logo-website
Selasa, 21 Jul 2026,  WIT
Berita Pilihan Redaksi Homepage
Div TIK Polri Siagakan Repeater Mobile Perkuat Sinyal Komonikasi Pengawalan KTT G20 Papuanewsonline.com, Bali - Divisi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri menyiagakan mobil Repeater Mobile di titik-titik lokasi blank spot jaringan komunikasi radio (HT). Hal ini berguna membantu personil dilapangan yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dan pengawalan rombongan KTT G20.Salah satu lokasi yang diperkuat oleh repeater mobile berada di wilayah sekitar hotel The Apurva Kempinski, Jalan Raya Nusa Dua Selatan, Badung, Bali. Pasalnya, lokasi jalan yang dilalui oleh rombongan KTT G20 berkelok dan berbukit sehingga membuat komunikasi terganggu."Setelah disurvei kendaraan tersebut disimpan dilokasi ini untuk memperluas jangkauan radio komunikasi, titik-titik yang blank spot tadi dicover dengan kendaraan mobile repeater sehingga pengawalan tidak putus komunikasinya," kata perwira pengendali mobile repeater AKP Arie Wibisono di lokasi, Minggu (13/11/2022).Sebelumnya, Arie dibantu dengan tujuh anggota lainnya telah melakukan survei tempat yang dianggap kurang baik penerimaan sinyal radio. Sebelum di tempatkan mobil repeater trunking, jangkauan komunikasi masih ada penerimaan sinyal radio yang kurang baik terutama seputaran hotel mulia lantaran terganggu titik blank spot. Namun setelah dipasang perangkat tersebut, sinyal bisa diperkuat sampai 5 kilometer. "Jadi setelah kita pasang, jangkauan komunikasi bisa sampai 5 kilometer, kita pastikan tidak ada komunikasi yang terputus di jalur lokasi seputaran hotel mulia, hilton, kempinsky, ritz carlton dan samabe," kata Ari.    Untuk memastikan tidak ada layanan komunikasi yang terganggu, ia bersama empat anggotanya juga bersiaga 1X24 jam selama. Bilamana ada kendala seperti mati listrik, maka langsung menyalakan genset yang berada di kabin belakang.Ia menambahkan mobil Div TIK Polri ini memiliki perangkat site trunking yang dapat terhubung dengan site trunking Polda Bali, Sehingga dapat memberikan backup komunikasi dalam pelaksanaan pengamanan.(Fausia) 14 Nov 2022, 06:38 WIT
Kapolri Tegaskan Telah Siapkan Antisipasi Serangan Siber di KTT G20 Papuanewsonline.com, Bali - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya serangan siber di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, Kapolri memaparkan, Polri telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam hal ini, BSSN menjadi leading sectornya. "Karena memang yang namanya serangan siber walaupun leading sectornya BSSN selaku penanggungjawab keamanan sistem jaringan namun tetap proses penegakan hukum dan pencarian pelaku tetap harus kita lakukan. Sehingga dari awal sebaiknya kita semua harus siap menghadapi kondisi tiba-tiba ada serangan," kata Sigit dalam tinjauannya di Posko Satgas Gakkum Mabes Polri di Badung, Bali, Sabtu, 12 November 2022. Menurut Sigit, antisipasi pencegahan serangan siber dilaksanakan di seluruh lokasi event internasional tersebut. Baik lokasi utama maupun pendukung yang terhubung dengan koneksi internet. Dengan adanya antisipasi di semua lini, Sigit menekankan, Konferensi Tingkat Tinggi G20 dapat berjalan dengan lancar dan aman dari gangguan siber. "Jadi kita minta itu betul-betul dilakukan, persiapan begitu ada serangan bagaimana recovery yang bisa dilakukan sehingga tidak mengganggu kegiatan utama khususnya terkait dengan pada saat event berlangsung," ujar Sigit. Lebih dalam, Sigit meminta kepada seluruh stakeholder untuk terus mematangkan langkah maupun skenario atas segala dinamika yang dapat berkembang sewaktu-waktu. "Jadi saya minta terus dilakukan peningkatan terhadap skenario-skenario yang mungkin terjadi terkait dengan sistem serangan yang akan mengganggu baik di luar maupun di dalam venue," ucap Sigit. Oleh karena itu, Sigit mengungkapkan, BSSN, Polri dan BIN dapat terus melakukan koordinasi serta proses evaluasi untuk pengamanan serangan siber di KTT G20.  "Karena memang ini harus dilakukan evaluasi setiap hari. Sehingga kita yakin mulai dari proses sampai pelaksanaan kegiatan bisa berjalan dengan baik," tutup Sigit.(Stefi) 13 Nov 2022, 18:05 WIT
Binmas Noken Polda Papua Berikan Pelatihan Upacara Bendera kepada Anak-anak SD di Jayawijaya Papuanewsonline.com, Jayawijaya – Binmas Noken Jayawijaya berikan pelatihan Upacara bendera dengan mengajarkan Baris-berbaris kepada anak-anak SD YPPK Santos Astevanu sebagai salah satu bentuk implementasi dari program SI-IPAR (Polisi Pi Ajar) untuk meningkatkan nasionalisme serta kedisiplinan sejak dini, Minggu (13/11). Korwil Binmas Noken Jayawijaya, Iptu Made Sujana, A.md, P.d menyampaikan bahwa Binmas Noken secara rutin mengajarkan Latihan upacara bendera kepada anak-anak SD YPPK Santos Astevanu dimana personel Bersama guru Pembina yang ada bersinergi untuk mengajarkan Peraturan Baris-berbaris yang biasa digunakan di Upacara setiap hari senin. “Dengan mengajarkan peraturan baris-berbaris secara tidak langsung kita mengajarkan mereka kedisplinan serta rasa cinta tanah air mereka, sehingga mereka dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dikehidupan sehari-hari,” ujar Iptu Made Sujana. Dirinya menyampaikan para guru di SD YPPK Santos Astevanu sangat berterimakasih karena telah Bersama-sama mengajarkan anak-anak untuk bisa upacara bendera setiap hari senin dengan baik dan benar, selain itu kedatangan personel juga merupakan salah satu factor penyemangan anak-anak selama mengikuti pelatihan. Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H menyampaikan dalam program SI-IPAR anak-anak tidak hanya diajarkan tentang membaca maupun menulis melainkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari juga personel ajarkan. “Sehingga selain tingkat Pendidikan di Tanah Papua meningkat, generasi muda Tanah Papua memiliki nilai Moral yang baik sehingga menjadi suatu pondasi dalam membangun Papua kedepannya,” tutup Kabid Humas.(Febri) 13 Nov 2022, 17:56 WIT
Binmas Noken Polda Papua Bantu Pesta Adat Bakar Batu di Intan Jaya Papuanewsonline.com, Jayapura – Melalui Program Koteka, Binmas Noken jalin kedekatan dengan Masyarakat pada Pesta Bakar Batu di Kabupaten Intan Jaya, Minggu (13/11). Personel Binmas Noken yang saat itu membantu pada Pesta Adat Bakar batu yakni, Ipda Engel Mayor dan Bripda Misael. Keduanya bersama masyarakat bergotong royong dalam mensukseskan Pesta adat Bakar Batu yang dihadiri kurang lebih 200 orang dari Kampung Yokatapa dan Kampung Wandoga Dalam Pesta Adat Bakar Batu sendiri ada 4 ekor Babi yang di bakar serta sayur dan umbi-umbian. Saat dikonfirmasi usai Kegiatan, Ipda Engel mengungkapkan bahwa ini bentuk kedekatan Polri dengan Masyarakat. "Dengan kita hadir di tengah pesta adat Bakar Batu ini, masyarakat akan menilai bagaimana kita (Polri) hadir ditengah mereka tak pernah sedikitpun memberikan tekanan, namun Polri hadir di Intan Jaya untuk membantu dan memberikan Jaminan Keamanan kepada mereka," ungkapnya. Sementara itu ia juga menyampaikan, dirinya dan personel juga turut serta memberikan bantuan dari mulai mendirikan Tenda, Potong Babi hingga proses bakar batu.  "Masyarakat sangat merasa senang dan sangat merasa terbantu. Saat kami tiba untuk membantu, Masyarakat langsung menyambut kami dengan senyuman hangat, mereka sangat ramah dengan kami," ungkap Ipda Engel. Usai dilakukan Bakar Batu, Masyarakat berkumpul untuk menikmati berkat tuhan yang telah diberikan ini.  Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Papua selaku Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH menyampaikan apresiasinya. "Kedekatan yang dibangun Binmas Noken ini langsung bersentuhan dengan masyarakat, sehingga masyarakat merasa bahwa Polri ini tak hanya memberikan Jaminan Keamanan, namun juga hadir sebagai Keluarga yang membantu Saudara," pungkas Kombes Kamal.(Stefi) 13 Nov 2022, 17:43 WIT
Massa Bakar Enam Kantor Pemerintah di Dogiyai, Kabid Humas: Situasi Suda Kondusif Papuanewsonline.com, Jayapura– Situasi Kamtibmas di Kabupaten Dogiyai saat ini relatif kondusif, pasca pembakaran susulan oleh sekelompok Massa. Hal itu, disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal saat dihubungi, Minggu (13/11) pagi. " Situasi di Sore hari kemarin sempat kondusif, namun di Malam hari massa kembali melakukan pembakaran di beberapa titik termasuk perkantoran pemerintah dan rumah warga," kata Kamal. Hingga pukul 01.00 WIT dini hari personil gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan di titik - titik yang telah ditentukan. " Dini hari tadi massa masih  melakukan pelemparan batu dan anak panah dimana petugas berjaga, sehingga anggota membalas  dengan tembakan peringatan untuk menghalau massa agar tidak mendekat ke arah petugas," ujarnya. Namun pagi ini, Minggu (13/11) kata Kamal, situasi dapat dikendalikan oleh aparat keamanan yang ada di Kabupaten Dogiyai, sembari melalukan patroli jalan kaki dan memantau kerusakan akibat aksi anarkis yang dilakukan oleh massa. " Dari pantauan aparat gabungan yang melakukan patroli terdapat 6 bangunan pemerintahan di Jalan Trans Nabire-Enarotali arah Kampung Ekimanida yang dibakar," ujarnya.  Keenam bangunan yang dibakar massa yakni,  Kantor BPKAD, Kantor Dinas Pendidikan, Kantor Keuangan, Kantor Inspektorat, Kantor lingkungan hidup dan Kantor Dukcapil. Menurut Kamal, kerugian materiil dan korban jiwa dari kejadian ini belum bisa dipastikan, karena dari informasi yang diterima pihaknya, masih terdapat seorang warga yang belum diketahui keberadaannya dan seorang Ibu bersama 2 anaknya juga belum di tahu keberadaannya. " Kami masih menunggu situasi benar benar kondusif untuk segera dilakukan pendataan kerugian materil dan korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini, serta olah TKP oleh Satreskrim Polres Dogiyai," tandasnya. Dikatakan, Aparat Gabungan akan membentuk tim investigasi untuk mengungkap pelaku penyebab tindakan anarkis oleh massa. Aksi anarkis yang dilakukan oleh sekelompok massa di Kabupatan Dogiyai dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan seorang anak berusia 5 tahun an. Noldi Goo meninggal dunia pada Sabtu (12/11). Akibatnya, sekelompok massa melakukan aksi anarkis dan menyerang  supir, warga dan membakar beberapa rumah warga dan 2 Unit Truck serta kantor pemerintahan di Kabupaten Dogiyai. " Dari kejadian penyerangan itu, 1 orang mengalami luka bacok dan 2 anggota Polisi yang saat itu bertugas menghalau massa ikut menjadi korban," ucapnya. Saat ini supir truck telah di amankan di Polres Dogiyai. Sedangkan para korban masih berada di Polres Dogiyai, belum bisa dievakuasi ke RSUD Nabire karena akses jalan diputus dan dipalang oleh masyarakat. Kabid Humas menambahkan, dalam penanganan kasus ini, Kapolda Papua telah memerintahkan  beberapa Pejabat Utama untuk ke Kabupaten Dogiyai yang dipimpin Dir Reskrimum Polda Papua berserta anggotanya. " Pejabat Utama di kirim ke Kabupaten Dogiyai untuk membantu proses penegakan hukum. Selain itu 2 SST dari Polres Nabire tadi pagi telah berangkat ke Dogiyai untuk penebalan," tambahnya. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menyerahkan masus kecelakaan lalu lintas ini diserahkan ke Penyidik Polri. " Kita mengimbau agar proses hukum terkait laka lantas untuk diserahkan ke penyidik Polri dan tidak ada kekerasan lagi baik terhadap orang maupun barang, karena hal ini tentu akan mengganggu pembangunan di Dogiyai dari segala aspek,” Harapnya.(Arifin) 13 Nov 2022, 17:35 WIT
Kembalikan Rasa Aman, 2 SST Polri Tibah di Kabupaten Dogiyai Papuanewsonline.com, Dogiyai – 2 SST Personel Polri telah bergeser dari Kabupaten Nabire menuju Kabupaten Dogiyai guna memberikan rasa aman dan situasi yang kondusif kepada masyarakat, Minggu (13/11). Personel Brimob tersebut menuju Kabupaten Dogiyai menggunakan 2 trek dan telah tiba sekitar pukul 11.00 WIT kemudian langsung mengisi titik-titik pengamanan. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H saat ditemui di media Center pagi tadi, membenarkan informasi tersebut. Kabid Humas mengatakan bahwa 2 SST Polri dikirimkan untuk membantu melaksanakan pengamanan pasca kejadian pembakaran kemarin. Ia menjelaskan, TKP pembakaran kemarin diketahui berada di 4 titik yang berbeda yakni di jalan Ikebo Bawah yang menghanguskan 3 bangunan atau sekitar 17 petak, kemudian di Jembatan yang menghanguskan 2 bangunan atau sekitar 50 petak berderet L, TKP ketiga berada di Jl. Trans Nabire - Enarotali yang menghabiskan 6 Bangunan Kantor Dinas, TKP terakhir berada di Jl. Trans Nabire – Enarotali tepatnya didekat jembatan hingga menghanguskan 2 bangunan yang terdiri dari 13 petak. “Dapat dipastikan bahwa saat ini situasi di Kabupaten Dogiyai berangsur-angsur aman setelah dilakukan pengamanan yang ketat oleh aparat Kepolisian yang dibantu personel TNI setempat,” ucapnya. Kombes Pol Kamal juga menyampaikan, dari kemarin hingga hari ini Aparat masih terus melakukan pemantauan serta pengamanan di seluruh TKP. Tidak hanya itu, terlihat juga anggota bersama beberapa masyarakat saling membantu mengamankan barang-barang berharga yang tersisa dari peristiwa kemarin. “Hingga saat ini masih banyak masyarakat kurang lebih sekitar 400an yang secara bergiliran menunggu Truk untuk sementara mengamankan diri di Kabupaten Nabire,” ungkapnya. Untuk diketahui bahwa para korban luka dari anggota Kepolisian maupun masyarakat akibat peristiwa kemarin, telah diberangkatkan menuju Kabupaten Nabire menggunakan pesawat sekitar pukul 08.30 WIT pagi tadi untuk segera dilakukan penanganan medis di Rumah Sakit Nabire, namun ada satu korban atas nama Ikbal merupakan penjaga kios diduga hilang dan saat ini masih dalam pencarian oleh Pihak Kepolisian. “Beberapa Pejabat Utama Polda Papua juga telah tiba di Kabupaten Dogiyai guna mendalami kasus yang terjadi hingga mengakibatkan pembakaran di 4 TKP yang berbeda tersebut,” pungkas Kabid Humas. Untuk itu, Kombes Pol Kamal mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengembalikan situasi yang aman di Kabupaten Dogiyai dengan tidak terprovokasi oleh ajakan-ajakan pihak yang tidak bertanggung jawab. “Informasi lebih lanjut terkait situasi di Kabupaten Dogiyai akan kami informasikan segera namun hingga saat ini masih dipastikan aman dan kondusif,” tutupnya.(Noris) 13 Nov 2022, 17:24 WIT
KKB Tembak 1 Orang Anggota TNI di Kabupaten Puncak Papuanewsonline.com, Puncak – Bertempat di Kampung Yenggemok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak telah terjadi penembakan terhadap Aparat TNI-Polri yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata Pimpinan Numbuk Telenggen, Minggu (13/11). Penembakan yang terjadi sekitar pukul 11.37 WIT tersebut dilakukan saat Aparat TNI-Polri sedang melaksanakan Patroli dan cipta kondisi di sekitaran Distrik Gome, Kabupaten Puncak dan terdengar arah tembakan dari Bukit Tepuk. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2022 Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan gangguan tersebut kemudian direspon aparat dengan memberikan tembakan balasan sehingga terjadi kontak tembak antara Aparat TNI-Polri dengan Kelompok KKB tersebut. “Akibat penyerangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata Pimpinan Numbuk Telenggen, seorang anggota TNI terkena tembakan dibagian paha kanan sehingga dengan cepat personel mengevakuasi korban ke Puskesmas Ilaga,” jelasnya. Kombes Pol Kamal melanjutkan, setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Ilaga, Korban kemudian dilarikan menuju Bandara Ilaga untuk bergeser ke Kabupaten Mimika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. “Untuk korban dalam keadaan sadar dan telah dievakuasi menggunakan Helikopter Kadal milik TNI AU untuk dilanjutkan penanganan medis di Rumah Sakit Timika,” ujar Kasatgas Humas. Diakhir penyampaiannya, ia mengatakan bahwa pelaku penembakan masih dalam penyelidikan dan pengejaran, dugaan aksi ini dilakukan oleh KKB Pimpinan Numbuk Telenggen.(Noris) 13 Nov 2022, 17:14 WIT
Tak Main-Main, Ini Kerja Sama Dewan Pers Dan Polri Papuanewsonline.com, Jakarta-  Kapolri Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo terus berkomitmen mendukung keterbukaan informasi melalui karya jurnalistik.Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Dewan Pers  dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Gedung Bareskrim Polri pada Kamis 10 November 2022.Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama  antara  Dewan Pers dan Polri ini, tentang perlindungan kemerdekaan pers dan penegakan hukum terkait penyalahgunaan profesi wartawan.Perjanjian kerja sama yang pertama ini merupakan turunan dari nota kesepahaman (MoU) Dewan Pers dan Polri untuk meminimalisir kriminalisasi karya jurnalistik, sebagaimana tertuang dalam surat Nomor: 03/DP/MoU/III/2022 dan Nomor: NK/4/III/2022.Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers.Pelaksana tugas Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya mengungkapkan bahwa penandatanganan perjanjian ini merupakan tindaklanjut dari MoU yang dilakukan Dewan Pers dengan Polri."  MoU ini sebelumnya telah dilakukan Dewan Pers dengan Polri saat diketuai M. Nuh dan almarhum Azyumardi Azra," Ucapnya.Agung Dharmajaya mengatakan, Dewan Pers dengan Bareskrim Mabes Polri menandatangani perjanjian kerja sama tersebut merupakan langkah positif." Perjanjian ini, sebagai tindak lanjut turunan dari MoU antara Dewan Pers dengan Polri,” ucap  Agung di Gedung Bareskrim Polri, Kamis 10 November 2022.Kata Agung, Penandatangan nota kesepahaman ini dikarenakan saat bertugas, jurnalis sering mendapatkan persoalan di lapangan. Apalagi dalam pekerjaannya, jurnalis juga sering dilaporkan ke pihak kepolisian.“ Ini langkah konkret menjamin kerja-kerja jurnalistik teman-teman pers, di mana selama ini sering kali menjadi persoalan, ketika teman-teman melakukan kegiatan jurnalistik kemudian dari tulisannya dianggap merugikan para pihak bisa perorangan lembaga, dan institusi,” ujarnya.Pada kesempatan itu, Anggota Komisi hukum Dewan Pers, Arif Zulkifli mengungkapkan penandatangan nota kesepahaman ini adalah  bentuk perlindungan terhadap pers. " Perjanjian kerja sama ini lebih mendetailkan MoU yang sebelumnya pernah dilakukan," Ucapnya.Pada perjanjian ini, dijelaskan Arif, permasalahan mengenai jurnalis akan diserahkan pada Dewan Pers. Mengenai masalah jurnalis, Polri tidak diperkenankan untuk menangani masalah tersebut.“Yang paling penting adalah kesepakatan bersama kalau ada pengaduan masyarakat kepada pers yang menyangkut kerja jurnalistik itu dikembalikan kepada Dewan Pers. Polisi nggak boleh tanganin. Karena hal  Itu harus ke Dewan Pers untuk diperiksa benarkah ini merupakan karya jurnalistik sesuai kriteria di UU atau tidak,” tegas Arif.Diketahui, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan oleh PLT Dewan Pers Agung Dharmajaya, Komisi Hukum Dewan Pers Arif Zulkifli, dan Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto di Gedung Bareskrim Polri pada Kamis 10 November 2022.(Arifin) 12 Nov 2022, 22:53 WIT
Berita utama
Berita Terbaru
Berita Populer
Video terbaru
lihat video 10 Feb 2023, 15:22 WIT