Papuanewsonline.com
Berita Pilihan Redaksi
Homepage
KTT G20 Terlaksana Dengan Sukses, Polri Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat & Wisatawan
Papuanewsonline.com, Bali-Penyelenggaraan Konferensi Tingkat
Tinggi (KTT) G20 di Bali sudah selesai. Selama beberapa hari penyelenggaraan,
polisi menyebut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berjalan
kondusif dan aman.Kadiv Humas
Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan,
selama proses KTT G20 secara umum situasi berjalan kondusif dan tak ada
kejadian yang menonjol. Menurutnya, ada beberapa serangan siber namun sudah
diatasi oleh Satgas Gakkum."Secara
umum saya rasa tidak ada. Ada serangan-serangan siber yang bisa dimitigasi
Satgas Gakkum dan sudah berkoordinasi dengan BSSN dan BIN itu semua bisa
diantisipasi. Alhamdulilah semua berjalan dengan baik," kata Dedi di Bali,
Kamis (17/11/2022).Ia pun
mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan wisatawan yang turut serta
menyukseskan penyelenggaraan KTT G20. Menurutnya, peran serta masyarakat yang
ikut menjaga situasi kamtibmas juga menjadi bagian penting dalam
penyelenggaraan KTT G20."Kami
Polri terkait situasi di Bali dalam pengamanan KTT G20 ini banyak ucapkan
terima kasih kepada masyarakat Bali maupun wisatawan di Bali atas partisipasi
membantu menjaga situasi Bali menjadi kondusif," katanya.Tak hanya
masyarakat dan wisatawan, ia juga mengucapkan terima kasih kepada pecalang dan
instansi terkait lainnya yang ikut terlibat langsung membantu pengamanan di
Bali.Menurutnya
kehadiran pecalang menjadi penting lantaran bisa mengomunikasikan dengan
masyarakat lokal."Ini
dengan kehadiran pecalang yang mampu mengomunikasikan dengan masyarakat
alhamdulilah masyarakat sangat membantu dan mensupport kelancaran acara KTT
G20," katanya.Tak hanya
ucapkan terima kasih, Polri juga meminta maaf jika terjadi kemacetan selama penyelenggaraan
KTT G20. Sebab selama beberapa hari pelaksanaan KTT ada beberapa ruas jalan
yang dilakukan penutupan saat delegasi melintas."Kita
juga mohon maaf dalam kegiatan ini banyak kegiatan yang kita tutup kemudian
kegiatan masyarakat juga ada yang dibatasi," katanya.Dalam hal
pengamanan, Dedi menuturkan Polri juga berkoordinasi dengan kementerian atau
lembaga lainnya seperti BSSN, BIN, BNPB, BMKG dan lainnya. Hal itu dilakukan
agar semua pengamanan terkoneksi dengan baik.Dengan
suksesnya penyelenggaraan KTT G20, ia berharap akan lebih banyak wisatawan yang
datang ke Bali. Hal ini lantaran kesuksesan pengamanan KTT G20.
"Penyelenggaraan
KTT G20 ini bisa berjalan dengan sukses dan aman sehingga Bali memang
benar-benar aman dikunjungi. Peningkatan wisatawan juga sejalan dengan
peningkatan ekonomi," ujarnya.(Redaksi)
17 Nov 2022, 13:11 WIT
Irjen Pol Mathius D. Fakhiri Hadiri Rapat Koordinasi Pengurus Bhayangkari Polda Papua
Papuanewsonline.com, Jayapura – Kepala Kepolisian
Daerah Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menghadiri Rapat
Koordinasi Pengurus Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Daerah
Papua dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan Program Kerja Tahun 2022 yang
dikoordinir oleh Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Eva
Mathius D. Fakhiri bertempat di Aula Rastra Samara Polda Papua, Rabu (16/11).Turut hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM
Polda Papua selaku Pembina Harian Kombes Pol I Wayan Gede Ardana, S.I.K., M.Si, Wakil
Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Yuli Ramdani Hidayat, seluruh anggota
Bhayangkari Daerah Papua dan yang mengikuti secara virtual.Kapolda Papua Mathius D. Fakhiri dalam sambutanya menyampaikan
terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Pengurus
Bhayangkari atas kerja keras, dedikasi dan kinerjanya dalam mengembangkan
organisasi Bhayangkari, dimana Bhayangkari memiliki eksistensi dalam hal
mendukung tugas pokok Polri. “Tentunya peran Bhayangkari ini ibarat tiang
yang kokoh, yang akan menciptakan rumah yang kuat dalam menghadapi hujan panas
bagi penghuninya, namun bila tiang tersebut rapuh maka akan goyah dan runtuh
yang akan membuat penghuninya tidak nyaman,” ucap Kapolda Papua.Lebih lanjut, Kapolda mengatakan bahwa dengan
dinamika yang ada, Bhayangkari mau tidak mau harus mengikuti perkembangan
situasi organisasi Polri agar dapat seirama, dan ini tentunya membuat posisi
Polri dan Bhayangkari harus saling mensuport dan saling menguatkan.“Kesempatan ibu-ibu Bhayangkari dengan terus
mendorong program yang ada dan langkah-langkah yang sudah bagus agar terus
dikembangkan. Manfaatkan UMKM, sehingga dapat dikenal dilingkungan masyarakat
dan bisa diterima pasar, mengingat ketidakpastian terhadap dampak ekonomi yang
akan terus berlangsung,” ungkapnya.Selain itu, dirinya menyampaikan harapannya
kepada ibu-ibu Bhayangkari untuk bisa mendampingi suami dimana pun bertugas,
sehingga dapat memberikan perhatian lebih kepada suami, anak-anak maupun anggotanya.
“Saya juga menyakini bahwa ibu-ibu sekalian bisa
menjadikan masa depan seorang suami
menjadi pemimpin yang tangguh khususnya dalam meraih kepercayaan
masyarakat kepada Polri,” pungkas Kapolda Papua.(Redaksi)
17 Nov 2022, 07:24 WIT
Kasatgas Humas Damai Cartenz Besuk 4 Anggota Polri Korban Dogiyai di RSUD Nabire
Papuanewsonline.com, Nabire – Kabid Humas Polda Papua sekaligus
sebagai Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H didampingi Kapolres
Nabire AKBP I Ketut
Suwarnaya, S.I.K dan Kabag Kerma Roops Polda Papua Kompol Heru membesuk korban
kekerasan Dogiyai di RSUD Kabupaten Nabire, Rabu (16/11).Dalam
kesempatannya Kabid Humas mengatakan bahwa malam ini dirinya bersama rombongan
ke rumah sakit untuk melihat kondisi personel yang merupakan korban kekerasan
Dogiyai.“Dari 4
anggota Polri yang dirawat, satu sudah membaik dan diperbolehkan pulang serta
melaksanakan rawat jalan, kemudia masih ada 3 anggota baik dari Polres satu
anggota dan 2 anggota Brimob dari Batalyon C Nabire yg masih dirawat,” ucap
Kabid Humas.Lanjut,
Kabid Humas menambahkan bahwa dari peristiwa tersebut ada 356 orang yang telah mengungsi
ke Polres ataupun Polsek dan juga Pos TNI (Koramil) serta 2 Gereja.“Tadi siang
kami bertemu dengan Bupati Dogiyai dan berharap agar situasi segera pulih serta
mudah-mudahan aktitifitas masyarakat Dogiyai aktifitasnya bisa kembali pulih
dan bisa meningkatkan perekonomian di Kabupaten Dogiyai,” ungkapnya.Dirinya juga
menyampaikan bahwa sudah ada 56 mobil lajuran yang turun dari Dogiyai ke
Nabire, tentunya karena mempertimbangan situasi dan kondisi di Dogiyai.
“Mobil
lajuran sudah mulai berjalan siapa saja yg akan melewati Kabupaten Dogiyai
jangan khatir dan was-was, karena jika merasa tidak nyaman segera hubungi
Kantor Polisi dan kita siap melakukan pengawalan,” pungkas Kabid Humas.(Redaksi)
17 Nov 2022, 07:09 WIT
Data Korban Maupun Kerugian Buntut Dari Kerusuhan di Dogiyai, Buat Geleng-Geleng Kepala
Papuanewsonline.com,
Dogiyai –
Polres Dogiyai merilis perkembangan situasi terkini dan penanganan kasus pasca
aksi kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu.Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres
Dogiyai, Rabu (16/11), dihadiri oleh Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Faizal
Ramadhani,
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Dandim 1705 Nabire
Letkol Inf. Doni firmansyah, M. han dan Kapolres Dogiyai Kompol Samuel
D. Tatiratu.Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal
Ramadhani menjelaskan
bahwa kasus tersebut berawal dari kejadian lakalantas pada Sabtu, 12 November
2022 pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai Arah
Jalan Kamu Selatan yang mengakibatkan 1 korban anak kecil atas nama, Noldi Goo
umur 5 tahun meninggal dunia di tempat.“Dari kejadian itu kemudian berimbas pada aksi
anarkis oleh sejumlah massa yang melakukan tindakan pengrusakan dan pembakaran
terhadap sejumlah rumah, ruko, kios, kendaraan termasuk beberapa fasilitas
perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai serta tindakan kekerasan dan
penganiayaan terhadap masyarakat,” kata Kombes Faisal.Terkait kerugian materiil, Kombes Faisal
mengatakan, sementara ini yang didata Polisi yaitu sebanyak 27 Unit rumah
tinggal, 51 Unit kios, 9 Unit rumah kost, 9 Unit Ruko, 11 Unit Truck, 20 Unit
Sepeda motor, 1 Unit alat berat Excavator dan 6 Unit bangunan pemerintahan
dirusak dan dibakar massa.“Perkantoran Pemda Dogiyai, yang dibakar yakni Kantor
Dukcapil, Kantor Dinas Keuangan, Kantor Dinas BPMK, Kantor Dinas Inspektorat,
Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Dinas BKD,” ucapnya.Untuk korban jiwa dan luka-luka pasca kejadian
kerusuhan, sebanyak 1 orang meninggal dunia atas nama Iqbal umur 29 tahun,sedangkan
korban luka sebanyak 3 orang, sedangkan 4 orang aparat juga korban luka terkena panah.Selain itu kata Kombes Faisal, 11 karyawan PT.
FMB yang pada saat itu belum ditemukan. Kini 10 orang sudah ditemukan dalam
keadaan selamat dan 1 pekerja lagi dalam proses pencarian atas nama Joni.Kombes Faisal menambahkan, Dari peristiwa yang
terjadi menyebabkan adanya gelombang pengungsian dari masyarakat pendatang
sejumlah 356 orang yang terbagi di beberapa lokasi yakni Polres Dogiyai 39
orang pengungsi, Pos Raider 113 Pamrahwan Aceh 54 orang, Makoramil Moenamani
120 orang, Pos Paskhas Monamani 29 orang, Kompleks Gereja GPDI 100 orang dan
Kompleks Gereja GKI Koinonia 10 orang.“Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian
masyarakat pendatang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan
kendaraan lajuran kurang lebih sudah sebanyak 55 kendaraan lajuran yang
mengantarkan pengungsi ke Nabire semenjak pasca kejadian kerusuhan,” ujarnya.Pasca kejadian tersebut pihak Kepolisian telah
mengambil Langkah-langkah untuk perkuatan sispam kota dalam rangka pemulihan
situasi pasca kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, para tokoh
masyarakat dan tokoh agama terkait pemulihan situasi kamtibmas.“Kami juga sudah membuka palang di beberapa
lokasi mobilisasi kendaraan jalur utama maupun jalur lingkungan dan mengamankan
perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh di beberapa lokasi oleh petugas
PLN,” ungkapnya.Dikatakan, pihaknya akan terus mengungkap kasus
lakalantas, kasus pembakaran, penganiayaan dan pembunuhan melalui prosedur
hukum yang berlaku termasuk proses hukum oknum pelaku yang terlibat dalam aksi
kerusuhan yang terjadi pada Sabtu, 12 November 2022.“Tim gabungan akan melanjutkan olah TKP di 2
titik lokasi yakni lokasi pembakaran kendaraan truck dan alat berat exa di
Kampung Kogegu Distrik Kamuu Selatan maupun lokasi penjarahan di Kompleks Bambu
Kuning Kampung Ekimanida Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai,” tandasnya.Dari kejadian ini, Satuan Reskrim Polres Polres
Dogiyai di bantu backup Penyidik Satreskrim Polres Nabire termasuk penyidik
dari Satgas Gakkum Damai Cartenz sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang
sebagai saksi korban kerugian materiil dan korban penganiayaan dan kemungkinan
akan bertambah karena kebanyakan posisi saksi korban saat ini sudah menuju ke
Kabupaten Nabire.Sementara itu, Dandim 1705 Nabire Letkol Inf.
Doni firmansyah, M. han menyampaikan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisisan
dalam hal ini Polres Dogiyai untuk memulihkan kamtibmas di Kabupaten Dogiyai
kusus nya di Distrik Kamu karena sentra pemulihan perekonomian di Kabupaten
Dogiyai.“Saya juga meminta batuan dari rekan-rekan media
agar bisa memberikan pemberitaan yang sifatnya meningkatkan moral dan juga
moril dari seluruh lapisan masyarakat bahwasannya percayakan proses penegakan
hukum yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Kepolisian untuk penyelesain
permasalahan yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu,” ucapnya.Kapolres Dogiyai Kompol Samuel
D. Tatiratu dalam
kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya akan melangsungkan olah TKP di dua
titik di Kampung Bukapa, kemudian pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan
tokoh-tokoh masyarakat terkait dengan kerinduan masyarakat untuk segera lakukan
pembersihan di beberapa titik yang mengalami kebakaran untuk mempercepat
situasi ekonomi, sehingga masyarakat bisa Kembali berjualan.
“Kami himbau kepada semua masyarakat Kabupaten
Dogiyai baik penduduk asli maupun pendatang bahwa sesunggunya pemulihan situasi
di Kabupaten Dogiyai ini tidak bisa kita TNI-Polri saja yang kerja artinya kita
mau melihat suatu perubahan, kemajuan yang signifikan di Kabupaten Dogiyai,” Pungkasnya.(Redaksi)
17 Nov 2022, 06:33 WIT
Keluarga Korban Mutilasi di Timika Minta Para Pelaku Dihukum Mati
Papuanewsonline.com, Timika- Keluarga korban mutilasi warga Suku Nduga minta Negara hadir dalam mengawal proses hukum para pelaku yang melakukan mutilasi terhadap warga Nduga di Timika, Provinsi Papua Tengah beberapa waktu lalu, sehingga ada keadilan hukum.Hal ini disampaikan keluarga korban, Aptoro Lokbere melalui keterangan tertulis yang diterima Media Papuanewsonline.com, Rabu (16/11/2022).Sebagai keluarga korban, Lokbere berharap agar penegakan hukum dalam perkara ini memberikan rasa keadilan terhadap keluarga korban." Kami minta para pelaku bengis ini, dihukum mati karena aksi biadap dan kekejaman mereka terhadap saudara kami, melanggar hukum Internasional, Hukum Negara Indonesia, hukum Agama dan hukum adat, ini terkait kemanusian," tegas Aptoro Lokbere.Kata dia, Keluarga meminta agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan secara transparan melalui peradilan umum; tidak dipisah-pisahkan, seperti ada yang diadili di Peradilan Militer dan ada pelaku (sipil) di peradilan umum." Kalau dipisah begini kontruksi perkaranya Bisa terpotong-potong atau tidak utuh karena ada pelaku yang disidang pada Ouditur Militer dan ada juga yang di peradilan umum, padahal aksi biadab dan kekejaman yang tidak berprikemanusian ini, mereka lakukan secara bersama-sama," ungkap Aptoro Lokbere.Lanjut Aptoro, Keluarga ragu dengan penanganan perkara kasus mutilasi belakangan ini, sehingga terutama terkait proses hukum para pelaku, pihak keluarga ingin bertemu Menko Polhukam, Panglima TNI, Menhan dan Ketua Mahkamah Agung, agar proses penegakan hukum benar-benar transparan, terbuka dipantau publik dan memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban. " Kalau dipisah lalu disidang di militer kami bisa pantau bagaimana? Kalau mereka diadili terpisah, juga bagaimana? Apa keterangannya bisa utuh? Padahal aksi biadap ini mereka lakukan bersama-sama," ucapnya.Terkait hal itu, Aptoro mengatakan, sebagai perwakilan Keluarga korban serta seluruh masyarakat Suku Nduga, meminta waktu untuk bisa berjumpa langsung dengan pimpinan tinggi lembaga negara yang bisa mengambil keputusan terkait proses penegakan hukum kasus tersebut. " Kami percaya Panglima TNI orangnya humanis tapi juga tegas, maka kami ingin menyampaikan kepada beliau agar proses hukumnya jangan dipisahkan begini. Satukan saja di Peradilan Umum, buka seluas-luasnya ke publik karena ini masuk dalam kejahatan luar biasa biadabnya, karena pelaku merupakan abdi negara," sorot Aptoro.Lanjut kata Aptoro, Terkait kasus mutilasi yang menimpah keluarganya, masyarakat suku besar Nduga masih menaruh percaya terhadap negara, kalau Negara berlaku adil, dengan membawa para pelaku semuanya ke peradilan umum.Dikatakanya, Saat ini pihaknya berada di Jakarta untuk menantikan sikap respon dari Menko Polhukam, Panglima TNI dan Menhan serta Mahkamah Agung, guna bertemu sehingga menyampaikan secara langsung keluhan keluarga korban." Saya ingatkan, Jangan lagi permainkan kami masyarakat Suku Nduga dengan skenario lain. Tapi pastikan para pelaku ini diberi hukum mati dan peradilannya terbuka untuk publik, kami juga harus pastikan semua pelaku harus diseret ke peradilan umum. Itu yang ingin kami sampaikan kepada Bapa Panglima, Menko Polhukam, Pak Menhan dan juga Mahkamah Agung," tegas Aptoro.Sebagai informasi dalam kasus keji ini, terdapat Enam tersangka dari pihak TNI yakni, Mayor Inf HFD; Kapten Inf DK; Praka PR; Pratu RAS; Pratu RPC dan Pratu ROM.Mereka dijerat pasal berlapis.Mayor Inf HFD disangkakan pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 126 KUHPM jo 148 KUHPM. Dengan ancaman maksimal hukuman mati.Sedangkan lima tersangka Kapten Inf DK, Praka PR, Pratu RPC, Pratu RAS, Pratu ROM dijerat pasal 365 ayat (4) KUHP Jo 340 KUHP jo 339 KUHP Jo 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHP jo 406 ayat (1) KUHP jo 221 ayat (1) KUHP jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP, juga Dengan ancaman maksimal hukuman mati.Selain keterlibatan abdi negara enam orang anggota TNI dalam kasus ini, Polres Mimika juga telah menetapkan tiga orang warga sipil sebagai tersangka.(Arifin)
16 Nov 2022, 15:56 WIT
Pj Gubernur Ribka Haluk Resmi Lantik Valentinus Sumito Sebagai Pj Sekda Papua Tengah
Papuanewsonline.com,
Jakarta- Penjabat Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM secara resmi melantik Valentinus Sudarjanto Sumito sebagai
penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah.Acara Pelantikan dilaksanakaan di Ruang Sasana Bhakti Praja
(SBP) Lantai 3 Gedung C Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri Jl. Medan Merdeka
Utara, Jakarta Pusat, pada Selasa (15/11/2022) Sore.Dalam amanatnya Ribka Haluk menyampaikan, pengangkatan
Saudara Valentinus Sudarjanto Sumito sebagai penjabat Sekretaris Daerah
Provinsi Papua Tengah, berdasarkan surat keputusan Penjabat Gubernur Papua Tengah,
dengan nomor: 821:/001/2022 tertanggal 15 November tahun 2022.“ Saya percaya bahwa Saudara akan melaksanakan tugas dengan
sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab yang diberikan, semoga Tuhan yang
maha Kuasa menyertai kita,’’ ungkap Pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk.
Sebagai informasi Sekda Provinsi Papua Tengah, yang baru
dilantik Valentinus
Sudarjanto Sumito, bukan orang sembarangan, karena memiliki rekam
jejak mentereng dalam birokrasi pemerintahan, dimana jabatanya saat ini yakni Direktur
Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).(Redaksi)
15 Nov 2022, 16:57 WIT
Kapal KM Mutia Ladjoni 7 Ditemukan Tim Gabungan SAR, Begini Kondisi Abk
Papuanewsonline.com,
Maluku- Unsur Sar Gabungan dari Dobo menggunakan KM
Tarangan milik Perhubungan Pemda Kepulauan Aru berhasil menemukan Kapal
Kargo KM Mutia Ladjoni, Senin (14/11/2022) pukul 18:50 malam di perairan Aru.Diketahui tim sar gabungan diantaranya Unit Siaga Sar
Kepulauan Aru Dobo, Lanal Aru, Polairud
Polda Maluku, Polairud Polres Aru, BPBD Kep. Aru, serta Crew KM Tarangan di
berangkatkan ke lokasi pencarian, dan akhirnya Tim Sar Gabungan Berhasil
menemukan KM. Mutia Ladjoni 7“ Benar sekitar Pukul 21.53 Wit Kantor Pencarian dan
Pertolongan Timika Menerima informasi dari Koordinator Pos Unit Siaga SAR Kep.
Aru bahwa Kapal KM Mutia Ladjoni 7 berhasil ditemukan oleh Tim sar gabungan pd
Pkl 18.50 wit dengan semua Crew Kapal
dlm keadaan selamat, dan kondisi kapal mati mesin terapung apung dilaut Aru,’’
ungkap Kepala
kantor pencarian dan pertolongan (Basarnas) Timika George L.M. Randang melalui sambungan
telepon selulernya, Selasa (15/11/2022).Kata Randang, Selanjutnya tim mengevakuasi membawa ke 2 crew kapal ke Dobo yaitu Nakoda
dan Mualim II yang diinfokan Sakit untuk menjalani perawatan, sedangkan Abk
yang lain dalam keadaan sehat. Dikatakanya, Selanjutnya Kapal KM Mutia Ladjoni 7
Direncanakan akan dilaksanakan penarikan ke Dobo,dipantau Basarnas. Nama ABK KM.
Mutia Ladjoni 7 yakni:1. Tri Sulfikar ( Nahkoda ) Di evakuasi ke Dobo2. Andika Ultra Indra ( KKM ) 3. Stefanus Salabia ( Mualim I )4. Samsuddin ( Mualim II ) 5. Isnomo ( Masinis II ) Di Evakuasi karena sakit6. Rustan ( Masinis III ) 7. Wahyu Setiawan Ar ( Juru Mudi ) 8. Andhika ( Juru Mudi ) 9. Rudi ( Juru Minyak ) 10. Muhammad Harun ( Koki ) 11. Igmnasio Alfret Yakelan ( Pelayan ) 12. Sultan ( Kadet Mesin ) 13. Pebryan ( Kadet) Randang menyebutkan, disaat Kapal ditemukan Cuacah Cerah
Berawan, dengan Kecepatan Angin : 04 -
10 Kts, Arah : Timur - Tenggara,sedangankan
tinggi gelombang: 0.5 - 1.25 Meter.Ia menambahkan, sebelumnya Kantor pencarian Timika menerima
informasi kecelakaan kapal KM Mutia Ladjoni 7, diinformasikan mulai berlayar
pada, Rabu tanggal 09/11 2022 dari Merauke ke Bontang, dan direncanakan mampir
di Dobo untuk pengisian BBM, pada Jumat 11/11 2022 namun dalam Gps Tracking pergerakan kapal tersebut
tidak termonitor dan hilang contack disekitar perairan laut Aru, dan upaya
komunikasi terus dilakukan namun tidak bisa dihubungi, sehingga dilakukan
pencairan sehingga baru ditemukan Senin Malam.(Fausia)
15 Nov 2022, 15:50 WIT
Hanya Karena Cinta !! Binmas Noken Intan Jaya Kembali Membina Anak-Anak Asli Papua
Papuanewsonline.com,
Intan Jaya – Rasa Cinta dan Peduli
kepada Anak-anak Binaan kembali ditunjukkan oleh Personel Binmas Noken, wilayah
Intan Jaya Ipda Engel
Mayor bertempat di Polsek
Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Senin (14/11).Dalam Potret tersebut, Ipda Engel Mayor yang sedang melaksanakan tugasnya di Polsek
Sugapa itu kedatangan anak-anak binaannya yang berjumlah 5 anak yang tiba-tiba
datang dan melaporkan bahwa mereka hari ini melaksanakan Ujian Sekolah. Melihat hal tersebut, Ipda Engel menyadari untuk
memberikan bimbingan kepada anak Binaannya agar pada ujian selanjutnya dapat
menjawab soal-soal ujian dengan tepat dan benar. Diketahui bahwa binaan Ipda Engel ini merupakan
anak-anak kelas 1 di SD Inpres Yokatapa, yang mana sebelumnya mereka tak
sekolah kemudian disekolahkan oleh Ipda Engel Mayor."Anak-anak yang datang ini adalah Binaan
Kami Binmas Noken. Mereka datang untuk menyampaikan bahwa hari ini melaksanakan
Ujian Sekolah," ucap Ipda Engel.Melihat hal ini, Lanjut Ipda Engel, sebagai
Pembina anak- anak, dirinya memberikan bimbingan, agar besok mereka dapat
mengerjakan Ujiannya dengan baik agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Tak
hanya itu sebelum di berikan Bimbingan, anak-anak binaan dibelikan sarapan
berupa Nasi Kuning, agar apa yang disampaikan dapat dicerna dengan baikIpda Engel Mayor yang sehari-harinya bertugas sebagai Kapolsek Sugapa itu juga
menjelaskan bahwa anak-anak ini dulunya tak bersekolah, namun sekarang sudah
disekolahkan di SD Inpres Yokatapa." Mereka dulu tidak bisa membaca, namun
sekarang sudah lancar dan akhirnya saya daftarkan ke sekolah di SD Inpres Yokatapa
agar lebih mendapat bimbingan yang maksimal oleh guru guru di sekolah. Meski
Demikian, anak-anak ini sampai sekarang tiap Sore pasti datang ke Polsek Sugapa
untuk belajar dengan Personel Binmas Noken, dan pagi ini mereka melapor ke saya,
kalau besok mereka akan melaksanakan Ujian," jelasnya.Engel menyebutkan, anak-anak tersebut merupakan anak binaanya sejak awal Tahun 2022. Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua
selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH saat dikonfirmasi sangat mengapresiasi
kinerja Persone Binmas Noken di Intan Jaya. "Ini bukti bahwa Binmas Noken Polri dengan
Program Si Ipar berhasil di Intan Jaya, meski anak-anak Binaan Binmas Noken
saat ini sudah mengenyam pendidikan namun tak melupakan jasa-jasa Binmas Noken
Polri kepada mereka. Dulu tidak bisa membaca hingga sekarang lancar membaca,
mereka tak lupa siapa yang mengajari mereka," pungkas Kombes Kamal.(Arifin)
15 Nov 2022, 13:30 WIT
Melalui Program Si Ipar, Binmas Noken Beri Pendidikan Bagi Anak Papua
Papuanewsonline.com,
Nduga – Dalam rangka
memberikan pelayanan pendidikan kepada
anak- anak di Tanah Papua, personil Satgas Ops Damai Cartenz Wilayah Nduga melaksanakan program Polisi Pi Ajar kepada
anak-anak di Kampung Kenyam, Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Senin (14/11/2022).Kegiatan Program Polisi Pi Ajar (Si Ipar)
melibatkan anggota Binmas Noken Polri dan personil Satgas Binmas Ops Damai
Cartenz 2022.Korwil Binmas Ops Damai Cartenz Wilayah Puncak
Ipda Murtono,SH mengatakan, kami tidak henti-henti terus
menggalakkan program Polisi Pi Ajar guna mendukung dan mencerdaskan anak-anak
dipedalaman papua khususnya di Kabupaten Nduga. Dalam pelaksanaan kegiatan hari ini kami menjari
anak-anak mengenal huruf abjad dan membaca.Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti
kegiatan Polisi Pi Ajar pada hari ini, terlihat ketika anak-anak yang hadir
dapat membaca dengan baik apa yang kami berikan.Diakhir kegiatan, anak-anak diberikan snak guna
menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak.
Sementara itu, ditempat yang berbeda Kabid Humas
Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat dikonfirmasi mengatakan bahwa Polisi
Pi Ajar ini sebagai bentuk perhatian Polri kepada Anak-anak di Papua di bidang
pendidikan.(Ampi)
15 Nov 2022, 13:26 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru