logo-website
Minggu, 12 Jul 2026,  WIT

Data Korban Maupun Kerugian Buntut Dari Kerusuhan di Dogiyai, Buat Geleng-Geleng Kepala

Terkait kerugian materiil, Kombes Faisal mengatakan, sementara ini yang didata Polisi yaitu sebanyak 27 Unit rumah tinggal, 51 Unit kios, 9 Unit rumah kost, 9 Unit Ruko, 11 Unit Truck, 20 Unit Sepeda motor, 1 Unit alat berat Excavator dan 6 Unit bangunan

Papuanewsonline.com - 17 Nov 2022, 06:33 WIT

Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Papuanewsonline.com, Dogiyai – Polres Dogiyai merilis perkembangan situasi terkini dan penanganan kasus pasca aksi kerusuhan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu.

Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Dogiyai, Rabu (16/11), dihadiri oleh Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Dandim 1705 Nabire Letkol Inf. Doni firmansyah, M. han dan Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu.

Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa kasus tersebut berawal dari kejadian lakalantas pada Sabtu, 12 November 2022 pukul 14.30 WIT di Kampung Ikebo Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai Arah Jalan Kamu Selatan yang mengakibatkan 1 korban anak kecil atas nama, Noldi Goo umur 5 tahun meninggal dunia di tempat.

“Dari kejadian itu kemudian berimbas pada aksi anarkis oleh sejumlah massa yang melakukan tindakan pengrusakan dan pembakaran terhadap sejumlah rumah, ruko, kios, kendaraan termasuk beberapa fasilitas perkantoran pemerintah daerah Kabupaten Dogiyai serta tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap masyarakat,” kata Kombes Faisal.

Terkait kerugian materiil, Kombes Faisal mengatakan, sementara ini yang didata Polisi yaitu sebanyak 27 Unit rumah tinggal, 51 Unit kios, 9 Unit rumah kost, 9 Unit Ruko, 11 Unit Truck, 20 Unit Sepeda motor, 1 Unit alat berat Excavator dan 6 Unit bangunan pemerintahan dirusak dan dibakar massa.

“Perkantoran  Pemda Dogiyai, yang dibakar yakni Kantor Dukcapil, Kantor Dinas Keuangan, Kantor Dinas BPMK, Kantor Dinas Inspektorat, Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Dinas BKD,” ucapnya.

Untuk korban jiwa dan luka-luka pasca kejadian kerusuhan, sebanyak 1 orang meninggal dunia atas nama Iqbal umur 29 tahun,sedangkan  korban luka sebanyak 3 orang, sedangkan  4 orang aparat juga korban luka terkena panah.

Selain itu kata Kombes Faisal, 11 karyawan PT. FMB yang pada saat itu belum ditemukan. Kini 10 orang sudah ditemukan dalam keadaan selamat dan 1 pekerja lagi dalam proses pencarian atas nama Joni.

Kombes Faisal menambahkan, Dari peristiwa yang terjadi menyebabkan adanya gelombang pengungsian dari masyarakat pendatang sejumlah 356 orang yang terbagi di beberapa lokasi yakni Polres Dogiyai 39 orang pengungsi, Pos Raider 113 Pamrahwan Aceh 54 orang, Makoramil Moenamani 120 orang, Pos Paskhas Monamani 29 orang, Kompleks Gereja GPDI 100 orang dan Kompleks Gereja GKI Koinonia 10 orang.

“Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian masyarakat pendatang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dengan menggunakan kendaraan lajuran kurang lebih sudah sebanyak 55 kendaraan lajuran yang mengantarkan pengungsi ke Nabire semenjak pasca kejadian kerusuhan,” ujarnya.

Pasca kejadian tersebut pihak Kepolisian telah mengambil Langkah-langkah untuk perkuatan sispam kota dalam rangka pemulihan situasi pasca kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, para tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pemulihan situasi kamtibmas.

“Kami juga sudah membuka palang di beberapa lokasi mobilisasi kendaraan jalur utama maupun jalur lingkungan dan mengamankan perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh di beberapa lokasi oleh petugas PLN,” ungkapnya.

Dikatakan, pihaknya akan terus mengungkap kasus lakalantas, kasus pembakaran, penganiayaan dan pembunuhan melalui prosedur hukum yang berlaku termasuk proses hukum oknum pelaku yang terlibat dalam aksi kerusuhan yang terjadi pada Sabtu, 12 November 2022.

“Tim gabungan akan melanjutkan olah TKP di 2 titik lokasi yakni lokasi pembakaran kendaraan truck dan alat berat exa di Kampung Kogegu Distrik Kamuu Selatan maupun lokasi penjarahan di Kompleks Bambu Kuning Kampung Ekimanida Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai,” tandasnya.

Dari kejadian ini, Satuan Reskrim Polres Polres Dogiyai di bantu backup Penyidik Satreskrim Polres Nabire termasuk penyidik dari Satgas Gakkum Damai Cartenz sudah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang sebagai saksi korban kerugian materiil dan korban penganiayaan dan kemungkinan akan bertambah karena kebanyakan posisi saksi korban saat ini sudah menuju ke Kabupaten Nabire.

Sementara itu, Dandim 1705 Nabire Letkol Inf. Doni firmansyah, M. han menyampaikan, pihaknya akan bekerja sama dengan Kepolisisan dalam hal ini Polres Dogiyai untuk memulihkan kamtibmas di Kabupaten Dogiyai kusus nya di Distrik Kamu karena sentra pemulihan perekonomian di Kabupaten Dogiyai.

“Saya juga meminta batuan dari rekan-rekan media agar bisa memberikan pemberitaan yang sifatnya meningkatkan moral dan juga moril dari seluruh lapisan masyarakat bahwasannya percayakan proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Kepolisian untuk penyelesain permasalahan yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu,” ucapnya.

Kapolres Dogiyai Kompol Samuel D. Tatiratu dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya akan melangsungkan olah TKP di dua titik di Kampung Bukapa, kemudian pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan tokoh-tokoh masyarakat terkait dengan kerinduan masyarakat untuk segera lakukan pembersihan di beberapa titik yang mengalami kebakaran untuk mempercepat situasi ekonomi, sehingga masyarakat bisa Kembali berjualan.

“Kami himbau kepada semua masyarakat Kabupaten Dogiyai baik penduduk asli maupun pendatang bahwa sesunggunya pemulihan situasi di Kabupaten Dogiyai ini tidak bisa kita TNI-Polri saja yang kerja artinya kita mau melihat suatu perubahan, kemajuan yang signifikan di Kabupaten Dogiyai,” Pungkasnya.(Redaksi)

Bagikan berita:
To Social Media :
Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE