Tidak Ada Tempat Bagi Para Perusuh di Dogiyai, Ini Langkah Tegas Kapolda Papua
Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K., menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap di tegakaan pasca kerusuhan di Dogiyai
Papuanewsonline.com - 15 Nov 2022, 13:11 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal
Papuanewsonline.com,Jayapura – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Pol Mathius D.Fakhiri, S.I.K., menegaskan bahwa penegakan hukum harus tetap di tegakaan pasca kerusuhan di Dogiyai, yang terjadi Sabtu (13/11/2022).
Hal ini terbukti dengan permintaan tegasnya
kepada jajarannya untuk segera menangkap para pelaku yang telah merugikan
keselamatan orang banyak.
“Saya sudah minta agar personel untuk segera
menaangkap para pelaku tersebut. Penegakan hukum harus ditegakan sehingga
masyarakat yang semaunya tidak main hakim sendiri,” tegasnya kepada wartawan di
Ballroom Hotel Sunny Abepura, Senin (14/11/2022).
Lebih lanjut, Kapolda mengatakan tidak ada
alasan bagi seluruh Warga Negara Indonesia untuk main hakim sendiri.
Menurutnya, bahwa kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) tidak bisa dijadikan
alasan untuk membuat hal yang anarkis.
“ Mereka pada awalnya karena kasus lakalantas sehingga sekelompok warga mengamuk dan membuat kerusuhan di Kabupaten Dogiyai. Seharusnya itu tidak boleh menjadi momen untuk merusak, membakar rumah dan membunuh orang lain,” ucapnya.
Saat ini satu Kompi Brimob Polda Papua telah berada di Dogiyai guna membantu perkuatan
keamanan Polres Dogiyai.
Selain itu, Kapolda menambahkan, aparat gabungan
TNI dan Polri sedang berupaya melakukan penyisiran guna menangkap para pelaku
yang melakukan aksi kejahatan tersebut.
“Untuk saat ini situasi Kabupaten Dogiyai
relatif aman dan kondusif. Personel gabungan juga terus meningkatkan patroli
keamanan mengantisipasi kejadian lanjutan,” tandasnya.
Dirinya berharap masyarakat agar bisa membantu
aparat Kepolisian. “ untuk para pejabat wilayah diharapkan tetap berada ditempat
untuk membantu Kepolisian sehingga
jangan ada masalah seperti itu,” Tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, sekelompok massa
mengamuk di Kampung Ikebo, Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu
lintas yang menyebabkan seorang anak berusia 5 tahun bernama Noldi Goo
meninggal dunia pada Sabtu (12/11/2022).
Lantaran emosi dan tidak dapat mengendalikan
diri, sekelompok massa itu sontak melakukan aksi anarkis dengan menyerang
supir, warga, hingga membakar puluhan bangunan mulai dari rumah kios hingga
kantor pemerintahan. Kerusuhan pun tak bisa dihindarkan.(Arifin)