Data Korban Maupun Kerugian Buntut Dari Kerusuhan di Dogiyai, Buat Geleng-Geleng Kepala
Terkait kerugian materiil, Kombes Faisal mengatakan, sementara ini yang didata Polisi yaitu sebanyak 27 Unit rumah tinggal, 51 Unit kios, 9 Unit rumah kost, 9 Unit Ruko, 11 Unit Truck, 20 Unit Sepeda motor, 1 Unit alat berat Excavator dan 6 Unit bangunan
Papuanewsonline.com - 17 Nov 2022, 06:33 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com, Dogiyai – Polres Dogiyai merilis perkembangan situasi terkini dan penanganan kasus pasca aksi kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu.
Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres
Dogiyai, Rabu (16/11), dihadiri oleh Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Faizal
Ramadhani,
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Dandim 1705 Nabire
Letkol Inf. Doni firmansyah, M. han dan Kapolres Dogiyai Kompol Samuel
D. Tatiratu.
Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal
Ramadhani menjelaskan
bahwa kasus tersebut berawal dari kejadian lakalantas pada Sabtu, 12 November
2022 pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai Arah
Jalan Kamu Selatan yang mengakibatkan 1 korban anak kecil atas nama, Noldi Goo
umur 5 tahun meninggal dunia di tempat.
“Dari kejadian itu kemudian berimbas pada aksi
anarkis oleh sejumlah massa yang melakukan tindakan pengrusakan dan pembakaran
terhadap sejumlah rumah, ruko, kios, kendaraan termasuk beberapa fasilitas
perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai serta tindakan kekerasan dan
penganiayaan terhadap masyarakat,” kata Kombes Faisal.
Terkait kerugian materiil, Kombes Faisal
mengatakan, sementara ini yang didata Polisi yaitu sebanyak 27 Unit rumah
tinggal, 51 Unit kios, 9 Unit rumah kost, 9 Unit Ruko, 11 Unit Truck, 20 Unit
Sepeda motor, 1 Unit alat berat Excavator dan 6 Unit bangunan pemerintahan
dirusak dan dibakar massa.
“Perkantoran Pemda Dogiyai, yang dibakar yakni Kantor
Dukcapil, Kantor Dinas Keuangan, Kantor Dinas BPMK, Kantor Dinas Inspektorat,
Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Dinas BKD,” ucapnya.
Untuk korban jiwa dan luka-luka pasca kejadian
kerusuhan, sebanyak 1 orang meninggal dunia atas nama Iqbal umur 29 tahun,sedangkan
korban luka sebanyak 3 orang, sedangkan 4 orang aparat juga korban luka terkena panah.
Selain itu kata Kombes Faisal, 11 karyawan PT.
FMB yang pada saat itu belum ditemukan. Kini 10 orang sudah ditemukan dalam
keadaan selamat dan 1 pekerja lagi dalam proses pencarian atas nama Joni.
Kombes Faisal menambahkan, Dari peristiwa yang
terjadi menyebabkan adanya gelombang pengungsian dari masyarakat pendatang
sejumlah 356 orang yang terbagi di beberapa lokasi yakni Polres Dogiyai 39
orang pengungsi, Pos Raider 113 Pamrahwan Aceh 54 orang, Makoramil Moenamani
120 orang, Pos Paskhas Monamani 29 orang, Kompleks Gereja GPDI 100 orang dan
Kompleks Gereja GKI Koinonia 10 orang.
“Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian
masyarakat pendatang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan
kendaraan lajuran kurang lebih sudah sebanyak 55 kendaraan lajuran yang
mengantarkan pengungsi ke Nabire semenjak pasca kejadian kerusuhan,” ujarnya.
Pasca kejadian tersebut pihak Kepolisian telah
mengambil Langkah-langkah untuk perkuatan sispam kota dalam rangka pemulihan
situasi pasca kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, para tokoh
masyarakat dan tokoh agama terkait pemulihan situasi kamtibmas.
“Kami juga sudah membuka palang di beberapa
lokasi mobilisasi kendaraan jalur utama maupun jalur lingkungan dan mengamankan
perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh di beberapa lokasi oleh petugas
PLN,” ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya akan terus mengungkap kasus
lakalantas, kasus pembakaran, penganiayaan dan pembunuhan melalui prosedur
hukum yang berlaku termasuk proses hukum oknum pelaku yang terlibat dalam aksi
kerusuhan yang terjadi pada Sabtu, 12 November 2022.
“Tim gabungan akan melanjutkan olah TKP di 2
titik lokasi yakni lokasi pembakaran kendaraan truck dan alat berat exa di
Kampung Kogegu Distrik Kamuu Selatan maupun lokasi penjarahan di Kompleks Bambu
Kuning Kampung Ekimanida Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai,” tandasnya.
Dari kejadian ini, Satuan Reskrim Polres Polres
Dogiyai di bantu backup Penyidik Satreskrim Polres Nabire termasuk penyidik
dari Satgas Gakkum Damai Cartenz sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang
sebagai saksi korban kerugian materiil dan korban penganiayaan dan kemungkinan
akan bertambah karena kebanyakan posisi saksi korban saat ini sudah menuju ke
Kabupaten Nabire.
Sementara itu, Dandim 1705 Nabire Letkol Inf.
Doni firmansyah, M. han menyampaikan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisisan
dalam hal ini Polres Dogiyai untuk memulihkan kamtibmas di Kabupaten Dogiyai
kusus nya di Distrik Kamu karena sentra pemulihan perekonomian di Kabupaten
Dogiyai.
“Saya juga meminta batuan dari rekan-rekan media
agar bisa memberikan pemberitaan yang sifatnya meningkatkan moral dan juga
moril dari seluruh lapisan masyarakat bahwasannya percayakan proses penegakan
hukum yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Kepolisian untuk penyelesain
permasalahan yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu,” ucapnya.
Kapolres Dogiyai Kompol Samuel
D. Tatiratu dalam
kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya akan melangsungkan olah TKP di dua
titik di Kampung Bukapa, kemudian pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan
tokoh-tokoh masyarakat terkait dengan kerinduan masyarakat untuk segera lakukan
pembersihan di beberapa titik yang mengalami kebakaran untuk mempercepat
situasi ekonomi, sehingga masyarakat bisa Kembali berjualan.
“Kami himbau kepada semua masyarakat Kabupaten
Dogiyai baik penduduk asli maupun pendatang bahwa sesunggunya pemulihan situasi
di Kabupaten Dogiyai ini tidak bisa kita TNI-Polri saja yang kerja artinya kita
mau melihat suatu perubahan, kemajuan yang signifikan di Kabupaten Dogiyai,” Pungkasnya.(Redaksi)