bhayangkari atas kerja keras, dedikasi dan kinerjanya dalam mengembangkan organisasi Bhayangkari, dimana Bhayangkari memiliki eksistensi dalam hal mendukung tugas pokok Polri. “Tentunya peran Bhayangkari ini ibarat tiang yang kokoh, yang akan menciptakan rumah yang kuat dalam menghadapi hujan panas bagi penghuninya, namun bila tiang tersebut rapuh maka akan goyah dan runtuh yang akan membuat penghuninya tidak nyaman,” ucap Kapolda Papua.Lebih lanjut, Kapolda mengatakan bahwa dengan dinamika yang ada, Bhayangkari mau tidak mau harus mengikuti perkembangan situasi organisasi Polri agar dapat seirama, dan ini tentunya membuat posisi Polri dan Bhayangkari harus saling mensuport dan saling menguatkan.“Kesempatan ibu-ibu Bhayangkari dengan terus mendorong program yang ada dan langkah-langkah yang sudah bagus agar terus dikembangkan. Manfaatkan UMKM, sehingga dapat dikenal dilingkungan masyarakat dan bisa diterima pasar, mengingat ketidakpastian terhadap dampak ekonomi yang akan terus berlangsung,” ungkapnya.Selain itu, dirinya menyampaikan harapannya kepada ibu-ibu Bhayangkari untuk bisa mendampingi suami dimana pun bertugas, sehingga dapat memberikan perhatian lebih kepada suami, anak-anak maupun anggotanya. “Saya juga menyakini bahwa ibu-ibu sekalian bisa menjadikan masa depan seorang suami  menjadi pemimpin yang tangguh khususnya dalam meraih kepercayaan masyarakat kepada Polri,” pungkas Kapolda Papua.(Redaksi) 17 Nov 2022, 07:24 WIT
Kasatgas Humas Damai Cartenz Besuk 4 Anggota Polri Korban Dogiyai di RSUD Nabire Papuanewsonline.com, Nabire – Kabid Humas Polda Papua sekaligus sebagai Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H didampingi Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suwarnaya, S.I.K dan Kabag Kerma Roops Polda Papua Kompol Heru membesuk korban kekerasan Dogiyai di RSUD Kabupaten Nabire, Rabu (16/11).Dalam kesempatannya Kabid Humas mengatakan bahwa malam ini dirinya bersama rombongan ke rumah sakit untuk melihat kondisi personel yang merupakan korban kekerasan Dogiyai.“Dari 4 anggota Polri yang dirawat, satu sudah membaik dan diperbolehkan pulang serta melaksanakan rawat jalan, kemudia masih ada 3 anggota baik dari Polres satu anggota dan 2 anggota Brimob dari Batalyon C Nabire yg masih dirawat,” ucap Kabid Humas.Lanjut, Kabid Humas menambahkan bahwa dari peristiwa tersebut ada 356 orang yang telah mengungsi ke Polres ataupun Polsek dan juga Pos TNI (Koramil) serta 2 Gereja.“Tadi siang kami bertemu dengan Bupati Dogiyai dan berharap agar situasi segera pulih serta mudah-mudahan aktitifitas masyarakat Dogiyai aktifitasnya bisa kembali pulih dan bisa meningkatkan perekonomian di Kabupaten Dogiyai,” ungkapnya.Dirinya juga menyampaikan bahwa sudah ada 56 mobil lajuran yang turun dari Dogiyai ke Nabire, tentunya karena mempertimbangan situasi dan kondisi di Dogiyai. “Mobil lajuran sudah mulai berjalan siapa saja yg akan melewati Kabupaten Dogiyai jangan khatir dan was-was, karena jika merasa tidak nyaman segera hubungi Kantor Polisi dan kita siap melakukan pengawalan,” pungkas Kabid Humas.(Redaksi) 17 Nov 2022, 07:09 WIT
Data Korban Maupun Kerugian Buntut Dari Kerusuhan di Dogiyai, Buat Geleng-Geleng Kepala Papuanewsonline.com, Dogiyai – Polres Dogiyai merilis perkembangan situasi terkini dan penanganan kasus pasca aksi kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu.Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Dogiyai, Rabu (16/11), dihadiri oleh Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Dandim 1705 Nabire Letkol Inf. Doni firmansyah, M. han dan Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu.Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa kasus tersebut berawal dari kejadian lakalantas pada Sabtu, 12 November 2022 pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai Arah Jalan Kamu Selatan yang mengakibatkan 1 korban anak kecil atas nama, Noldi Goo umur 5 tahun meninggal dunia di tempat.“Dari kejadian itu kemudian berimbas pada aksi anarkis oleh sejumlah massa yang melakukan tindakan pengrusakan dan pembakaran terhadap sejumlah rumah, ruko, kios, kendaraan termasuk beberapa fasilitas perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai serta tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap masyarakat,” kata Kombes Faisal.Terkait kerugian materiil, Kombes Faisal mengatakan, sementara ini yang didata Polisi yaitu sebanyak 27 Unit rumah tinggal, 51 Unit kios, 9 Unit rumah kost, 9 Unit Ruko, 11 Unit Truck, 20 Unit Sepeda motor, 1 Unit alat berat Excavator dan 6 Unit bangunan pemerintahan dirusak dan dibakar massa.“Perkantoran  Pemda Dogiyai, yang dibakar yakni Kantor Dukcapil, Kantor Dinas Keuangan, Kantor Dinas BPMK, Kantor Dinas Inspektorat, Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Dinas BKD,” ucapnya.Untuk korban jiwa dan luka-luka pasca kejadian kerusuhan, sebanyak 1 orang meninggal dunia atas nama Iqbal umur 29 tahun,sedangkan  korban luka sebanyak 3 orang, sedangkan  4 orang aparat juga korban luka terkena panah.Selain itu kata Kombes Faisal, 11 karyawan PT. FMB yang pada saat itu belum ditemukan. Kini 10 orang sudah ditemukan dalam keadaan selamat dan 1 pekerja lagi dalam proses pencarian atas nama Joni.Kombes Faisal menambahkan, Dari peristiwa yang terjadi menyebabkan adanya gelombang pengungsian dari masyarakat pendatang sejumlah 356 orang yang terbagi di beberapa lokasi yakni Polres Dogiyai 39 orang pengungsi, Pos Raider 113 Pamrahwan Aceh 54 orang, Makoramil Moenamani 120 orang, Pos Paskhas Monamani 29 orang, Kompleks Gereja GPDI 100 orang dan Kompleks Gereja GKI Koinonia 10 orang.“Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian masyarakat pendatang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan kendaraan lajuran kurang lebih sudah sebanyak 55 kendaraan lajuran yang mengantarkan pengungsi ke Nabire semenjak pasca kejadian kerusuhan,” ujarnya.Pasca kejadian tersebut pihak Kepolisian telah mengambil Langkah-langkah untuk perkuatan sispam kota dalam rangka pemulihan situasi pasca kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, para tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pemulihan situasi kamtibmas.“Kami juga sudah membuka palang di beberapa lokasi mobilisasi kendaraan jalur utama maupun jalur lingkungan dan mengamankan perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh di beberapa lokasi oleh petugas PLN,” ungkapnya.Dikatakan, pihaknya akan terus mengungkap kasus lakalantas, kasus pembakaran, penganiayaan dan pembunuhan melalui prosedur hukum yang berlaku termasuk proses hukum oknum pelaku yang terlibat dalam aksi kerusuhan yang terjadi pada Sabtu, 12 November 2022.“Tim gabungan akan melanjutkan olah TKP di 2 titik lokasi yakni lokasi pembakaran kendaraan truck dan alat berat exa di Kampung Kogegu Distrik Kamuu Selatan maupun lokasi penjarahan di Kompleks Bambu Kuning Kampung Ekimanida Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai,” tandasnya.Dari kejadian ini, Satuan Reskrim Polres Polres Dogiyai di bantu backup Penyidik Satreskrim Polres Nabire termasuk penyidik dari Satgas Gakkum Damai Cartenz sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang sebagai saksi korban kerugian materiil dan korban penganiayaan dan kemungkinan akan bertambah karena kebanyakan posisi saksi korban saat ini sudah menuju ke Kabupaten Nabire.Sementara itu, Dandim 1705 Nabire Letkol Inf. Doni firmansyah, M. han menyampaikan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisisan dalam hal ini Polres Dogiyai untuk memulihkan kamtibmas di Kabupaten Dogiyai kusus nya di Distrik Kamu karena sentra pemulihan perekonomian di Kabupaten Dogiyai.“Saya juga meminta batuan dari rekan-rekan media agar bisa memberikan pemberitaan yang sifatnya meningkatkan moral dan juga moril dari seluruh lapisan masyarakat bahwasannya percayakan proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Kepolisian untuk penyelesain permasalahan yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu,” ucapnya.Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya akan melangsungkan olah TKP di dua titik di Kampung Bukapa, kemudian pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan tokoh-tokoh masyarakat terkait dengan kerinduan masyarakat untuk segera lakukan pembersihan di beberapa titik yang mengalami kebakaran untuk mempercepat situasi ekonomi, sehingga masyarakat bisa Kembali berjualan. “Kami himbau kepada semua masyarakat Kabupaten Dogiyai baik penduduk asli maupun pendatang bahwa sesunggunya pemulihan situasi di Kabupaten Dogiyai ini tidak bisa kita TNI-Polri saja yang kerja artinya kita mau melihat suatu perubahan, kemajuan yang signifikan di Kabupaten Dogiyai,” Pungkasnya.(Redaksi) 17 Nov 2022, 06:33 WIT
Keluarga Korban Mutilasi di Timika Minta Para Pelaku Dihukum Mati Papuanewsonline.com, Timika- Keluarga korban mutilasi warga Suku Nduga minta Negara hadir dalam mengawal proses hukum para pelaku yang melakukan mutilasi terhadap warga Nduga di Timika, Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu, sehingga ada keadilan hukum.Hal ini disampaikan keluarga korban, Aptoro Lokbere melalui keterangan tertulis yang diterima Media Papuanewsonline.com, Rabu (16/11/2022).Sebagai keluarga korban, Lokbere berharap agar penegakan hukum dalam perkara ini memberikan rasa keadilan  terhadap keluarga korban." Kami minta para pelaku bengis ini, dihukum mati karena aksi biadap dan kekejaman mereka terhadap saudara kami, melanggar hukum Internasional, Hukum Negara Indonesia, hukum Agama dan hukum adat, ini terkait kemanusian," tegas Aptoro Lokbere.Kata dia, Keluarga meminta agar proses hukum terhadap para  pelaku dilakukan secara transparan melalui peradilan umum; tidak dipisah-pisahkan, seperti  ada yang diadili di  Peradilan Militer dan ada pelaku (sipil) di peradilan umum." Kalau dipisah begini kontruksi perkaranya Bisa terpotong-potong atau tidak utuh karena ada pelaku yang disidang pada Ouditur Militer dan ada juga yang di peradilan umum, padahal aksi biadab dan kekejaman yang tidak berprikemanusian ini,  mereka lakukan secara  bersama-sama," ungkap Aptoro Lokbere.Lanjut Aptoro, Keluarga ragu dengan penanganan perkara  kasus mutilasi belakangan ini, sehingga terutama terkait proses hukum para pelaku, pihak keluarga ingin bertemu Menko Polhukam, Panglima TNI, Menhan dan Ketua Mahkamah Agung, agar  proses penegakan hukum benar-benar transparan, terbuka dipantau publik dan memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban. " Kalau dipisah lalu disidang  di militer kami bisa pantau bagaimana? Kalau mereka diadili terpisah, juga bagaimana? Apa  keterangannya bisa utuh? Padahal aksi biadap ini mereka lakukan  bersama-sama," ucapnya.Terkait hal itu, Aptoro mengatakan,  sebagai perwakilan  Keluarga korban serta seluruh masyarakat Suku Nduga,  meminta waktu untuk bisa berjumpa langsung dengan pimpinan tinggi lembaga negara yang bisa mengambil keputusan terkait proses penegakan hukum kasus tersebut. " Kami percaya Panglima TNI orangnya humanis tapi juga tegas, maka kami ingin menyampaikan kepada beliau agar proses hukumnya jangan dipisahkan  begini. Satukan saja di Peradilan Umum, buka seluas-luasnya ke publik karena ini masuk dalam kejahatan luar biasa biadabnya, karena pelaku merupakan abdi negara," sorot Aptoro.Lanjut kata Aptoro, Terkait kasus mutilasi yang menimpah keluarganya, masyarakat suku besar Nduga  masih menaruh percaya terhadap negara, kalau   Negara berlaku adil, dengan membawa para pelaku  semuanya  ke peradilan umum.Dikatakanya, Saat ini pihaknya berada di Jakarta untuk menantikan sikap respon dari  Menko Polhukam, Panglima TNI dan Menhan serta Mahkamah Agung, guna bertemu sehingga menyampaikan secara langsung keluhan keluarga korban." Saya ingatkan,  Jangan lagi permainkan kami masyarakat Suku Nduga  dengan skenario lain. Tapi pastikan para pelaku ini diberi  hukum mati dan  peradilannya terbuka untuk publik, kami juga harus pastikan semua pelaku harus diseret  ke peradilan umum. Itu yang ingin kami sampaikan kepada Bapa Panglima, Menko Polhukam, Pak Menhan dan juga Mahkamah Agung," tegas Aptoro.Sebagai informasi dalam kasus  keji ini, terdapat Enam tersangka  dari pihak TNI yakni, Mayor Inf HFD; Kapten Inf DK; Praka PR; Pratu RAS; Pratu RPC dan Pratu ROM.Mereka dijerat pasal berlapis.Mayor Inf HFD disangkakan pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 126 KUHPM jo 148 KUHPM. Dengan ancaman maksimal hukuman mati.Sedangkan lima tersangka Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RPC, Pratu RAS, Pratu ROM dijerat pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 406 ayat (1) KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juga Dengan ancaman maksimal hukuman mati.Selain keterlibatan abdi negara enam orang anggota TNI dalam kasus ini,  Polres Mimika juga telah menetapkan tiga orang warga sipil sebagai tersangka.(Arifin) 16 Nov 2022, 15:56 WIT
Kapal KM Mutia Ladjoni 7 Ditemukan Tim Gabungan SAR, Begini Kondisi Abk Papuanewsonline.com, Maluku- Unsur Sar Gabungan dari Dobo menggunakan KM Tarangan milik Perhubungan Pemda Kepulauan Aru berhasil menemukan Kapal Kargo KM Mutia Ladjoni, Senin (14/11/2022) pukul 18:50 malam di perairan Aru.Diketahui tim sar gabungan diantaranya Unit Siaga Sar Kepulauan Aru Dobo, Lanal  Aru, Polairud Polda Maluku, Polairud Polres Aru, BPBD Kep. Aru, serta Crew KM Tarangan di berangkatkan ke lokasi pencarian, dan akhirnya Tim Sar Gabungan Berhasil menemukan KM. Mutia Ladjoni 7“ Benar sekitar Pukul 21.53 Wit Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Menerima informasi dari Koordinator Pos Unit Siaga SAR Kep. Aru bahwa Kapal KM Mutia Ladjoni 7 berhasil ditemukan oleh Tim sar gabungan pd Pkl 18.50 wit dengan  semua Crew Kapal dlm keadaan selamat, dan kondisi kapal mati mesin terapung apung dilaut Aru,’’ ungkap Kepala kantor pencarian dan pertolongan (Basarnas) Timika George L.M. Randang melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (15/11/2022).Kata Randang, Selanjutnya tim mengevakuasi  membawa ke 2 crew kapal ke Dobo yaitu Nakoda dan Mualim II yang diinfokan Sakit untuk menjalani perawatan, sedangkan Abk yang lain dalam keadaan sehat. Dikatakanya, Selanjutnya Kapal KM Mutia Ladjoni 7 Direncanakan akan dilaksanakan penarikan ke Dobo,dipantau  Basarnas.  Nama ABK KM. Mutia Ladjoni 7 yakni:1. Tri Sulfikar ( Nahkoda ) Di evakuasi ke Dobo2. Andika Ultra Indra ( KKM ) 3. Stefanus Salabia ( Mualim I )4. Samsuddin ( Mualim II ) 5. Isnomo ( Masinis II ) Di Evakuasi karena sakit6. Rustan ( Masinis III ) 7. Wahyu Setiawan Ar ( Juru Mudi ) 8. Andhika ( Juru Mudi ) 9. Rudi ( Juru Minyak ) 10. Muhammad Harun ( Koki ) 11. Igmnasio Alfret Yakelan ( Pelayan ) 12. Sultan ( Kadet Mesin ) 13. Pebryan ( Kadet) Randang menyebutkan, disaat Kapal ditemukan Cuacah Cerah Berawan, dengan  Kecepatan Angin : 04 - 10 Kts, Arah : Timur  - Tenggara,sedangankan tinggi gelombang:  0.5 - 1.25 Meter.Ia menambahkan, sebelumnya Kantor pencarian Timika menerima informasi kecelakaan kapal KM Mutia Ladjoni 7, diinformasikan mulai berlayar pada, Rabu tanggal 09/11 2022 dari Merauke ke Bontang, dan direncanakan mampir di Dobo untuk pengisian BBM, pada Jumat 11/11 2022 namun  dalam Gps Tracking pergerakan kapal tersebut tidak termonitor dan hilang contack disekitar perairan laut Aru, dan upaya komunikasi terus dilakukan namun tidak bisa dihubungi, sehingga dilakukan pencairan sehingga baru ditemukan Senin Malam.(Fausia)   15 Nov 2022, 15:50 WIT
Hanya Karena Cinta !! Binmas Noken Intan Jaya Kembali Membina Anak-Anak Asli Papua Papuanewsonline.com, Intan Jaya – Rasa Cinta dan Peduli kepada Anak-anak Binaan kembali ditunjukkan oleh Personel Binmas Noken, wilayah Intan Jaya Ipda Engel Mayor bertempat di Polsek Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Senin (14/11).Dalam Potret tersebut, Ipda Engel Mayor yang sedang melaksanakan tugasnya di Polsek Sugapa itu kedatangan anak-anak binaannya yang berjumlah 5 anak yang tiba-tiba datang dan melaporkan bahwa mereka hari ini melaksanakan Ujian Sekolah. Melihat hal tersebut, Ipda Engel menyadari untuk memberikan bimbingan kepada anak Binaannya agar pada ujian selanjutnya dapat menjawab soal-soal ujian dengan tepat dan benar. Diketahui bahwa binaan Ipda Engel ini merupakan anak-anak kelas 1 di SD Inpres Yokatapa, yang mana sebelumnya mereka tak sekolah kemudian disekolahkan oleh Ipda Engel Mayor."Anak-anak yang datang ini adalah Binaan Kami Binmas Noken. Mereka datang untuk menyampaikan bahwa hari ini melaksanakan Ujian Sekolah," ucap Ipda Engel.Melihat hal ini, Lanjut Ipda Engel, sebagai Pembina anak- anak, dirinya memberikan bimbingan, agar besok mereka dapat mengerjakan Ujiannya dengan baik agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Tak hanya itu sebelum di berikan Bimbingan, anak-anak binaan dibelikan sarapan berupa Nasi Kuning, agar apa yang disampaikan dapat dicerna dengan baikIpda Engel Mayor yang sehari-harinya bertugas sebagai Kapolsek Sugapa itu juga menjelaskan bahwa anak-anak ini dulunya tak bersekolah, namun sekarang sudah disekolahkan di SD Inpres Yokatapa." Mereka dulu tidak bisa membaca, namun sekarang sudah lancar dan akhirnya saya daftarkan ke sekolah di SD Inpres Yokatapa agar lebih mendapat bimbingan yang maksimal oleh guru guru di sekolah. Meski Demikian, anak-anak ini sampai sekarang tiap Sore pasti datang ke Polsek Sugapa untuk belajar dengan Personel Binmas Noken, dan pagi ini mereka melapor ke saya, kalau besok mereka akan melaksanakan Ujian," jelasnya.Engel menyebutkan,  anak-anak tersebut merupakan anak binaanya  sejak awal Tahun 2022. Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH saat dikonfirmasi sangat mengapresiasi kinerja Persone Binmas Noken di Intan Jaya. "Ini bukti bahwa Binmas Noken Polri dengan Program Si Ipar berhasil di Intan Jaya, meski anak-anak Binaan Binmas Noken saat ini sudah mengenyam pendidikan namun tak melupakan jasa-jasa Binmas Noken Polri kepada mereka. Dulu tidak bisa membaca hingga sekarang lancar membaca, mereka tak lupa siapa yang mengajari mereka," pungkas Kombes Kamal.(Arifin) 15 Nov 2022, 13:30 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT